Skip to main content

Posts

Lemari Penuh Sesak? Kok Bisa?

Sudah masuk bulan Agustus. Minggu ke-3 tantangan #MulaiDariLemari balik lagi.⁣ Apa sih yang kamu rasakan ketika melihat lemari pakaianmu? Bingung? Bahagia? Mau marah? Atau... Tak bisa berkata-kata lagi hahaha. Saya cukup tenang di hampir setahun ini tidak begitu konsumtif dengan pakaian. Hanya membeli kalau (terpaksa) karena keluarga besar pakai baju seragam. Selebihnya? Ya karrna mamak saya kasian lihat baju saya kok itu-itu saja. Padahal saya nyaman dengan itu. Toh kalau keluar malesnya, baju yang dipakai yang berada pada susunan paling atas. Hayooo, kamu juga pernah gitu kan? Hahaha.


Kenapa sih lemari penuh? Sebenarnya lemari sendiri enggak penuh sih dibandingkan lemari anggota keluarga lainnya di rumah. Syukurlah, alhamdulillah. Rata-rata karena emang dibeliin, dikasi kantor, atau ada event, atau ya terpaksa terbeli akibat keluarga tadi :))  Sabar sabar... Ini adalah sebuah proses.



Atau kalau mamak-mamak nih paling suka membelikan baju baru buat anaknya. Mulai dari anak yang pal…

Review Masjid Al-Ikhlas Lubuk Pakam

Alhamdulillah sampai juga umur kita di lewat pertengahan tahun ini. Bulan di mana mulai menentukan apakah resolusi di awal tahun terlaksana atau tidak. Banyak sekali orang yang berlomba-lomba untuk merencanakan begini begitu, namun di tengah tahun baru menyadari, "Oh sungguh mengapa aku begitu ambisius pada dunia ini", Hoho.
Hari itu aku dan keluarga mendadak pergi ke luar kota. Di situasi new normal begini, jujur aku tidak begitu melihat adanya perubahan di warga Sumatera Utara ini. Ke mana-mana ya bisa dihitung pakai jari berapa orang yang benar-benar melakukan protokol kesehatan. Awalnya aku ingin pergi kondangan ke salah satu teman SMP, atau sekadar menikmati indahnya hari Minggu setelah full banting tulang di hari Senin-Sabtu. Tapi, alhamdulillah amangboru agak baikan. Jadi, kami memutuskan untuk pergi karena sebelumnya amangboru demam sehabis HD.

Kami pergi ke sebuah pantai di daerah Perbaungan. Pantai ini sudah lama sekali, cuma ya apalah aku ini hanya bisa menikmati…

Pemikiran Baru di Umur 25

Malam sebelum hari itu saya masih berharap seolah-olah waktu diperlambat. Jangan sampai umurku bertambah. Tidak mau, karena hidup sudah terlalu berat. Tapi apa daya, semua harus dijalani. Banyak sekali orang yang excited merayakan ulang tahunnya, tapi aku tidak. Sedih, sesedih itu, udah seumur begini sudah memberikan dampak apa pada keluarga, agama, lingkungan huhu.


Muncul pemikiran baru di umur 25 ini. Banyak hal baru yang saya sadari, ternyata tidak bisa dianggap remeh. Perihal uang, tidak bisa saya dan keluarga tidak terbuka. Ketika disuruh untuk kuliah lagi pun, walau dibilang biayanya ada dari orang tua. Jika saya mengiyakan, tapi apakah benar saya butuh? Terkadang hidup ini butuh saran-saran dari orang banyak, tidak sekadar pemikiran sendiri.

Banyak yang bilang, dengan kamu menempuh pendidikan, maka pekerjaan akan mengikuti. Jabatan akan semakin dipertimbangkan, dan lain sebagainya. Padahal, itu tergantung kitanya kan, ingin berkembang seperti apa? Di bilang berat, ya, banyak yang…

Kebaikan Cukup Dari Rumah

Banyak kegiatan seru yang bisa kamu kerjakan #CukupDariRumah, mulai dari memasak, berkebun, main games dengan keluarga di rumah, sampai bikin to do list biar pekerjaan beres! Duh, gimana-gimana? Penjelasan selengkapnya bisa kamu baca di sini ya!5 Kegiatan Seru di Rumahtapi itu semua juga enggak akan bisa berjalan semulus itu kalau kamu belum tau rahasianya. Duh... Rahasia apaan? Iya! Selama covid 19 saya menemukan 5 Rahasia Agar Betah di Rumah, mau tahu apa saja? Kunjungi artikel saya yang ini ya. Tips Betah di Rumah.



