Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2018

Diam itu Sunnah

Selama hijrah ke ibukota, banyak hal yang membuat saya lebih memahami sisi dalam hidup. Dan semua diawali dari hal kecil nan sederhana. Kita hidup diantara orang-orang yang berlomba-lomba demi kehidupan dunia, tapi lupa kalau dunia ini hanyalah permainan saja, kehidupan sesungguhnya berada di akhirat nanti. Kita lupa kalau kita hidup hanya sebentar, bahkan kita lebih mementingkan istilah  YOLO (you only love once)  daripada hadist nabi, bahwa hiduplah untuk akhirat seolah-olah engkau akan mati besok. Terlalu banyak hal yang terbesit dalam pikiran saya dan perlahan-lahan harus diubah dalam menyikapinya. Salah satunya dalam hal Sunnah ini. Saya tidak akan membahas tentang sunnahnya. Tetapi satu hal sepele yang membuat kita akan mendapatkan pahala jika melakukannya. Mencela atau mengejek makanan, bagaimana?   Seringkah kita berbuat demikian? Hal kecil tapi berdampak besar. Kita hidup di zaman serba canggih. Kemajuan teknologi membuat sekali scroll, klik, makanan datang ke temp

Single is Origin

jadi kalian yang sedang pacaran di sana merasakan kebahagiaan ya? sama seperti sepasang kekasih yang ada di sebelah saya. modusnya sih belajar bareng, iya sih ngbahas soal, tapi cowoknya sambil ngelus-elus kepala si cewek.  emang udah yakin itu jodoh kamu? eh kamu yakin nikah sama dia yang ngelus-elus kepala kamu sekarang? mungkin ini semacam ngotot benci sama orang yang pacaran. tapi ketahuilah perlu banyak perjalanan hidup yang saya jalani sebelum nulis ini. mulai dari  diduain, diputusin pas lagi jatuh-jatuhnya, ditinggalin pas lagi sayang-sayangnya? atau karena nggak sesuku?  ah udahlah itu mah. bukan kesel, cuma dipikirin aja lagi buat apasih itu pacaran? ngabisin duit, ngabisin waktu, padahal kamu bisa nongkrong di gram*d baca buku, dibandingin nemenin pacar kamu nonton film yang kamu nggak ngerti padahal film apaan. bahagia mungkin iya. pas uang kamu sekarat, dia rela minjemin duitnya biar kamu nggak kelaperan karena belum dikirimin uang. atau kamu nggak ngrasa kesepian

Kata Bijak

Gempa?

Tidak ada yg tau artinya hidup sampai kita benar-benar akan mati Tidak akan ada yg menyia-nyiakan sampai akhirnya raga ini sadar bahwa dialah the one Tak akan habis gunung didaki kalau kita hanya mengeluh jauhnya pendakian hingga titik harus turun lagi Tak akan habis pantai dicapai kalau kita berdiam diri di rumah saja Apapun yg terjadi, bersyukur adalah hal terindah dari tuhan. Alhamdulillah, dgn rasa deg-degan sehabis gempa 5.6 SR - 28km baratdaya deli serdang, sumatera utara.

SBMPTN 2013?

at least, Allah mungkin tau aku setengah hati memilih jurusan ini. karena tentunya pilihan pertama adalah TEKNOLOGI PENDIDIKAN - UPI. so, tidak luluslah via jalur itu. tapi tidak hanya disitu, dari awal aku udah tidak terlalu optimis, mengingat jurusan yang hendak aku ambil sangatlah sedikit daya tampungnya, 50 saat itu dan itu UPI, kampus pendidikan ternama, jelas! karena aku berprinsip, “Kita harus menjadi yang bermanfaat bagi orang lain dan itu melalui banyak cara, termasuk memiliki pendidikan yang lebih tinggi daripada kedua orangtua kita”. di kala orang sudah pulang, kamu justru membahas soal kembali, sering sih di cemooh teman-teman karena sok kerajinan, gak capek apa, tapi demi meraih suatu tujuan, kamu harus rela berbuat apa saja. bahkan aku rela bangun jam 3 buat bahas soal lagi hehe. jadi jangan merasa tidak sanggup untuk menghadapi pindah jurusan tersebut, karena alah bisa karena biasa. memang, ilmu yang kamu dapatkan di 2 tahun terakhir berakhir dengan sia-sia, namun apa sa

