tampak samping


Kunjungan di kota tercinta kali ini jatuh ke Istana Maimun. Tidak lain dan tidak bukan dikarenakan seumur hidup, ketika umur 23 tahun inilah baru merasakan sensasi masuk istana ikonik Medan ini. Lahir di Medan, tapi ke tempat yang ikon gini malah enggak pernah, ke kota lain, hmmm jangan ditanya hahahaha oke skip.

Lokasi Istana Maimun ini berada di tengah kota, kalau kamu berangkat dari bandara Kualanamu, kurang lebih bisa satu jam buat ke sini. Posisinya berdekatan dengan Masjid Raya Medan. Konon katanya, di zaman dahulu kala, para bangsawan melayu itu punya jalan tersendiri dibawah tadi yang menghubungkan antara Istana Maimun dan Masjid Raya Medan. Istana ini adalah peninggalan istana kesultanan Deli. Dibangun pada masa Sultan Mahmud Al Rasyid.

Kebetulan lokasi istana ini juga tidak begitu jauh dari rumah saya, jadi tidak ada salahnya mencoba masuk ke dalam. Enggak tau mengapa selama sekolah dulu enggak pernah diajak study tour ke sini ya? Pas kuliah baru ngeh hahaha.





Sesampainya di sana, dikenakan biaya sebesar 5000/orang. Sementara hari libur dikenakan 10000/orang. Untuk sekelas tempat wisata saya kira mahal banget sih. Kenapa? Keadaan gedung enggak begitu luas, terdiri dari 2 lantai sebenarnya. Cuma yang biasa dikunjungi lantai 2 aja. Ada bangunan di sayap kanan dan kiri. Tapi tetep beberapa ruangan juga ditutup. Tidak ada penjelasan mengenai istana. Yang banyak cuma ibu-ibu yang menawarkan penyewaan baju adat melayu. Sayang banget? Sayang. Saya kira akan ada tayangan atau edukasi yang bikin orang ingin dateng lagi ke sana. Misalnya dalam bentuk video, atau ada ruangan khususlah buat nonton sejarahnya. Tapi enggak, semua serba standar. Ibarat lewat rumah orang, disuguhin makanan juga enggak kan ehe.




Mungkin blog ini akan bikin kalian miris dan enggak mau dateng ke sini. Justru enggak, saya kepengen kalian juga merasakan gimana sensasinya ketika masuk ke ikon yang satu ini. Kenapa harus ke sini? Karena desain interiornya unik. Ada warisan budaya Melayu, dengan gaya Islam, Spanyol, India, dan Italia. 

Alhamdulillah kalau pada ke sana dan ada perubahan yang lebih baik. Soalnya gitu masuk ke gedungnya juga cuma ada mbak-mbak nyuruh bayar tiket sama naruh sepatu. Atau mungkin kita kudu mengajukan diri untuk beneran di educate ya ketika mengunjungi?

Dan kebayang kalo lagi ramenya bukan bisa menikmati keindahannya, malah ngeliatin orang banyak hehehe. Saya kira ke depannya perlu ada peningkatan sarana lah, masa ikon sekelas kota metropolitan gitu doang? Agak miris sih memang, cuma ya... Dinikmatin aja. Kan jangan ngaku pernah ke Medan kalau belum ke ISTANA MAIMUN hehehe. Selain karena besar di sini dan yaaaa namanya jugaaaa masih berkembang menuju maju kan...




Awalnya excited, lama-lama kok pemandangan di halaman sekitar bangunan juga kotor? Enggak enak banget mau liat yang ijo-ijo juga. Mau masuk ke meriam puntung bayar lagi 3000/orang. Kebayang, kalau anaknya tiga, 4x3000+4x5000= 12000+20000= 32000 belum kalau mau nyewa baju, biaya per orang kalau enggak salah 30000-an hahahaha worth it, enggak? komen di bawah! 



Buat yang ingin nyewa baju, kamu cuma dapat fasilitas minjem bajunya aja ya, sama make up lah tipis-tipis. Kalau untuk fotografer disarankan kamu bawa fotografer sendiri atau selfie aja hahaha buat nyewa baju kalau emang lagi musim ramai ya ramai, kalau enggak yaaa sepi aja gitu. Selain ada penyewaan baju, ada juga jual souvenir khas Medan. Yaa semacam oleh-olehlah. Kalau soal harga boleh dibandingkan sama yang dijual di pasar biasa aja hehe. Banyak pedagang kaki lima juga di sini, jadi bebas jualan apa aja. Jadi, kebayanglah ramenya hehe.

Dan untuk kamu semua yang ingin mengunjungi Medan, mampir ke sini, biar kamu bisa ngasih ide juga buat pemrovsu ini. Yang udah mampir ke sini bisa cerita juga gimana rasanya pas masuk ke tempat ikonik ini hehehe. Notes juga, di lingkungan gedung banyak yang jual makanan gitu kok, jadi jangan khawatir kalau kamu kelaparan. Parkiran juga terbentang luas.