Decluttering, Sulit Enggak Sih?

Bismillah.


Akhirnya setelah seminggu menulis saya menulis lagi. MasyaAllah kadang bukan waktu 24 jam itu yang kurang, tetapi kemampuan kita memanage waktu yang perlu di asah kembali. Masih belajar sebagai pemula dengan giat mengikuti perkembangan zero waste, jujur saja perilaku zero waste adalah perilaku yang paling sulit dikerjakan. Kenapa? Saya hidup di mana kemudahan ada dimana-mana. Mau beli makan, ya go food aja, tidak perlu naik angkot, kamu bisa pesan go ride dan langsung sampai ke tujuan. Mudah sekali, bukan? Nah, tingkah laku ini yang membuat kita sebagai manusia zaman now juga semakin konsumtif akan sesuatu. Membeli apa yang sebenarnya tidak perlu dibeli. Membeli karena tetangga membeli, kredit karena ya emang lagi tren aja gitu pakai pakaian begitu. Oke, sebenarnya hakikat dari kita membeli itu apa sih?



decluttering

Saya pribadi dulu ada orang yang suka mengoleksi novel, apalagi kalau penulisnya bang Tere Liye. Saya rela berpuasa selama kuliah demi membeli novelnya. Ya maklum mahasiswa. Setelah berhasil membeli, dibaca, direview, terus sudah. Beberapa teman yang tertarik untuk meminjam dan membaca ya, silahkan saja, namun itu hanya 5% dari jumlah mahasiswa seangkatan saya pada waktu itu. Setiap buku dihargai sebesar 60rb, dan ketika kamu punya 10 buah buku, 600rb uang kamu sudah terkorbankan. Bukan saya menolak pembelian buku, toh sampai sekarang saya juga masih membeli buku, apalagi BBW. Hmmm masih agak kalap juga, cuma lebih terkontrol. Mau baca pengalaman saya ketika di BBW Jakarta dan Medan? Check disini ya >>> Godaan BBW <<<. Kenapa bisa terkontrol? Ya, saya tercerahkan dengan postingan sebuah financial planner tentang keuangan, walaupun ketika itu bahasannya adalah kopi. Seberapa sering pesan kopi di coffee shop dan jika dikalikan ke dalam 12 bulan, berapa banyak pengeluaran kamu? Wah, itu juara sih saya langsung tersindir ke mana-mana hahaha.


Selain novel, saya suka membeli sesuatu yang menurut saya lucu dan bisa saya gunakan di kemudian hari, padahal nyatanya apa yang saya beli sama sekali tidak terpakai. Mubazir? Iya, saya salah. Saya semakin memahami bahwa ketika membeli sesuatu harus ada pengorbanan didalamnya, mulai dari waktu yang diluangkan untuk membeli, walaupun sekarang tinggal klik saja. Kemudian uang, ya jelas, semakin banyak uang yang kamu keluarkan untuk sesuatu coba di cek lagi sebesar apa manfaat tersebut? Perenungan diri sendiri ini yang membuat saya sadar kalau saya harus berubah. Kalau novel bisa dipindahkan ke e-book, tapi walaupun begitu sebagai anak visualis dan butuh sentuhan, saya perlu memegang kertas novel tersebut dan mencium aromanya. I don't know but itu semacam sebuah motivasi saya ketika membaca. Setelah dipikir ulang kan baru nyadar, dana darurat belum terkumpul, kok mau hedon gitu, LOL. Terkadang kita butuh tegas sama diri sendiri. Karena you can control yourself, but anyone else can't.


Zero waste berarti bagaimana caranya manusia hidup dengan minim sampah, karene tidak mungkin kita hidup dengan nol sampah. Ataupun jika ada sampah yang dihasilkan maka sampah tersebut harus kembali lagi ke bumi, seperti tanah, dsb. Untuk sampah organik mungkin bisa, nah anorganik? Oke. Untuk menjadi zero waster banyak cara mudah yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat, apalagi di Indonesia. Belum banyak yang peduli akan sampah ini. Nah, apa saja caranya?