Jarak

Jarak adalah segalanya. Sepanjang apapun kau berjalan, jarak adalah hal yang harus kau tempuh. Bukan benci akan jarak. Hanya saja sekadar tidak terlalu suka dengan kata itu. Entah apa salahnya. Entah mengapa rasa tak bisa jauh itu selalu datang. Masih kunjung takut untuk memulai hubungan kembali. Dia yang dulu selalu ada disaat goyah, yang selalu hadir dikala gundah. Tiba-tiba menghilang dengan alasan yang tak jelas.  Awalnya saling menguatkan, jarak bukan apa-apa. Kita bisa melalui bersama. Hanya diperlukan sebuah pesawat untuk mengantarkanku kepadamu, tak harus berpuluh-puluh jam, bukan? Hal-hal sederhana yang membuat yakin itu semakin banyak. Tak terhitung banyaknya. Tapi yang membuat aku kembali jatuh dengan jarak juga banyak. Ah entahlah. Setahun. Kita masih sendiri, menjalani hidup kita masing-masing. Saling menjauh dan bahkan tidak bertegur sapa. Meskipun terbilang cukup dekat pertemanan di kelas itu. Bukan, bukan rasa yang masih (ada). Hanya ingin menjaga jarak. Biar

Tak bisa dipaksakan.

Ada beberapa hal yang tidak bisa dipaksakan.  Salah satunya perasaan.  Secinta apapun kalau dia sudah jenuh, bagaimana?  Berpisah sebentar untuk akhir yang lebih baik bagi diri masing-masing adalah sebuah tanda kedewasaan dengan harap ke depannya memang hidup akan menjadi lebih baik. Kau rindu sejadi-jadinya ingin bertemu tetapi kalau dia biasa-biasa aja? Kalian tidak akan pernah bertemu.  Sama seperti kamu mengharapkan dia terus-menerus, selalu, tapi dia sudah bodo amat kepadamu. Masih nmau dipertahankan?  Jodoh bukan hanya tentang orang yang punya perasaan namun menurunkan egonya, tetapi berusaha memahami orang lain dan menutupi kekurangannya, bukan malah memperbesar kekurangannya, lalu pergi mencari yang lain.  Jodoh bisa dibentuk, tapi tak bisa dicari terus-menerus tanpa ada perubahan dari diri sendiri.

#ElsaReview Matahari Tere Liye

Judul   : Matahari Penulis   : Tere Liye Penerbit  : Gramedia  Tahun Terbit  : 2016  Kota Terbit  : Jakarta Tebal Buku  : 400 hlm; 20 cm Harga :  Rp. 82.000 ( http://tbodelisa.blogspot.com/ ) Jenis Buku :  Fiksi Tere Liye, seorang penulis berbakat yang dengan karya-karyanya, saya semakin semangat membaca buku lokal. Diawali dengan membaca Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, saya mulai menyukai satu demi satu tiap kata yang dirangkai di dalam novel-novel Tere Liye. Pulang, Ayahku Bukan Pembohong, Sunset Bersama Rosie, Sepotong Hati yang Baru. Bukan memuji, gaya bahasanya berbeda dengan novel lainnya. Bagaimana caranya menuangkan perasaan yang berlebihan tetapi dalam balutan kata yang tidak terkesan  lebay.  Saya semakin suka ketika nama saya digunakan di novel Rindu, walaupun sudah banyak yang menggunakan nama itu hahahaha! Dan, novel hujan yang saya pikir ceritanya begitu menguras perasaan, tetapi disampaikan dengan gaya yang berbeda. “Lapisan – lapisan bu

