Bercanda Bareng Marchella FP - KTBB

Bercanda Bareng Marchella FP
Bismillah. Sebelum kalian membaca postingan ini, tolong jauhkan diri kalian dari ekspektasi bahwa saya akan membahas hal penting sekali.

Akhir-akhir ini saya selalu dikejutkan dengan permasalahan di kantor. Mulai dari kesalahan yang murni saya kerjakan, sampai ke pekerjaan yang bukan jobdesk saya, tapi saya dibawa dan disalahkan. Menangis adalah hal yang jarang saya lakukan, namun di minggu ini rasanya kok mudah sekali air mata ini mengalir. Siapa sih dari kita sebagai manusia yang mau disalahkan? Tentu tidak ada. Menjadi korban emosi orang lain akibat kesalahannya sendiri? Apa kamu pernah? Ya, itulah yang saya alami. Otak saya begitu lambat merespon hal begitu, perasaan saya sakit, tapi ya harus profesional. Saya dilahirkan dari keluarga berattitude dan jarang sekali marah. Maka, ketika seseorang melihat saya, menatap mata saya bahkan hingga melotot dan menghentakkan meja di dekat saya, saya hanya mampu diam. Energi saya sudah terkuras habis di pekerjaan dengan mengerjakan jobdesk saya, saya tidak mau menggunakan energi saya dalam bentuk emosi dengan orang yang bahkan saya tidak kenal baik. Hanya pernah berbicara beberapa kalimat saja.

Baper? Of course. Semakin ke sini, banyak orang yang semakin cuek tetapi banyak juga yang semakin peka akan sesuatu. Saya mungkin termasuk orang yang semakin peka dan peduli akan sesuatu. Walaupun banyak dibilang, duh jangan baperlah, alah gitu ajapun udah kepikiran. Everyone has their own way, mungkin yang menurut kita hal sepele, bagi dia itu hal besar karena dia dulu pernah punya masalah berhubungan dengan itu. Tapi coba kita sadari, perasaan itu ada, dan benar-benar valid rasanya kalau kalian bisa merasakan.

Semakin banyak kita kenal dengan orang baru, lingkungan baru, tentu seharusnya kita semakin memahami keadaan sekitar kita. Kalau tidak, coba pikirkan apakah ada yang salah di kita? Apa memang kita sudah bodo amat? Atau hati kita ada dimana? Kita adalah hasil dari masa lalu, masa sekarang, dengan gaya parenting orang tua kita, dengan lingkungan kuliah dan kerja di masa dulu dan masa sekarang yang tentunya membentuk pribadi diri kita sendiri. Kita happy tidak menjalani hari? Kalau iya, coba besok lebih semangat lagi. Kalau tidak?Coba cari solusi yuk agar kita happy. Bukan tidak bisa marah, bisa. Tapi emosi yang saya keluarkan berbeda, dengan air mata. Hal yang beberapa orang marah-akan sikap saya-adalah saya yang terlalu baik, tidak melawan. Mungkin ada satu hal yang tidak pernah bisa saya ubah dari dulu, "kalau orang jahat dengan kita, maka balaslah dengan kebaikan, kalau kita balas juga dengan keburukan, apa bedanya kita dengan orang tersebut?"

Apakah kalian pernah mengalami hal yang sama? Kalian tidak salah tapi malah disalah-salahkan? Lalu bagaimana kalian menghadapinya? Kejadian demi kejadian, saya dijadikan luapan emosi orang lain, yang berakibat saya mengharuskan diri mencari lingkungan baru, lingkungan yang menerima saya dengan pelukan bahagia. Bukan dengan pelukan penuh tatapan takut rezeki akan diambil oleh saya. Loh emang saya siapa? Kok bisa ngcancel rezeki orang? Setelah kejadian ini saya belajar lagi ilmu tentang rezeki bahwa kita tidak akan meninggal sebelum semua rezeki kita yang dijanjikan Allah akan Allah berikan selama di dunia. Dan tidak ada istilahnya menghalangi rezeki. Itu hanya pola pikir kita saja yang tidak yakin akan Allah. Bahkan sejak di kandunganpun dengan berbekal makanan dari ibu, mampukan kita lahir dalam keadaan sehat wal'afiat? Jadi, kok nyalahin orang lain? Bahkan khawatir diambil orang lain? :))