Besar atau kecil, tentu covid-19 ini berdampak bagi kehidupan kita. Mulai dari bekerja dari rumah, sekolah atau belajar dari rumah, bahkan berbelanja dari rumah. Perlu banyak adaptasi ke metode baru. Mulai dari pekerja, ibu rumah tangga, kakek-nenek di rumah. Jadi, sabar dulu. Semuanya tentu merasakan dampaknya. Mending kita isi ramadhan kita ini dengan hal-hal bermanfaat ya! Oke, jadi, di artikel ini saya akan cerita sedikit tentang kebaikan selama ramadhan yang saya dan…

Review Buku: I AM SARAHZA

akhirnya, review buku lagi!
setelah 4 buku alhamdulillah habis terbaca. 





judul: i am sarahza
penulis : hanum rangga
penerbit : republika

cerita ini bukan fiktif belaka, pengalaman langsung dari sang penulis bagaimana mengarungi bahtera rumah tangga dengan suami di luar negeri, dengan ambisi karier yang begitu besar, ia rela meninggalkan suaminya di negeri orang. setahun berlalu, ia mulai sadar, apa yang ia lakukan salah, ia sengaja membuat jarak itu ada diantara dia dan sang suami, padahal diluar sana banyak orang yang mengupayakan untuk bersama, namun tidak bisa karena berbagai hal.

entah lagi memang perasaan saya yang begitu sensitif sehingga ketika membaca buku ini serasa saya seperti Hanum, seorang perempuan alpha yang berusaha demi karier, sadar akan kodratnya, mengabdi pada suami, dan berusaha sekuat tenaga untuk memiliki buah hati. namun nasib berkata lain, 8 tahun menikah titipan Allah tak kunjung hadir. hadir, namun hanya bertahan beberapa saat.

merasa terpuruk, diabaikan, dicemooh …

Makanan Berkemasan? NO!

Hindari makanan dan minuman berkemasan.

Kemasan adalah bagian terluar yang membungkus suatu produk dengan tujuan untuk melindungi produk dari cuaca, guncangan, dan benturan-benturan terhadap benda lain. Apalagi selama pandemi begini, semua barang kayaknya di packing serapih dan seaman mungkin deh. Pastikan ketika paket nyampe, kamu semprotin dengan hand sanitizer dulu yaaa, kamunya cuci tangan sehabis ngambil paketnya. Mudah kan? Mudah banget.

Alhamdulillahnya ini lagi dine in, foto mah kan kapan aja bisa ya. Karena enggak ada rencana beli apa-apa terpaksalah meminta sendok dan cup dari mbaknya 😂



Sebisa mungkin diusahakan untuk tetap mengonsumsi minuman dgn kemasan yang minim sampah plastik. Walaupun pulang dari sini merasa bersalah 😞😢

Tips buat menghindari makanan dan minuman dlm kemasan:
1. Usahakan bawa tempat sendiri. Berhubung nggak mungkin makan gelato begini pake tumblr kaca kayak postingan sebelumnya yaaa jd lah minta mbaknya aja 😂
2. Kamu bisa bawa sendiri: sedotan, sendo…

Doa Sebelum Ramadhan Berakhir

Begitu banyaknya doa yang dipanjatkan setiap hari terutama di malam-malam bulan Ramadhan. Mulai dari diberikan kesehatan, rezeki yang halal, kemudahan ibadah. Tidak lupa pula memohon agar wabah ini segera berhenti dan menjauh dari negeri tercinta.

Namun doa hanyalah doa. Dapat langsung dikabulkan, diganti dengan yang lebih baik atau bahkan tidak diijabah sama sekali.

Intinya bagaimana hati kita menerima dengan lapang apa-apa yang memang dimudahkan bagi kita, itulah rezeki kita.

Shade them under your shade when there's no shade except your shame.



Kita tidak begitu sedih dengan perginya ramadhan, karena dia akan kembali. Akan tetapi, kita benar-benar sedih ketika dia kembali. Ternyata kita yang telah pergi.
Maka, jadikanlah puasa kami sebagai puasa perpisahan.
Jadikanlah sholat malam kami salam perpisahan.
Alhamdulillah masih ada sisa beberapa hari lagi sisa ramadhan. Meski satu rakaat, gunakanlah untuk berdoa. Sebuah tetesan air mata, mudah-mudahan mengubah hidup kita.

Semoga masih…