Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2018

Day 5: Media Sosial, Penting Enggak Sih?

Media Sosial. Sebenarnya apa sih media sosial itu? Kalau ditelusuri sih, terdiri dari dua kata, yaitu media dan sosial. Media itu jelas ya, sebagai perantara, penghubung akan sesuatu. Sedangkan kalau sosial yaaa, kegiatan dengan orang lain, mulai dari keluarga, teman, sahabat, masyarakat, sampai ke luar negeri sekalipun. Nah, media sosial ini sebenarnya banyak banget. Kalau dulu ada friendster, helloo, ada facebook, twitter, path, sampai ke instagram, linked in, dan media lainnya yang saya sudah tidak begitu peduli hehe Dulu, zaman masih bocah udah nyoba main friendster, terus nyari tema bagus biar banyak yang ngadd, padahal kontennya unfaedah banget, mulai dari curcol, atau cuma kayak nulis playlist lagu doang. Tapi ya gitu, gitu ajaaa udah happy banget! Terus iseng pindah ke helloo, bosen, hapus akun. Ada facebook, bikin, twitter, path, gitu juga, padahal mah temennya itu-itu juga. Sampai akhirnya sadar, apa yang dibikin mau dikit, banyak, bentar, lama, pasti dimintai pertangg

Day 4: 5 Alasan Kenapa Bergabung dengan Blogger Perempuan Network!

Dulu, pertama kali join di himpunan pas waktu kuliah alasannya klasik, cuma biar ada temen main, sama yaaa karena diajakin aja, selebihnya nggak punya alasan khusus untuk gabung di satu komunitas. Sampai akhirnya di tahun kedua, I got a reason why I choose to join with them. Selain karena mengapresiasi apa yang sudah saya lakukan, yang terpenting saya melakukannya dengan bebas dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Mungkin ini yang dinamakan menyatu dalam hati. Sama seperti menulis dan memilih bergabung dengan BPN! Mau tau? Here we go! Pertama, jelas karena saya perempuan, maka saya memilih perkumpulan blogger perempuan. Setiap perempuan memiliki 20.000 kata/ per hari, berbeda dengan pria yang mungkin hanya sekitar 4.000-7.000 kata. Nah, kemampuan perempuan ini harus disalurkan ke arah yang benar, daripada berkoar-koar nggak jelas, mending nulis yakaaan. Kedua, gabung ke komunitas baru sama dengan mendapat teman baru. Secara nggak sadar, gitu ngposting tentang #BPN30DaysBlogC

Day 3: Alasan dibalik nama #LSPath

Kenapa memilih nama blog yang sekarang? Sebenarnya untuk menuju #LSPath itu dibutuhkan waktu yang sangat lama. Akibat sering berkecimpung di dunia jalan-jalan, bikin nama blog elsajalanjalan, cuma karena I'm officer and don't have so much time. dan isi blog nggak semuanya ngbahas jalan-jalan jadi yaaa, agak sulit untuk diterapkan sepertinya. Lalu beralih dengan alamat url elsanulis.blogspot.com agar hanya tulisan elsalah yang benar-benar terposting di sini, yaaa walaupun ngbahas beranekamacam.  Kenapa LS? Jadi, dulu sewaktu SMA pernah disingkat namanya oleh kakak tingkat dengan singkatan LS, karena L itu el, dan S itu kalo ditambah A yaa jadi sa wkwk harusnya jadinya el es sih yaaa yaudah gimana yang bikin aja. Nah, semenjak itu saya mulai suka menyingkat nama sendiri, mengingat menuliskan elsa, empat huruf itu rasanya melelahkan wkwkwk, tenang ini memang lebay. Nama ini terus disebut-sebut pas di kantor, tapi disebut EL ES, hmmm yaa gimana mereka ajalah. Cuma yaaa bi

Day 2: Tema Blog Favorit

Kalau ditanya tema blog favorit hmmmm rada sulit sih menjawabnya. Sebagai orang yang menyukai segala macam genre dan sangat moodswing. Saat ini mungkin saya sangat asyik membaca book blogger, tetapi ketika saya jenuh, menemukan hal yang saya rasa tidak perlu diungkapkan di blog, saya mendadak meninggalkan artikel tersebut dan beralih ke tema lain, misalnya ke travel-blogger. Pada dasarnya, selera tidak perlu diperdebatkan. Mau si A suka buku, si B lebih suka nonton. Si C makan bubur diaduk, atau si D makan bubur langsung hep tanpa diaduk, yaaaa bebas saja sih. Cuma kalau ditanya dari diri pribadi sebagai seseorang yang suka membaca, menulis, dan jalan-jalan, ini 3 tema favorit saya! 1. Travel-Blog Sepertinya semua orang suka dengan aktivitas jalan-jalan ya? Yaaa walaupun cuma ke simpang, Indomaret depan rumah, ngadem, lama, beli es krim satu buah, terus pulang. Atau lalu-lalang di stasiun demi nunggu KRL datang dan himpitan juga merupakan jalan-jalan? Dulu, saya penganut paham ini