Perut kenyang, hati senang
Mungkin di tulisan ini saya terlihat menggebu-gebu ya. Jelas, seminggu ini hati saya memang tidak karuan. Ditengah masa datang bulan, orang-orang berubah menjadi monster yang tidak punya hati. Beragama? Iya, namun memang semua manusia itu punya sifat gelap. Sifat gelap ini meyakinkan saya bahwa tidak ada manusia yang sempurna, begitupun saya. Saya sudah menginginkan acara ini jauh-jauh hari. Ketika NKCTHI terbit, saya excited tapi masih menunda sampai akhirnya ada junior yang menawarkan bukunya untuk dipinjamkan. 3 jam, habis, ludes. Menangis? Tidak. Mungkin kala itu saya sedang baik-baik saja. Masuk ke buku keempat, KAMU TERLALU BANYAK BERCANDA. Saya kira ini relate dengan kehidupan masa kini yang mendambakan hal-hal baik dan positif terjadi namun menolak adanya kejahatan dan keburukan didalamnya. Ini yang saya alami. Tidak bisa menerima penolakan dari orang lain, merasa tidak dihargai, direndahkan, dan disepelekan. Dan semakin menyadari, saya tidak bisa kalau terus mengingat masa ketika 'mereka marah dan membentak saya walau hanya dengan gertakan meja dan via telfon.'

Masih lengket di kepala saya acara kemarin siang. Memang benar kata kak Cecel, alias Marchella FP, "energi negatif sedikit saja itu mudah untuk tertular. Hanya membaca DM di instagram, ya sekitar 3rb sampai 4rb DM tiap hari dengan masalah yang berbeda-beda. Dan tahu apa yang terjadi? Saya terasa larut di dalam masalah tersebut dan itu berat untuk saya." Selama acara kami selalu tertawa, hanya ada beberapa guratan kesedihan ketika ada penanya bertanya tentang toxic, depresi, dan hal lain yang saya rasa sulit untuk saya tuangkan di sini. Dengan MC kondang, kak Gita Bhebhita, suasana memang begitu mudah mencair. Sebagai anak medan asli dengan logat dan guyonannya itu kami semua mampu terpingkal-pingkal. Bahkan ketika kak Cecel terharu dan terkesima ketika menganggap orang Medan memang sangat ramah tamah. Sampai begitu sampai di Medanpun, suara klakson mobil dan motor tidak berhenti berbunyi. Seolah klakson tersebut bernada: "Assalamualaikum kak Cecel, selamat datang di Medan!". Dan dengan polosnyalah kak Gita berkata, "Cel cel kok polos kali kau, baek kalilah kau, orang klakson ribut-ribut kau bilang ramah tamah, gak ngerti aku, Cel". Dan itu sekocak itu.

Tidak ada makan siang memang, tapi dengan adanya minuman good day, hari itu memang menjadi hari yang benar-benar GOOD. Seolah-olah kami semua larut dalam acara dan lupa dengan permasalahan yang ada. Lupa dengan pekerjaan yang tidak kunjung usai, dengan tagihan CC, dengan investasi bodong yang menghantui setiap hari. Bahkan sampai lupa lagi ada penyakit yang menggerogot di tubuh. Hidup ini memang butuh dinikmati, guys.

Worth it lah 125rb dapat segini banyak :))
Almost yang dibahas adalah buku KTBB yang ditulis oleh kak Cecel. Honestly, saya baru beli ketika acara berlangsung. Ya dengan harga 125rb, saya memang sedang masa penghematan terutama dengan buku. Karena masih banyak buku yang saya punya hutang untuk membacanya. Jadilah ketika registrasi saya download aplikasi blibli.com dan membeli buku KTBB ini. Nyesal? Tidak. Selain ada buku KTBB, ada kaos, tandatangan kak Cecel, stiker, surat, dan bisa foto bareng kak Cecel di cetak di polaroid aja sudah happy hehe. Belum lagi ditambah produk wardah yang super banyak. Baik banget!


Duduk jauhan, lalu deketan.

Selain bertemu dengan baru saya juga diberikan semangat dan pemahaman baru, Bahwa fitrahnya manusia itu baik, hanya bagaimana kita memandangnya.

