#ElsaReview I AM SARAHZA

akhirnya, review buku lagi!
setelah 4 buku alhamdulillah habis terbaca. 





judul: i am sarahza
penulis : hanum rangga
penerbit : republika

cerita ini bukan fiktif belaka, pengalaman langsung dari sang penulis bagaimana mengarungi bahtera rumah tangga dengan suami di luar negeri, dengan ambisi karier yang begitu besar, ia rela meninggalkan suaminya di negeri orang. setahun berlalu, ia mulai sadar, apa yang ia lakukan salah, ia sengaja membuat jarak itu ada diantara dia dan sang suami, padahal diluar sana banyak orang yang mengupayakan untuk bersama, namun tidak bisa karena berbagai hal.

entah lagi memang perasaan saya yang begitu sensitif sehingga ketika membaca buku ini serasa saya seperti Hanum, seorang perempuan alpha yang berusaha demi karier, sadar akan kodratnya, mengabdi pada suami, dan berusaha sekuat tenaga untuk memiliki buah hati. namun nasib berkata lain, 8 tahun menikah titipan Allah tak kunjung hadir. hadir, namun hanya bertahan beberapa saat.

merasa terpuruk, diabaikan, dicemooh orang, direndahkan, diomongin sana-sini, beban mental yang begitu berat terlebih ketika berkumpul dengan keluarga. bukan tanpa usaha, mereka mengusahakan inseminasi, IVF, dan proses lainnya untuk memiliki buah hati. sampai ketika 12 tahun menikah, tepat ketika Hanum berumur 32 tahun, keluarlah hasil yang menakjubkan dari proses bayi tabung yang mereka lakukan.

qadarullah Hanum hamil. di satu sisi menyangkut masalah kehamilan, stereotype orang Indonesia selalu menyalahkan sang istri, padahal belum tentu. namun ini berbeda pada hanum rangga yang benar-benar sehat dan siap menghadpi keturunan malah belum diberikan Allah rezekinya. sementara orang lain bahkan yang tidak menginginkan anak begitu mudah diberikan Allah. gejolak dalam hati Hanum membuat ia merasa stress, depresi dan menjauhkan diri dari Allah.

alhamdulillahnya keluarga selalu mengingatkan akan kebaikan, jangan kufur nikmat, banyak hal lain yang perlu disyukuri selain hanya karena belum diberikan keturunan. Karena hidup itu bukan hanya tentang lahir, sekolah, kuliah, kerja, nikah, punya anak, punya menantu, cucu, REPEAT. Tidak.

hidup juga bukan hanya tentang keturunan, banyak hal lain yang bisa kita bahagikan, suami, keluarga. Bahkan mereka yang selalu ada suka terlupakan akibat terlalu fokus kepada sesuatu yang belum ada. 

Beberapa kali menitikkan air mata ketika membaca curahan hati seorang calon ibu ini. Ya jelas, suatu saat saya akan menjadi calon ibu juga insya Allah. Perjuangan Hanum membuat saya tersadar. Lah, gue masalah begini doang udah pusing? Doi 12 tahun dirundung pilu apa menyerah atau tetep berusaha. 









Sering kali kita melihat ke atas, dengan kekurangan yang kita punya. Tapi ingatlah kalo ke atas mulu juga pegel, butuh ada yang mengingatkan kita melihat dan bersyukur ke bawah. Jangan sampai kita menjadi manusia yang kufur akan nikmatnya.

Buku ini bagus sebagau pengingat ketika dirundung masalah. Tenanglah .ada Allah yang lebih besar daripada masalah kita. Cuma butuh kesabaran lebih aja. Rekomen buat kalian yang merasa hidup sudah tidak berguna gara-gara pencapaian hidup begitu saja.

"setiap tujuan membutuhkan perjuangan,
Setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan,
Setiap pengorbanan membutuhkan kesabaran,
Setiap kesabaran membutuhkan terminal bernama penyerahan,
Dan sebaiknya tujuan adalah kembali kepada Allah,
Seberat apapun masalah yang kamu hadapi,
Cukupkanlah Allah sebagai penolongmu."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Alasan Mengapa Kamu Harus Beralih ke CASHLESS

TRUST ISSUE? sehat nggak, sih?

Anak itu Titipan