Kompos, sudah jelas sekali ya, daripada sampah makanan dikumpulkan di TPA dan menjadi lautan sampah, apa salahnya kita pilah dan dijadikan kompos? Kedua, menggunakan shower (ini akan membuat air yang keluar lebih sedikit sehingga kita lebih hemat). Ketiga, matikan alat listrik jika tidak digunakan (ini sering banget sih, seperti colokan TV yang dicolokin seharian padahal sama sekali tidak digunakan. Recycle, ini pilihan keempat setelah semua barang yang kita miliki masih bisa dikompos. Berjalan dan menggunakan kendaraan umum. Makin ke sini banyak yang merasa males naik kendaraan umum, mulai karena ramai, bahkan injak-injakan. Sehingga banyak orang yang semakin membeli kendaraan. Tidak usah jauh, setelah Jakarta menerapkan sistem tol ganjil genap bagaimana pertumbuhan kendaraan di sana? Makin naik bukan? Karena ya orang sekarang tidak mau rugi, dia rela membeli mobil baru, kredit agar bisa tetap beraktivitas seperti biasanya. Tanpa khawatir akan transportasi. Lagian kan sudah ada MRT, baca disini >> Perdana Naik MRT <<



tumblr untuk apa saja

Gunakan tumblr, ini sangat sering dikampanyekan, agar setiap orang tidak membeli AMDK setiap hari. Kebayang sampahnya berapa banyak? Btw tumblr saya banyak, kalau mau boleh chat aja hahahaha. Selain tumblr, penggunaan tas belanja juga tidak sedikit memberikan dampak bahwa plastik itu berbahaya dan tidak dianjurkan untuk digunakan. Ada lagi? Tentu ada dong! Sampah pakaian juga merupakan sampah terbesar di dunia. Tidak percaya? Hmmmm baca ini! Saya jika sudah tidak suka dengan sesuatu tidak akan pernah saya gunakan sesuatu itu. Nah ke mana saya salurkan? Saya dahulukan keluarga jauh yang membutuhkan, kemudian ke teman-teman dekat. Bahkan saya mau bikin acara tukarbaju_! Cuma memang lagi cari partner untuk kolaborasi hal seperti itu. Dan yang terakhir struk belanja, hal ini sepele tapi kebayang tiap satu orang produksi sampah sebanyak 5 lembar struk, dikalikan 30 hari, dikali jumlah keluarga di lingkungan kamu aja deh. Banyak kan? Kecil sih. Tapi dampaknya besar kalau banyak. Informa sudah menerapkan paperless, jadi setiap belanja struknya dikirim ke email. Alhamdulillah. Perlu banyak perusahaan yang aware akan masalah ini. Bayangkan aja betapa sejuknya bumi kita kalau semuanya peduli dengan lingkungan.


Demi menjalankan zero waste tadi, minimal dalam sebulan sekali saya melakukan proses decluttering. Nah, apa itu decluttering? Decluttering adalah sebuah cara dimana seseorang menyusun, dan memilah barang yang ia miliki dan menyalurkannya kepada yang membutuhkan. Proses ini biasanya akan terlihat mana barang yang masih penting atau tidak, masih bisa dinikmati atau tidak. Kalau saya lebih melihat penting atau tidaknya. Karena kalau sudah tidak penting dan bermanfaat bagi saya biasanya saya dan keluarga mengirimkan barang tersebut ke bank sampah. Kebetulan dilingkungan saya ada, di Medan Denai. Kalau kamu, sudah cek belum ada bank sampah atau tidak?


