SBMPTN 2013?






at least, Allah mungkin tau aku setengah hati memilih jurusan ini. karena tentunya pilihan pertama adalah TEKNOLOGI PENDIDIKAN - UPI. so, tidak luluslah via jalur itu. tapi tidak hanya disitu, dari awal aku udah tidak terlalu optimis, mengingat jurusan yang hendak aku ambil sangatlah sedikit daya tampungnya, 50 saat itu dan itu UPI, kampus pendidikan ternama, jelas! karena aku berprinsip, “Kita harus menjadi yang bermanfaat bagi orang lain dan itu melalui banyak cara, termasuk memiliki pendidikan yang lebih tinggi daripada kedua orangtua kita”.


di kala orang sudah pulang, kamu justru membahas soal kembali, sering sih di cemooh teman-teman karena sok kerajinan, gak capek apa, tapi demi meraih suatu tujuan, kamu harus rela berbuat apa saja. bahkan aku rela bangun jam 3 buat bahas soal lagi hehe. jadi jangan merasa tidak sanggup untuk menghadapi pindah jurusan tersebut, karena alah bisa karena biasa. memang, ilmu yang kamu dapatkan di 2 tahun terakhir berakhir dengan sia-sia, namun apa salahnya kalau ilmu yang lama itu kamu manfaatkan untuk mengajari anak les lain di bimbel atau privat. lebih mulia bukan? jadi jangan takut untuk lintas jurusan dan orang yang lulus dari SBMPTN itu jauh lebih dihargai dan terhormat dimata siapa aja! remember it!


saya repost lagi postingan saya di blog sebelah. kebetulan udah nggak ingat apa passwrodnya huhu sekarang lagi marak SBMPTN kan ya? nah buat yang lagi usaha mati-matian buat SBMPTN pasti taulah susahnya gimana SBMPTN itu. tapi jangan bersedih dulu. kita pasti bisa kok!

kisah ini saat aku menghadapi SBMPTN 2013. SBMPTN. oke kamu semua pasti tau kalau yang ikut SBMPTN hanyalah orang-orang yang gagal di SNMPTN, gagal tahun lalu, atau keterlambatan daftar ulang di SNMPTN. ya, aku ada di opsi pertama, orang yang gagal di SNMPTN. flashback, di SNMPTN saya memilih 1. UPI Pendidikan Matematika & Pendidikan Fisika dan 2. UNIMED dengan opsi jurusan yang sama pula.

hal itu tentunya memotivasi aku sendiri untuk tetap bersemangat dengan pilihan pertama yaitu, UPI. karena pendidikan di Jawa adalah central of the change. pemikiran orang banyak, pilihan hidup yang semakin sulit ketika bertemu dengan orang-orang baru adalah hal-hal yang sangat penting bagi kehidupan kita. bukan berarti jika kamu disitu-situ saja kamu tidak akan berkembang, tapi cobalah, hidup itu diibaratkan seperti sebuah buku yang terdiri dari beribu-ribu halaman yang jika kamu hanya diam ditempat kamu hanya mencapai halaman pertama saja, tidak menjelajahi halaman demi halaman yang tentunya sangatlah berbeda dengan keadaan kamu sekarang.

untuk menghadapi SBMPTN, aku selalu sholat 5 waktu, sholat dhuha, tahajud (kalau kebangun hehe ><) patuh sama orang tua, keluarga, guru, disamping itu waktu les benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin, tapi kalau memang lagi bosan, bolehlah sekali-kali tidak masuk kelas, tetapi diskusi dengan tentor. sepulang les, tidak langsung pulang, bahas beberapa soal yang belum bisa kamu kerjakan kemarin, jadi cakupan soal kamu semakin banyak. dan jangan lupa untuk makan dengan pola teratur dan istirahat yang cukup. karena kalau kamu sakit, kamu gak akan bisa ngapa-ngapain. karena sehat itu mahal harganya, kawan!

nah buat SBMPTN juga, usahakan kamu memperoleh nilai yang tinggi di TPA (tes potensi akademik) karena soal-soal di TPA ini lebih banyak jumlahnya namun dapat dikerjakan dengan waktu yang singkat jika kita jeli membacanya. usahakan kerjakan soal yang menurut kamu dapat kamu kerjakan dengan cepat dan benar. jangan terpaku pada satu soal saja.

kamu harus lebih sering berlatih mengerjakan soal TPA ini, karena poin terbanyak memang diperoleh dari soal TPA ini. untuk kamu yang berasal dari jurusan IPA, namun hendak memilih ke IPS, tak perlu khawatir, kamu hanya perlu belajar pelajaran IPS saja, bisa dengan bimbel dan mengambil konsentrasi IPC, karena sebelumnya saya mengambil jurusan ini, jurusan yang nekat-nekatan, jurusan yang bukan bidangnya tetapi memaksakan diri untuk dibidangnya, jurusan yang orang-orangnya labil. aku patut mengakui bahwa dikampus itu akan lebih banyak cabang jurusan IPS, dan ruang pekerjaan tentu lebih banyak bukan? jadi IPA hanyalah beberapa cabang saja. jadi tak heran banyak yang mengambil jurusan IPS ini. padahal belum tentu pelajaran IPS tidak berkesinambungan dengan perhitungan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Alasan Mengapa Kamu Harus Beralih ke CASHLESS

TRUST ISSUE? sehat nggak, sih?

5 Alasan Mengapa Memilih Ruangguru!