Jika manusia itu pemarah, egois, mungkin ada luka di dalam dirinya yang belum sembuh. Ada sebuah perasaan yang ia kubur dengan sengaja, padahal ibarat pil pahit, obat itu memang harus ditelan jika ingin disembuhkan. Coba, kalau ada luka disembuhkan dulu sampai kita benar-benar bisa menerima dan ikhlas. Dan ini memang berat. Tidak semua hal bisa diburu-buru. Dan pada akhirnya semua manusia itu belajar. Belajar menjadi anak yang baik, pegawai yang baik, orang tua yang baik, tetangga dan teman bahkan pasangan yang baik. Hal apa yang bisa kita ambil? Kenali dulu diri kita, kalau kita emosian dipikir lagi, buat apa? Setan itu seneng banget memang menggoda manusia. Berserah diri sama Allah itu memang hal terbaik selama hidup. Mulailah mencari aktivitas yang kehadiran kita menjadi lebih baik jika ada didalamnya, bisa dengan membaca, olahraga, menulis, bahkan curhat yang ujungnya postingan seperti di blog saya ini hehe.

Toh kalau mau hidup enak ya nanti di surga, sekarang usaha dulu, banyakin ibadah dan bermanfaat bagi orang lain. InsyaAllah ya.....

Komentar

  1. Untuk jadi baik itu memang butuh latihan ya.. Latihan maha panjang... Semoga pertemuan pertemuan dengan manusia bhaique seperti ini, membaca tulisan terbhaique semacam tulisan elsa ini juga bisa menggugah untuk semangat menjadi baik...

    BalasHapus
  2. Bukannya kata Rasul, terlalu banyak bercanda juga gak baik kan yak huhu, bikin hati mati 😭 btw aku gak jd ke acara ini, padahal seru ya 👍

    BalasHapus
  3. Pernah punya temen kantor yang begitu.
    Nah, setelah saya pelajari sikapnya ternyata emang "marah di depan orang banyak" adalah hobinya atau caranya supaya dianggap superior di hadapan orang2. Bahasa mudah nya "oooh, dia memang berpengaruh".

    Nah, ketika dia mencoba membuat hal yang sama sama awak, awak biarkan dia ngomong trus tinggal. Jadi, dia berasa action dia itu gak laku sama awak.

    Nah.. tinggal merubah view kita. Anggaplah hati kita seluas Danau, jadi kalo ditabur garam gak ngaruh. Kalo cuma seluas gelas, kita ikut asin.

    Jangan buat sikap orang yang negatif membuat kita ikut negatif. Bahagia ada di tangan kita ..

    ♡Elsa

    BalasHapus
  4. Aduh nyesal kk gak datang ke acaranya padahal ada dapat email juga dari blibli ttg acara ini, harga 125rb worth it lah dgn bonus2 yg kece dan acaranya pun kece banget :D

    BalasHapus
  5. Jiahh cb acaranya gak hr Sabtu ya... Insyaallah diusahakan dtg. Suka kalilah acara² berenergi positif macam ini. Happiness is contagious. Keep smiling, Elsa. I'm Anna, lohh...teringat Frozen jadinya. Tfs yaa

    BalasHapus
  6. Di kantor juga sering terpengaruh hal-hal kayak gini kak. Menghadapi sikap dominan orang, lain di depan dan di belakang, rela mengorbankan pertemanan demi jabatan,, ahh.. egois sekali manusia-manusia itu. Makanya coba cari komunitas yang bisa buat kita berpikir untuk kebaikan, membuat kita sadar klo rejeki itu mah udah ada yang ngatur. Dengan begitu, energi negatif dari kantor bisa hilang pelan-pelan dari diri kita.

    BalasHapus
  7. Sebenarnya energi negatif maupun positif itu memang mudah menular. Contohnya saja jika anak rewel, emaknyapun bakal ikut uring-uringan. Hehe... Btw keren nih acaranya. Ikut acar begini bisa merechange semangat kita lagi

    BalasHapus
  8. Yah ujian semacam Elsa kemaren udah lewat, eh dpt lagi ujian lebih parah dr kemaren,, tp krn udah sering latihan jd ga nervous lg ngadepin org2 yg kebanyakan bercanda itu. Perlu hati yg luas ngadepin nya, ,semoga kita kuat.

    BalasHapus
  9. kota medan selalu banyak acara jdi enak selalu dapat topik tulisan :( beda kyak di daerahku jarang :')

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengen Liburan Bebas Cemas? Tokio Marine Aja!

5 Alasan Mengapa Kamu Harus Beralih ke CASHLESS

TRUST ISSUE? sehat nggak, sih?