#ElsaReview Burlian Tere Liye

halo! sudah pernah baca serial anak-anak mamak? sebagai anak sulung sekaligus punya adek 3 sama seperti cerita anak mamak ini, entah kenapa saya begitu merasa ngena dengan semua cerita di serial anak mamak ini. hanya saja, novel terakhirnya, Amalia belum saya baca. apakah di sini ada viewer yang bersedia meminjamkan novel bahkan membelikan saya? hahahaha ngarep judul: burlian penulis : tere liye penerbit : republika burlian, anak ketiga dari empat bersaudara ini adalah anak yang snagat spesial. ia lahir ketika suasana desa mulai mencekam, banyak hal menakutkan yang terjadi di belakang rumah. tanpa ambil pusing mamak tetap yakin kalau anaknya akan lahir dan sehat. bandalnya bukan kepalang, disuruh sekolah, ia malah mengajak abangnya, Pukat untuk bolos sekolah. mereka pikir mamaknya tidak tahu, tetapi apa? muncul hal-hal yang meyakinkan kalau mereka berdua bolos, tidak dapat dipungkiri sepandai-pandainya tupai melompat, pasti keliatan, nah sama kayak bocah yang mau nipuin m

#ElsaReview Eliana Tere Liye

sebelum Burlian, ternyata ada Eliana dan Pukat. kebetulan saya adalah orang yang tidak mengharuskan membaca berurutan untuk hal novel. karena yaaa ketika mampu, beli, baca, kalo tidak yaaa minjem dulu. atau selagi temen yang mau minjemin adanya novel apaaa yowes tak baca toh hehe walaupun Burlian duluan saya baca, tapi tidak mengapa ya kalau saya posting Eliana dulu hehehe judul : Eliana penulis : Tere Liye penerbit : Republika tahun terbit : 2011 Eliana, sulung dari empat bersaudara. nggak tau kenapa pas liat cover depan sama belakangnya aja sudah merasa seperti berkaca pada diri sendiri. yaaa tidak lain tidak bukan karena saya jugaaa seperti Eliana, sulung dari empat bersaudara, sampai urutan jenis kelamin anaknya pun sama, mungkin bedanya dia lebih dari saya, saya mah apa atuh heuheu BAIK. langsung ke resensinya yaaa Eliana adalah sang pemberani, ia rela melakukan apa saja kalo ia melihat memang terjadi ketidakadilan di daerahnya. sangat berani, jarang sekali gadis sep

Kita itu Sesuai Niat Kita

jadi, kemarin sore pas lagi siap-siap mau sholat magrib tiba-tiba ada yang nelfon, pas lagi azan di masjid. nomernya sama sekali saya nggak kenal. bingung antara mau diangkat atau nggak, tapi kalo nggak diangkat ntar saya dikira sombong. baik. saya angkat tuh buru-buru karena mau sholat juga. "halo!!" "iya, halo" "elsaaaa, ini martabak!" "woh, kenapa, magrib nih?" "keluar yok, kami lagi kumpul nih." "siapa aja?" "aku, bang bola sama bang basket" "oh, maaf nggak bisa hehe" "oh, yaudahlah sip susah orang sibuk" "lah haha maaf" begitulah kira-kira percakapan itu lewat telefon. tapi sampai sekarang nomer itu tidak saya simpan, kenapa? bisa jadi orang iseng, ya walaupun saya sudah yakin itu pasti nomer salah satu diantara mereka hahahaha kenapa saya tolak bertemu? pertama, jelas itu akan berdampak pada ikhtilat, saya sedang mencoba mengurangi hal-hal unfaedah begitu, udah mah

#ElsaReview Ayat-Ayat Cinta Habiburrahman El-Shirazy

lebih seru mana sih nonton sama baca? untuk orang seperti saya, membaca merupakan hal terbahagia selain jalan-jalan. kenapa? ketika membaca imajinasi saya liar berlari ke sana ke mari tidak bertujuan, membayangkan kisah yang saya sutradarai sendiri. termasuk ketika membaca novel Ayat-ayat Cinta ini. sejujurnya ketika membacanya pertama kali, saya masih SMP. jauh dari kata hidup normal dan dewasa, tapi ya tetep aja udah sok-sok mau cinta-cintaan hahahahahaha oke Judul Novel                   : Ayat-ayat Cinta Penulis                       : Habiburrahman El Shirazy Penerbit                      :  Republika-Basmala  Cetakan                       : Ke-7 Tebal Halaman                 : 419 Tahun Terbit                  : 2008 pas baca novel ini, filmnya belum tayang, tapi trailernya udah meledak dimana-dimana. berhubung mamak saya suka membaca novel juga, jadi awalnya sih doi beli, habis baca yaaa saya baca, daripada nganggur. selanjutnya baru nonton filmnya haha agar

#ElsaReview Pulang Tere Liye

finally setelah melewati ujian terbesar di Indonesia, kali ini mencoba mengumpulkan niat lagii untuk menulis. masih sama seperti sebelumnya, Tere Liye masih termasuk penulis favorit yang kisahnya selalu ngena di hati saya. mengapa? karena beliau selalu membahas kisah di rumah, perkampungan, sekolah, hidup yang seperti nyata adanya. dan tentang kepulangan, selalu ada part yang menyenangkan, tetapi sekaligus menyedihkan. novel ini saya baca ketika masih merantau di kota orang, jadiii kebayang ngga tuh kerasanya sendirian di kota orang hmm. baiklah, bismillah kita mulai resensinya ya. judul : pulang penulis : tere liye jumlah halaman : 400 hal penerbit : republika tahun terbit : 2016 SINOPSIS “Aku tahu sekarang, lebih banyak luka di hati bapakku dibanding di tubuhnya. Juga mamakku, lebih banyak tangis di hati Mamak dibanding di matanya.” Sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit. Novel