Sabtu Sore




banyak hal sepele yang perlu di syukuri. tidak hanya memperdebatkan hal sepele nan receh tapi nyelekit.
“kenapa lipstik kamu merah banget?”
“pipi kamu abis di pukul sama orang ya?”
“loh kok kamu bisa putus sih? kan sayang udah 3 tahun”


hal-hal kecil yang sebenarnya nggak perlu dibahas. dan tidak penting untuk dipermasalahkan. saya menyadari, betapa mengomentari orang lain merupakan hal yang tidak ada faedahnya. apalagi menyebarluaskan perilaku seseorang yang belum kita ketahui sendiri kebenarannya.

ini sama kayak pas nonton gosip sih, kayak haduuuh ngapain sih ini nonton begini, ngomongin orang. iya kalau yang baik-baik. kalo misalnya ngbahas perceraian, duka cita gitu, haduh kan sedih nontonnya. sepele sih tapi kan efeknya kita tuh jadi gampang njudge orang.

atau nonton sinetron, pas keliatan artisnya nggak cakep gitu dikatain deh, ih boneng banget, harusnya giginya dirapihin ya, kok mukanya gitu sih, hidungnya filler deh kayaknya, suntik botox tuh pipinya. HADUHADUUUU gimana perasaan kalian saat ngdenger orang ngjudge begitu?

pelajaran seperti itu sebenarnya sangatlah mudah kita dapatkan dalam kehidupan sehari-hari. bahkan ketika kita tiba di stasiun kereta api, mengantri, lalu seseorang menanyakan sesuatu dengan lantang, kita langsung menjudgenya kasar, tidak sopan, dsb. padahal dibalik itu semua dia tumbuh menjadi seorang wanita dewasa dan menjadi ibu yang penuh dengan lemah lembut ketika bertemu anak dan keluarganya di rumah.

kita terlalu cepat ngjudge orang sesuka hati kita, tanpa tau bagaimana profil seseorang itu sebenarnya. apakah ini efek sinetron? atau efek pola asuh orang tua?
sebaik apakah kita hingga mengatakannya kasar, dan tidak sopan? perlahan tapi pasti. semoga setelah membaca postingan ini, kalian semua menyadari, bahwasanya: 
“Semua orang istimewa dengan caranya sendiri”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Alasan Mengapa Kamu Harus Beralih ke CASHLESS

TRUST ISSUE? sehat nggak, sih?

Anak itu Titipan