Skip to main content

Posts

Kebaikan Cukup Dari Rumah

Banyak kegiatan seru yang bisa kamu kerjakan #CukupDariRumah, mulai dari memasak, berkebun, main games dengan keluarga di rumah, sampai bikin to do list biar pekerjaan beres! Duh, gimana-gimana? Penjelasan selengkapnya bisa kamu baca di sini ya!5 Kegiatan Seru di Rumahtapi itu semua juga enggak akan bisa berjalan semulus itu kalau kamu belum tau rahasianya. Duh... Rahasia apaan? Iya! Selama covid 19 saya menemukan 5 Rahasia Agar Betah di Rumah, mau tahu apa saja? Kunjungi artikel saya yang ini ya. Tips Betah di Rumah.



Besar atau kecil, tentu covid-19 ini berdampak bagi kehidupan kita. Mulai dari bekerja dari rumah, sekolah atau belajar dari rumah, bahkan berbelanja dari rumah. Perlu banyak adaptasi ke metode baru. Mulai dari pekerja, ibu rumah tangga, kakek-nenek di rumah. Jadi, sabar dulu. Semuanya tentu merasakan dampaknya. Mending kita isi ramadhan kita ini dengan hal-hal bermanfaat ya! Oke, jadi, di artikel ini saya akan cerita sedikit tentang kebaikan selama ramadhan yang saya dan…

Review Buku: I AM SARAHZA

akhirnya, review buku lagi!
setelah 4 buku alhamdulillah habis terbaca. 





judul: i am sarahza
penulis : hanum rangga
penerbit : republika

cerita ini bukan fiktif belaka, pengalaman langsung dari sang penulis bagaimana mengarungi bahtera rumah tangga dengan suami di luar negeri, dengan ambisi karier yang begitu besar, ia rela meninggalkan suaminya di negeri orang. setahun berlalu, ia mulai sadar, apa yang ia lakukan salah, ia sengaja membuat jarak itu ada diantara dia dan sang suami, padahal diluar sana banyak orang yang mengupayakan untuk bersama, namun tidak bisa karena berbagai hal.

entah lagi memang perasaan saya yang begitu sensitif sehingga ketika membaca buku ini serasa saya seperti Hanum, seorang perempuan alpha yang berusaha demi karier, sadar akan kodratnya, mengabdi pada suami, dan berusaha sekuat tenaga untuk memiliki buah hati. namun nasib berkata lain, 8 tahun menikah titipan Allah tak kunjung hadir. hadir, namun hanya bertahan beberapa saat.

merasa terpuruk, diabaikan, dicemooh …

Makanan Berkemasan? NO!

Hindari makanan dan minuman berkemasan.

Kemasan adalah bagian terluar yang membungkus suatu produk dengan tujuan untuk melindungi produk dari cuaca, guncangan, dan benturan-benturan terhadap benda lain. Apalagi selama pandemi begini, semua barang kayaknya di packing serapih dan seaman mungkin deh. Pastikan ketika paket nyampe, kamu semprotin dengan hand sanitizer dulu yaaa, kamunya cuci tangan sehabis ngambil paketnya. Mudah kan? Mudah banget.

Alhamdulillahnya ini lagi dine in, foto mah kan kapan aja bisa ya. Karena enggak ada rencana beli apa-apa terpaksalah meminta sendok dan cup dari mbaknya 😂



Sebisa mungkin diusahakan untuk tetap mengonsumsi minuman dgn kemasan yang minim sampah plastik. Walaupun pulang dari sini merasa bersalah 😞😢

Tips buat menghindari makanan dan minuman dlm kemasan:
1. Usahakan bawa tempat sendiri. Berhubung nggak mungkin makan gelato begini pake tumblr kaca kayak postingan sebelumnya yaaa jd lah minta mbaknya aja 😂
2. Kamu bisa bawa sendiri: sedotan, sendo…

Doa Sebelum Ramadhan Berakhir

Shade them under your shade when there's no shade except your shame.


