Day 5: Media Sosial, Penting Enggak Sih?

Media Sosial. Sebenarnya apa sih media sosial itu? Kalau ditelusuri sih, terdiri dari dua kata, yaitu media dan sosial. Media itu jelas ya, sebagai perantara, penghubung akan sesuatu. Sedangkan kalau sosial yaaa, kegiatan dengan orang lain, mulai dari keluarga, teman, sahabat, masyarakat, sampai ke luar negeri sekalipun. Nah, media sosial ini sebenarnya banyak banget. Kalau dulu ada friendster, helloo, ada facebook, twitter, path, sampai ke instagram, linked in, dan media lainnya yang saya sudah tidak begitu peduli hehe



Dulu, zaman masih bocah udah nyoba main friendster, terus nyari tema bagus biar banyak yang ngadd, padahal kontennya unfaedah banget, mulai dari curcol, atau cuma kayak nulis playlist lagu doang. Tapi ya gitu, gitu ajaaa udah happy banget! Terus iseng pindah ke helloo, bosen, hapus akun. Ada facebook, bikin, twitter, path, gitu juga, padahal mah temennya itu-itu juga. Sampai akhirnya sadar, apa yang dibikin mau dikit, banyak, bentar, lama, pasti dimintai pertanggungjawabannya. Sepele sih, cuma yaaa ini yang jadi trigger kenapa akhirnya enggak cuma hapus aplikasi, tapi benar-benar hapus akun.

Media sosial itu berguna banget sih kalau digunakan memang untuk hal-hal yang tepat. Oke, aku bahas beberapa ya...
Pertama, it's me, hal ini semacam pembuktian kalau saya ada di dunia ini, ini loh hasil pekerjaan saya, saya bekerja di sini, dan pencapaian lainnya yang niat kita memang untuk memberi tahu netizen saja.
Kedua, memberitahukan kabar bahagia juga bisa lebih mudah, cepat, dan hemat biaya jika dilakukan via media sosial. Bisa undangan nikahan, atau bahkan ada kabar berduka sekalipun.
Ketiga, media sosial dapat menjadi ajang berbagi ilmu. Semoga ini yang akan kita sebarluaskan di media sosial kita. Dan ilmu itu tidak terbatas, bisa tentang pendidikan, kesehatan, lingkungan, bahkan hal sepele dengan ngshare doa berbuka puasa. Masha Allah.
Keempat, menjual/mempromosikan barang/jasa juga dapat dilakukan melalui media sosial. Selain lebih hemat, customer langsung dapat bertegur sapa dengan sang penjual. Sehingga misscomm dapat berkurang. Baik itu punya kita sendiri, atau bahkan bantuin jualan temen, selain orang lain dapat infonya, temen juga akan terbantu dengan postingan kita.
Kelima, semakin mendekatkan diri kepada Allah. Kenapa? Saya follow akun kajian yang insha Allah selalu menginfokan terkait jadwal kajian di kota saya. Alhamdulillah berkat medsos saya dapat bertemu dengan orang-orang yang sedang ingin belajar hal yang sama. Bahkan di suatu hari saya bertemu adik kelas saya sewaktu SD. Masha Allah. Padalah sudah belasan tahun berlalu. Ini tidak hanya kajian saja, banyak kok workshop dan acara bagus yang bisa kalian temukan di media sosial.
Lima penjelasan di atas hanya sepersekian dari manfaat yang bisa diambil dari penggunaan medsos, tapi bahayanya ada juga, nih!

Media sosial emang bikin dikenal bahkan terkenal, bikin dihargai orang, tapi terkadang nggak jarang, ada hal yang sebenarnya sia-sia. Contoh sederhananya mantengin ig story orang seharian, tapi ya isinya cuma kayak postingan lagi makan dimana, sama siapa, nonton apa, lagi apa, yaa yang sebenarnya everyone shouldn't have know what are you doing, guys. Positifnya setelah menyadari tindakan unfaedah ini, saya mulai menyortir orang yang saya follow. Sekiranya pengen di unfollow tetapi teman dan postingannya tidak berfaedah, yaa saya hide saja hehe terkadang butuh ada usaha lebih untuk benar-benar membersihkan hati ini.

Kadang tidak sengaja ketika melihat postingan orang kita malah jadi ngata-ngatain. Misalnya, "ih, ini anak makan mulu, tapi enggak gemuk-gemuk, nih bocah main dulu, dia kerjanya dimana sih, gimana mau punya rumah nih kalau anaknya ngmall mulu". Maha benar netizen akan segala komentarnya. Cuma ya balik lagi ke kitanya, how to recognize apa yang kita lakukan supaya bermanfaat bagi yang lain. Walaupun akan ada cibiran juga, "Dih, instagramnya serius amat" yaaa salah mulu dah kayak raisa emang.

Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Sama kayak usaha yang kita lakukan kalau netizen menganggap kayak hal ngspam, yaudah, daripada promosi produk cuma karena dibayar kan lebih parah itu ya hmmm *no offense*. Atau ada orang yang screenshoot postingan kita lalu tanpa mencantumkan nama kita, wah ini banyak sih hehe :) apalagi foto yang diupload tanpa bookmark. Hak cipta itu penting, karena dengan begitu kita lebih menghargai hasil karya orang lain. Solusinya? Ya bookmark setiap postingan yang dirasa penting dan akan bermanfaat untuk orang lain, begitu pula dengan foto.

Kemudian, penyakit 'ain. Ini penyakit iri hati yang dengan melihat wajah seseorang, 'ain dapat hadir begitu saja. Innalillahi. Manusia di zaman sekarang ini sudah semakin canggih, jadi ada baiknya kita lebih memfilter apa yang baik dan tidak baik untuk kita share.

Media sosial itu toxic. Nah, bagaimana kita menggunakannya dengan bijak. Jadi, mulai sekarang kurang-kurangin deh upload yang kurang berguna, atau follow akun jualan yang produknya enggak akan kita beli hehehehe


semoga bermanfaat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Alasan Mengapa Kamu Harus Beralih ke CASHLESS

TRUST ISSUE? sehat nggak, sih?

Anak itu Titipan