Meet up with Naela Ali

One of an inspiring person in my life. Selain keluarga, sahabat, teman, tapi kali ini penulis. Naela Ali. She’s a writer. An illustrator. Kenapa kak Nae menginspirasi saya? Sejak tahun 2016 saya mulai suka sama karya Kak Nae. Entah itu bukunya atau cuma postingan di instagram 😅🤣 Selain terinspirasi karena karyanya 👩🏻‍🎨🎨, ketekunan dan usahanya serta kasih sayangnya pada orang tua, bikin saya tidak salah untuk memilih beliau menjadi one of my inspirator.  And the first impression pas ketemu, pasti doi introvert dan kocak kalo udah kenal mah 😂 ternyata beneeeer, sepanjang talkshow kadang doi nyengir sendiri. Padahal lawakannya freak. But that’s her and I love it. Seperti berkaca pada diri sendiri, kalo udah di depan orang rame pasti rada aneh (padahal w mah emang aneh ya hm😶)  “Jangan lupa kerja keras! Boleh kita belajar dari orang lain, tapi bukan dijadikan sebagai bahan untuk menjiplak, tapi gunakanlah sebagai referensi kita. Karena sebenarnya kalau kita udh ‘all

Graduation Part 2

Seneng? iya! Tapi ketahuilah ini wisuda saya kedua setelah saya wisuda S-1. Ini adalah masa awal dimana saya mulai menginjakkan kaki di dunia kerja. Bahkan dunia start up. Ruangguru. We named it. Sebuah platform untuk belajar secara online. Saya mulai bekerja disini sejak September 2017. Banyak suka dan duka yang saya hadapi.  Awalnya sempat nggak nyangka akan betah sampai sekarang bekerja di sini dengan workload super banyaaaaak dan nggak ada habisnya. Ya kalo habis nggak kerja lagi dong ya :’) Specially thanks to Allah, my prophet Rasulullah, orang tua, keluarga, sahabat, dan teman baru di team Edu Content! I’m very happy to see you both! untuk kak Stef, yang udah menyempatkan waktunya memberikan sertifikat ini kepada saya. Thank a lot kak! You deserve da best, beliau terpilih menjadi salah satu mahasiswa pascasarjana di Hardvard University. Sempat ketemu, kerja bareng sama doi aja udah seneng banget! Walaupun dalam bekerja tetep, so many issues in our division.

Nikah Syar'i?

Nikah Syar'i? yay or nay? it's not  "I need to get married, I have to find someone" but try, "I have found someone, I wanna marry him." sebenarnya ini lebih ke hasil kajian yang saya ikutin hari kamis lalu. kenapa ikut ini? alasannya klasik sih, ingin berubah ke arah yang lebih baik. itu doang? yashhhh. semakin ke sini saya perhatikan semua orang semakin konsumtif, semakin pintar tapi semakin senang makan fast food. semakin banyak uang, tentu semakin banyak uang yang dihabiskan untuk hal-hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan. kenapa begitu? mari kita bahas satu-per satu. sama seperti hukum ekonomi. semakin banyak barang permintaan semakin sedekit, begitu pula sebaliknya. semakin banyak uang yang kita punya, semakin sering juga kita memfoya-foyakan uang yang kita punya. jadi, tidak jauh berbeda ketika seseorang punya harta, penampilan oke, dikenal banyak orang, kenapa tidak bermewah-mewahan? toh, nikah untuk seumur hidup, kan? begitu mungk

Ke-11-an POPBELA.com!

Ke-11-an POPBELA.com! from website popbela.com kesebelasan? apaan tuh? pemain sepak bola? pertama kali tau dan kenal popbela.com tentu dari internet. mungkin sekitar awal tahun lalu ketika saya iseng-iseng gabut dan cari artikel berfaedah demi mengembangkan niat untuk menulis (lagi). sesenang itu, ketemu artikel simpel dan memberikan informasi unik dan terbarukan.  banyak artikel yang muncul isinya sama-sama aja. kayak nggak ada bedanya. nah, ketika ketemu popbela.com ini saya ngrasa ada sesuatu yang beda. apa? Pertama, beritanya to the point! Nggak ngelindur ke sana ke mari. Kedua, website popbela.com tidak hanya memberikan info tetapi memberikan highlight penting. jadi, untuk anak kantoran seperti saya yang waktu buat megang hape juga pas-pasan  digital media pobela  ini emang pas banget! kenapa? saya nggak perlu read-scroll terus ke atas ke bawah, membaca detailnya, saya hanya perlu baca highlight dari tiap beritanya saja. mudah, dan menyenangkan bukan