Kita tidak begitu sedih dengan perginya ramadhan, karena dia akan kembali. Akan tetapi, kita benar-benar sedih ketika dia kembali. Ternyata kita yang telah pergi.
Maka, jadikanlah puasa kami sebagai puasa perpisahan.
Jadikanlah sholat malam kami salam perpisahan.
Alhamdulillah masih ada sisa beberapa hari lagi sisa ramadhan. Meski satu rakaat, gunakanlah untuk berdoa. Sebuah tetesan air mata, mudah-mudahan mengubah hidup kita.

Tips Hemat Lebaran Saat Pandemi

Kalau saya pribadi membagi kepada dua bagian. Pertama, kebutuhan saat lebaran, dialokasikan hanya 20% saja. Mulai dari untuk hidangan lebaran disesuaikan dengan kemampuan yang ada. Untuk pakaian, perabot dan tampilan rumah. Kemudian untuk THR keluarga. Namun yang terpenting, selama kita masih bisa makan, punya tempat tinggal buat tidur, ada baju, bisa jajan, maka wajib bagi kita untuk membayar zakat.


Terkait hidangan, jangan terlalu dipaksakan, menu hidangan seperti tahun-tahun sebelumnya. Apalagi jika ekonomi kita terdampak. Coba pikirkan kebali, untuk apa membeli baju lebaran? Hanya untuk dipakai lebaran virtual, kah? Uangnya bisa disimpan untuk hal lain. Perabot rumah, untuk ini tidak harus mahal, banyak kok yang murah, tapi jangan murahan ya. Asalkan memang sesuai dengan kebutuhan. Sofa sudah tipis, berdebu, diganti dengan kulit sofa yang baru, padahal lumayan loh itu harganya 900 ribu enggak ke mana.

Perlukah mengecat rumah? Selama memungkinkan, bisa saja kamu ajak anggota keluar…

Lebaran Cukup di Rumah Saja

Sebagai manusia fitrahnya kita ingin membahagiakan orang lain. Termasuk ingin berkumpul dengan sanak keluarga nan jauh di sana. Grafik penyebaran covid naik turun, bahkan yang meninggal terus bertambah. Baiknya kita cukup awareness dengan hal begini. Jaga kesehatan, jaga jarak. Pihak pemerintah dan pegawai kesehatan sudah berupaya loh menjaga agar penyebarannya berkurang. Tapi memang semuanya harus bermulai dari rumah kita sendiri. Tapi yaaa kitapun suka mencari masalah dan gampang menyepelekan sesuatu. Pertimbangannya bagaimana?


Orang di tempat baru belum tentu sepeduli itu dengan pandemi ini.

Orang tua cenderung lebih rentan terkena.

Lebih sayang kepada diri sendiri atau keluarga.

Semua keluarga terdampak, bukan kita saja. Jadi, cobalah mengerti kita bisa virtual kok. Kirim hampers lebaran atau kirim paket yang memang mereka butuhkan untuk lebaran. Lebih terasa dekat dengan keluarga inti. Karena full kita sekeluarga.

5 Alasan Mengapa Kamu Tidak Perlu Mudik

Di tengah suasana ramadhan menuju lebaran yang semakin dekat. Protokol kesehatan yang belum jelas bikin saya dan keluarga uring-uringan apakah akan mudik atau tidak. Soalnya untuk mudik juga sangat dekat, ya berkisar 3-4 jam saja dengan tol. Tapi, apakah saya mudik?



Banyak sekali anjuran agar mudik datang dari keluarga besar, mulai dari menyepelekan hal yang padahal sudah diatur pemerintah. Tentu saja, zhalim kalau melaksanakan keinginan kita sendiri tanpa melihat anjuran yang sudah dibuat pemerintah.

Anjuran pemerintah tidak boleh mudik untuk mengurangi penyebaran wabah covid-19 ini. Jika kita betul melaksanakan protokol kesehatan, bisa jadi kan keluarga lain belum tentu begitu, sehingga kita tidak bisa semudah itu untuk mengatakan mudik.

Ada opsi lain, lebaran virtual agar lebih aman. Dikarenakan tidak boleh bersalaman, berdekatan, sehingga dengan virtual setidaknya semua tetap berjalan.

Tidak ada penerbangan atau angkutan umum bahkan bisa jadi di suruh balik arah. Daripada budgetny…