Kedua setelah Ayah



Apa rasanya jika kau mati-matian peduli tapi dia biasa saja?
Meluangkan waktumu yang katanya tak ada apa-apanya.
Berharap dia mengharapkan hal yang sama tapi nyatanya berbeda.
Mencoba menerima keadaan tetapi begitu sulit untuk dirasa.
Perempuan itu begitu, peduli setiap hari, tak kenal waktu, tak kenal dimana, dan apapun kegiatannya. Tapi yang disana tak begitu, seolah tak menghargai detik-detik yang dipedulikan. Biarlah, tak mengapa. Dibalik itu semua ada yang lebih mempertahankan seorang perempuan, yaitu ayahnya. Orang yang menenangkan, memenangkan, dan menyejukkan di kala hatinya sedang resah. 
Tak perlu mengharapkan perhatian dari orang lain. Cukup disimpan sendiri perhatian itu, hingga waktunya tiba. Akan datang seseorang kedua setelah ayah yang mendoakanmu dalam diam. Berusaha tak menyakitimu walau ia perih. Tulang dari rusukmu yang hilang, yang patah jika diluruskan, namun akan mencekung jika tak dibimbing.


Bersabarlah wahai hati.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengen Liburan Bebas Cemas? Tokio Marine Aja!

5 Alasan Mengapa Kamu Harus Beralih ke CASHLESS

TRUST ISSUE? sehat nggak, sih?