Apa saja kiatnya? Ini merupakan pemaparan dari lyfewithless, kamu bisa belajar banyak hal disana. Terutama untuk belajar melepaskan. Kiatnya adalah, pertama gunakan 1 in 1 out, setiap kamu membeli 1 baju baru, kamu harus merelakan 1 baju kamu keluar dari lemari. Kedua, biasakan ketika membeli baju, bahannya yang baik bagi alam, sustainable gitu, jadi bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Ketiga, Pikirkan lagi apakah barang ini benar saya inginkan, saya butuhkan atau hanya mengikuti teman segrup saya? Atau hanya agar pencitraan biar dibilang keren. WOW. Jangan sampai yaaa begitu.


decluttering ketika ramadhan kemarin

Keempat, ajak teman untuk melakukan decluttering, jika dirumah kamu bisa mengajak adik, kakak, atau orang tuamu. Semakin dikit barang kita, semakin cepat kita di hisab nanti. Lagian untuk apasih banyak-banyak barang? Banyakin amal, baru bener hehe. Kiat kelima yaitu donate/sell/swap. Kamu bisa menjualkan kembali, mendonasikan kepada yang membutuhkan, bahkan menyewakannya. Cocok nih yang kemarin pas nikah bikin baju sendiri, disewain aja, daripada di lemari toh kamu enggak pakai juga kan, penuhin lemari aja wkwkwk.


pembalut kain; cotton pad

Nah, saya sendiri sudah berhasil berhenti membeli barang-barang ini, diantaranya: kapas, saya berganti ke cotton pad; lalu kutek, tidak membeli lagi karena kuku saya rapuh (asalkan gak hati aja pfft); kemudian pouch, nah bagi kalian semua yang berminat membeli barang preloved akan saya berikan pouch atau totebag bahkan tumblr, banyak banget soalnya hehe. Untuk kotak sepatu dan anting sudah tidak pernah. Lupa terakhir beli sepatu kapan hehe, dan untuk phone case saya hanya punya dua, itu juga custom dan yang karet sudah sobek, sisa yang plastik melanin keras gitu, cuma ya ditahanin aja hehe dan terakhir souvenir, ini hal yang paling sering saya tolak apalagi kondangan. Saya merasa tidak membutuhkannya dan kalau saya ambil toh tidak ada yang menggunakannya dan cenderung menjadi sampah hmmm agak judes memang, tapi ya tanggung jawab saya juga kalau sudah saya ambil :))


Ketika decluttering kalian pisahkan menurut keadaan kalian, butuh, benerin, jual, hal ini akan memudahkan barang itu untuk dikemanakan. Sebenarnya apa sih manfaatnya? Untuk saya pribadi memang lebih suka minimalis. Sehingga otak saya cenderung lebih rapih dan terarah. Saya bisa tau bagaimana diri kita bebas, hidup tenang, dan ikhlas serta berlapang dada jika ada harapan yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Intinya sesuatu itu tidak sulit selama ada niat dan kemauan. Apalagi untuk decluttering ini.


Setelah cek dan ricek, saya memutuskan membuat akun untuk barang preloved saya, kalian bisa cek di sana, harganya juga sudah tertera. Pembelian min 2 barang sekaligus akan ada pouch/ tumblr/ totebag. Kuy diklik link nya >> prelovedbyelsahlbs <<

Komentar

  1. Ini tugas emak ni yang kadang gak sempat. Padahal harusnya decluttering ini dilakukan secara rutin biar gak membludak pas pengerjaannya. Tapi emak baru lakukan pas sadar isi lemari kok udah gendut.
    Baru laaaah mulai kerja.
    Thanks Elsa, udah ingetin ♡

    BalasHapus
  2. duh kak, aku juga serigitu. beli banyak barang karena kalap diskon, terus sampe baru sadar lagi dengan barang yg belum terjamah waktu barang itu udh gk happening lg dong. cocok kali lah decluttering ini buat ku.

    BalasHapus
  3. Waktu seumur elsa (berasa dah tua), awakpun suka kali beli barang imut yang gak penting.