Pelajaran Paling Sulit

Entah siapa yang berhak disalahkan ketika dua orang berada diantara hubungan yang tak ada hubungannya. Berharap suatu saat kelak ada seseorang yang mengalah lalu pergi. Atau seseorang luluh dan keduanya bahagia. Pilihan kedua hanya ada di kemungkinan kecil untuk terjadi. Jadi, ketahuilah pilihan pertama sering terjadi. Termasuk ketika seseorang berbohong kepadamu yang padahal kau tidak sedikitpun tau tentang orang itu. Kau hanya berusaha demi berusaha tanpa kau sebenarnya tau bagaimana diri seseorang itu adanya. Karena pelajaran paling pahit di dunia ini adalah melupakan orang yang sebenarnya mengingat kita paling banyak. Segala bentuk pemblokiran sudah dilakukan demi menjalin hal yang tidak pernah dijalin. Satu sisi kecewa. Tapi di sisi lain ada yang lebih kecewa. Toh kita bukanlah apa-apa. Biarlah waktu yang menjawab drama apa lagi ini. Bandung, 23 April 2016. Dengan rasa bersalah, saya memohon maaf tapi waktumu padat, tak sempat memaafkan.

Menang Lomba Resensi Novel Matahari - Tere Liye Gramedia

sebenarnya ini sudah lama sekali sejak saya terpilih menjadi salah satu peresensi yang masuk ke dalam tahap penjurian perlombaan ini. tetapi baru kali ini saya mengungkapkan rasa bahagia layaknya anak kecil diberikan lolipop dan permen karet barbie. sejatinya,  I'm soooooo happyyyyyy!! click on this link ya untuk info selengkapnya! rasa senang itu tidak boleh terlalu diumbar,  karena nanti kalau rasa pahit datang, tidak mungkin kita menghindar, kan? terima kasih banyak untuk Allah, orang tua yang taunya saya cuma iseng doang karena bosen ngbahas skripsi mulu ehe dan tentunya my favorite bookstore, Gramedia 🙏💕 dan teman-teman dunia per-media sosial-an yang rela-rela membaca postingan saya ehe. thanksfully guys. you're awesome! ps: hasil tulisannya akan diupload, soon yea. 

Describe a childhood memory.

Aku anak pertama dari empat bersaudara yang kesemuanya lahir di sebuah kota metropolitan di Sumatera, ya Medan. Aku adalah seseorang yang lahir dari perut seorang ibu yang melahirkan di atas tempat tidur di sebuah kamar di rumah nenekku sendiri. Ya, seperti anak rumahan berhubung lahir di rumah. Tapi nyatanya tidak, ketika kuliah justru saya yang melangkah jauh ke Jawa sana.

Kedua setelah Ayah

Apa rasanya jika kau mati-matian peduli tapi dia biasa saja? Meluangkan waktumu yang katanya tak ada apa-apanya. Berharap dia mengharapkan hal yang sama tapi nyatanya berbeda. Mencoba menerima keadaan tetapi begitu sulit untuk dirasa. Perempuan itu begitu, peduli setiap hari, tak kenal waktu, tak kenal dimana, dan apapun kegiatannya. Tapi yang disana tak begitu, seolah tak menghargai detik-detik yang dipedulikan. Biarlah, tak mengapa. Dibalik itu semua ada yang lebih mempertahankan seorang perempuan, yaitu ayahnya. Orang yang menenangkan, memenangkan, dan menyejukkan di kala hatinya sedang resah.  Tak perlu mengharapkan perhatian dari orang lain. Cukup disimpan sendiri perhatian itu, hingga waktunya tiba. Akan datang seseorang kedua setelah ayah yang mendoakanmu dalam diam. Berusaha tak menyakitimu walau ia perih. Tulang dari rusukmu yang hilang, yang patah jika diluruskan, namun akan mencekung jika tak dibimbing. Bersabarlah wahai hati.