Tradisi Lebaran Anak Medan

Assalamualaikum!

Berhubung tradisi lebaran saya sangat banyak, jadi yang keinget aja ya hahahaha. Sebagai orang Medan aka ada Mandailing dan ada Melayunya gitu, banyak banget hal-hal yang sering dilakukan yang berkenaan dengan adat menjelang lebaran. Sebenarnya tradisi apa sih? Tradisi adalah sebuah kebiasaan yang dilakukan berulang dikarenakan kesamaan agama, suku, waktu, negara, dsb. Tradisi ini biasanya dilakukan secara turun-temurun. Beberapa diantaranya adalah:

Pertama, mandi pangir.

begini tampilannya kira-kira

Sebenarnya tidak harus lebaran, menjelang ramadan saya dan keluarga juga terbiasa mandi menggunakan wewangian ini. Bahannya mudah didapatkan. Apalagi kalau di Medan, hmmm pajak mendadak banyak yang jual dedaunan wangi ini. Daunnya direbus terlebih dahulu, kemudian disaring, dan airnya digunakan untuk mandi. Namun beberapa tahun belakangan saya tidak mengerjakan ritual ini. Semakin banyak membaca ya semakin tahu, dan tidak ada ayat dan hadist yang menganjurkan menggunakan air pangir ini. Jadi, saya skip. Hehehe. Karena sebenarnya kita diwajibkan dalam keadaan bersih selalu ya, tidak harus menjelang ramadan dan lebaran.


Kedua, ketika lebaran menu masakan all the day tentunya: rendang, mie gomak, tauco, dan tidak lupa kerupuk. 

cookpad

Dan biasanya habis itu pada kolesterol semua, terus rame-rame pada makan nenas, hayo siapa yang begini? Pola makan semua hendak dilahap inilah yang bikin perut kadang shock. Karena asupan apa yang masuk ke dalam tubuh kita akan membawa efek ke masa depan. Dulu sih waktu masih kuliah, mikirnya semua bisa dimakan, ya jelas, segala yang pedas dari level 1 sampai 10, cilok, cilor, dan gorengan segala rupa, semua dicobain. 


Baca juga: Mudahnya Membuat Cilok

Apalagi Bandung surganya kuliner. Tapi apa? Qadarullah Allah negur, perut kamu kotor tuh, packagingnya enggak bersih. Mulai sadar diri dan bebersih makanan. Notes buat para gadis, ketika kamu menikah, gen yang akan berada di rahim kan berasal dari tubuh kamu juga, kalau asupan yang kamu makan tidak bermanfaat dan malah bawa masalah gimana?  Mau anaknya kenapa-kenapa? Tanggung jawab sepele memang, tapi yaaa harus disadari sejak dini. Biar pas makan mikir-mikir, enggak semua di makan. Ada hak anak di dalam perut kita yang perlu kita cukupi, salah satunya dengan makan yang halal dan bergizi ya. InsyaAllah kita semua sehat-sehat, Aamiin.


Ketiga, ziarah ke makam atok. Ziarah juga tidak memaksa ketika menghadapi ramadan atau lebaran. Cuma karena saya mudik, dan makam atok ada di kampung, saya perlu mudik di perjalanan dulu untuk bisa ziarah. Sehabis sholat Eid Fitri biasanya kami melakukan ini. Kalau dulu membawa bunga-bunga, air, kalau sekarang saya usahakan membawa air saja, biar tanahnya agak subur, kalau bunga-bungaan itu, hmmm dalilnya apa?

Keempat, bersilaturrahmi ke sanak saudara. 

CNB

Dianjurkan jalan pergi dan pulang ketika selesai sholat Eid berbeda. Mengapa? Agar semakin banyak karib kerabat yang kita kunjungi. Minta maaf juga semakin mudah kan, alhamdulillah kalau ditawarin makan. Anak kos mana suaranya hahahaha. Dan disinilah biasanya terjadi ngobrol basa basi yang sebenarnya basi. Mulai dari nanyain kapan wisuda, kapan nikah, kapan punya anak, kapan anaknya punya adik, kok kurus banget, kok ini kok itu dan lain-lain. Gimana menyiasatinya? KEEP CALM. BODO AMAT. 



Cukup kerjakan yang diperintahkan Allah dan jauhi larangannya. Mereka enggak pernah tau dan biasanya enggak mau tau seberapa besar usaha kita, senyumin aja hehe.

Kelima, saya dan keluarga termasuk orang yang tidak suka berdiam diri dirumah, kalau dirumah itu yaaa karena diluar hujan tidak bisa keluar, atau memang pengaruh wifi gratis ini bikin stuck enggak mau ke mana-mana. Biasanya saya suka searching dari sebelum mudik bahkan, tempat apa yang bisa dikunjungi, yang lagi hits juga gapapa hehe, atau sekadar nyobain makanan pinggir jalan. Alhamdulillah banget keluarga support ya walaupun drama di sana sini biasalah ya. Ini salah satu tempat yang kami datangi setelah lebaran Idul Adha kemarin, di sekitar rumah nenek. Eh jauh ding wkwk. Namanya Dolok Sipintuangin, kamu bisa cek di google ya. Khusus daerah Siantar dan sekitarnya. {Review tempatnya insyaAllah ya}, draft banyak banget wkwkwk.

sangkar burung ala-ala

bisa naik sepeda terbang gini juga wkwkwk

Nah, kalau kamu sendiri ada tradisi lebaran apa di keluargamu? Share yuk!

Komentar

  1. Kalo dari orangtua dulu banyak tradisi lebaran yang kami skip.
    Setiap lebaran pertama orangtua selalu rame di kunjungi orang2 karena Alm. Bapak dianggap guru.
    jadinya didatangi murid2nya.

    Lebaran pertama, seringnya udah cantik, habis tu nginem. Hihihi
    gak kemana2.
    sebelumnya masak yang banyak buat tamu.

    Kalo di keluarga kecil kami, beberapa tahun ini , membiasakan anak lebaran pertama, pagi2 udah bangun subuh trus mandi, sarapan,
    pergi shalat ied, sambil di jalan bertakbir lebaran.
    pulang shalat muter jalan lain.
    sampe rumah sungkem.
    Habis itu silaturrahim dulu ke tetangga. Baru lah berangkat ke rumah orangtua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah elsa jg guru, jd tamunya banyak kak hihi sama. semangat berlebaran kak hahah! wah makin rame dong nambah di bayiik

      Hapus
  2. Tradisi lebaran yg bikin khas adalah makanannya yak 😍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengen Liburan Bebas Cemas? Tokio Marine Aja!

5 Alasan Mengapa Kamu Harus Beralih ke CASHLESS

TRUST ISSUE? sehat nggak, sih?