    Iket rambut seabrek2. Pdhal yg dipake sehari2 cuma satu dan dah mau lagi, yg cantek2 tu tak dipake2

    Inhale exhale

    Skrg dah agak sadarrr..
    Dah emak2, banyak kebutuhan lain yg lbh emerge.

    BalasHapus
  4. Waahhhh...keren elsa..tersindir bgt saya😁 ini agk mirip2 metode beberes ala konmarie ya..
    Oia,..bank sampah yg di denai itu dmn alamatnya? Pengenlah sesekali nnti kesana, drpd ketumpuk di rmh

    BalasHapus
  5. Aku juga kebingungan kalo lemari udah penuh. Lalu beberes, pilih-pilih, banyak banget baju aku dan suami yang lalu dikasi ke orang. Trus aku beli baju lagi, wkwk... FYI, aku jual gamis preloved juga lohhh,, hehe..

    BalasHapus
  6. Note banget ya kak. kadang kita tergoda beli barang tapi tidak dimanfaatkan. Sekarng juga lagi mulai zero waste. Bawa tumbler ke mana-mana. Untungnya kalo di Medan ada beberapa tempat kita bisa refill air seperti Mesjid Al-Jihad atau Cafe yang bisa dideteksi dengan aplikasi "RefillMyBottle".
    BTW bank sampah di Medan Denai dimananya kak? saya juga tinggal dekat denai

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah sudah menerapkan konsep decluttering ini (baru tau istilahnya) sejak saya punya anak, hanya beli yg penting2 saja. Memang konsep ini bagus sekali buat menerapkan hidup hemat

    BalasHapus
  8. Keren Els.
    Kalo decluttering baju layak pakai biasanya kami lakukan setiap jelang Ramadhan.
    Untuk yg zerowaste belum bisa maksimal. Pak suami belum terkondisikan.
    Masih pake popok sekali pakai juga para bayi dirumah

    Moga kami bisa nyusul ber-zerowaste ya

    BalasHapus
  9. Bagus ini, soalnya kk jg tiap bln dan tiap tahun apalagi sebelum. Lebaran, drpd beli lemari baru bagus baju baru yakan yg lama disumbangkan. Berlaku jg buat benda lainnya seringnya kosmetik. Hehee

    BalasHapus
  10. Tahun lalu saya udah pernah juga gelar decluttering dalam rangka menerapkan metode bebenah ala Konmarie. Tp sayang gak tuntas huhuu... Sebagian masih berantakan deh. Sukses project preloved-nya yaa Elsa

    BalasHapus
  11. Selama ini suka kalap sih kalau liat novel dan buku lainnya kak. Apalagi ada unsur etnik gitu. Tapi, biasanya gak langsung beli. Ke perpustakaan cari bukunya. Mau beli uang jajan aja Ndak cukup hihi. Thanks for information

    BalasHapus
  12. Masih jadi PR terbesar ni. Aku kemarin ingin nerapin buku "goodbye things, Hidup minimalis ala orang Jepang" but ternyata berat juga >.<

    BalasHapus
  13. Mantul artikelnya sangat bermanfaat kk

    BalasHapus
  14. Buku masih belum mampu menahan diriii 😭
    Tahun lalu itu Mizan store gila banget promo, dan jadi banyak tbr buku 🙈
    Tapi sejak baca hal2 zerowaste, minimalis di tahun 2019, kemarin ada promo 17an, aku masih bisa bertahan
    SESUATU BANGET INI 🤣 makanya nanti bbw gak usah datang daripada tergoda kembali xixixi

    BalasHapus
  15. Bagus nih Zero Waste...

    Ca, kalau buku Tere Liye mau di Zero Waste kan, buat aku aja yes. #eh

    Aku suka banget sama Tere Liye.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TRUST ISSUE? sehat nggak, sih?

5 Alasan Mengapa Memilih Ruangguru!

Day 8: Nivea Intensive Moisture, Solusi Tepat untuk Kulit Kering!