5 Alasan Mengapa Kamu Harus Beralih ke CASHLESS

Pergi ke kantor buka aplikasi, bayarnya via aplikasi. Saldonya habis? Ya tinggal transfer aja via internet banking. Lagi laper, mau pesan makan, tinggal pesan online, makanan nyampe di tempat tujuan dan bayarnya? Via saldo aja! Belum lagi kalau mau belanja di mall, tinggal sebutin no handphone, barang sudah jatuh ke pemilik barunya. Mudah banget sih. Tapi apakah semua dari kita sudah menuju ke perubahan tersebut?

Anak muda di 2019 tentu sudah biasa mendengar istilah cashless. Ya, tidak hanya anak muda, bahkan generasi milenial hingga baby boomers sudah ada yang fasih menggunakan metode tersebut. Cashless living? Hmmm. Menarik sepertinya, tapi apa sih sebenarnya cashless itu? Cashless adalah metode pembayaran tanpa tunai yang dilakukan oleh seseorang dengan bantuan mesin tertentu, bahkan bisa menggunakan smartphone saja. Tapi sejauh apa sih keuntungan cashless itu sendiri? Mudahnya cashless memang mengurangi produksi percetakan uang, namun masyarakat juga bisa menjadi lebih konsumtif, bukan?


Berikut ini lima alasan penting mengapa kamu semua harus beralih ke cashless mode. 


Pertama, menurut studi dari McKinsey and Co. dan Ocean Conservancy, Indonesia penghasil sampah nomor dua di dunia setelah Cina. Sampah sudah menggunung. Kebanyakan sampah Indonesia berasal dari plastik dan limbah rumah tangga yang terbawa ke laut. Semakin konsumtif seseorang, umumnya sampah yg dihasilkannya semakin banyak. Mau itu pakaian, makanan, furniture, bahkan gadget. Tapi terpikirkan tidak oleh kita, ke mana sampah itu dibuang? Kebanyakan sampah berakhir di TPA tanpa tahu titik akhirnya bagaimana. Disana sampah bertumpukan. Dengan cashless, produksi kertas, kartu, struk, atau bentuk apapun baik uang atau barang akan berkurang jumlah produksinya.

Kedua, kartu ATM, kredit dan kartu sejenisnya mengandung mikroplastik yang kurang aman bagi tubuh. Sehingga kita harus lebih aware dalam penggunaan kartu atm ini. Sekiranya tidak perlu yaaaa, tidak usah digunakan juga tidak masalah kan. Hanya saja beberapa alat transportasi hingga merchant tertentu banyak yang menggunakan kartu sebagai alat bayarnya, contoh dengan e-money, KRL, bus, alfamart, alfamidi, semuanya hanya perlu tap menggunakan kartu. 

Mikroplastik merupakan plastik dengan ukuran kurang dari lima mm dan dapat berasal dari mana saja termasuk dari pecahan debu perkotaan. Mulai dari aspal, cat bangunan, ban mobil, bahkan dalam perawatan tubuh ada juga loh yg menggunakan microbeads dan komponen plastik lainnya. Innalillahi, betapa dzalimnya kita pada tubuh maupun lingkungan kita sendiri ya.


Riset terbaru dari university of new castle di Australia, rata-rata orang di dunia mengonsumsi 2000 mikroplastik tiap minggunya atau setara 5 gram plastik yang bisa digunakan untuk 1 buah kartu ATM. Jadi, coba cek lagi sudah berapa banyak ATM kamu? Enggak mau beralih ke cardless sebagai bentuk pengurangan penggunaan kartu sehingga kamu cashless?




Apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengurangi mikroplastik? Pertama, hindari plastik sekali pakai. Gunakan berulang-ulang. Hindari produk perawatan tubuh dan make up yang mengandung glitter, microbeads plastik dan komponen plastikh  Berhenti beli baju berbahan sintetis kecuali untuk olahraga dan tetap always be mindfull!!


Baca juga: Decluttering, Sulit Enggak Sih?


Transaksi lebih aman, ini adalah alasan ketiga. Jika kamu ingin setor tunai, kamu tidak perlu bawa kartu. Bahkan transaksi di cabangpun kamu tidak diwajibkan membawa kartu. Sehingga kamu tidak perlu membawa uang banyak jika berkunjung ke suatu tempat untuk berbelanja. Untuk semua transaksi juga bisa dipantau lewat mobile tidak perlu cetak di buku tabungan atau minta rekening koran. Sudah banyak juga kok aplikasi yang bisa membantu kita merapihkan cashflow bulanan. Dengan internet banking apalagi, semua transaksi kamu aman terdata!




Keempat, efektif dan efisien. Selain tidak perlu membawa kartu ke sana ke mari. Dengan metode cashless, jika ingin berbelanja, kamu hanya scan code QR. Contohnya dengan memasukkan nomor handphone via gopay or ovo, atau hanya dengan mentap-kan handphone ke mesin bayar seperti sakuku dan tapcash. Sudah banyak sekali bermunculan fitur seperti itu. Waktu yang diluangkan juga lebih sedikit, tidak perlu antre ke bank, menunggu dipanggil oleh customer service. Apalagi untuk kaum milenial yang tiap hari kerja keras bagai kuda tapi tak kaya-kaya hehe.



Kelima, bersinggungan dengan nomor sebelumnya, hemat produksi kertas, terutama untuk struknya, ada opsinya memang. Namun, jika sudah memiliki versi mobile, alangkah baiknya kalau kita cek via mobile saja tidak perlu cetak struk di ATM. Kabarnya juga dengan cashless ini bisa menaikkan harga mata uang loh. Hmmm ini akan saya pelajari lebih lanjut.

Kamu tahu tidak bahwa kertas struk itu berbahan kertas thermal yang dilapisi bahan kimia sehingga akan berubah warna jika dipanaskan. Oleh sebab itu, dalam produksinya tidak membutuhkan tinta dan tidak dapat didaur ulang. Kenapa? Karena mengandung thermal berisi BPA. Jika melakukan kontak langsung dengan bahan BPA thermal ini akan memberikan dampak negatif pada tubuh, terutama hormon. Bahkan lebih berbahaya dari pada BPA plastik.  Jadi, yuk sekalian pindah ke electronic receipts. Banyak kok sekarang area perbelanjaan yang menawarkan struk atau kwitansi secara online dikirim email. Dari pada numpuk di rumah juga bahaya loh.

Beda cardless dan cashless apa sih sa sebenarnya? Jadi, cardless adalah kegiatan kamu mengurangi penggunaan kartu. Nah, efeknya kita akan berlaku cashless, artinya kita mengurangi penggunaan uang cetak. Berit bagusnya lagi ada salah satu bank yang bisa mengakomodir cardless ini. Yaitu, BCA mobile fitur CARDLESS! #DibikinSimpel aja! Fungsi dan kegunaan cardless ini banyak. Kalau dulu hanya bisa untuk tarik tunai dan setor tunai tanpa kartu, sekarang sudah ada tambahan lagi, transaksi cabang tanpa kartu. Duh, elsa apaan lagi itu? Ini, kamu cek di infografis ini ya!



Gampang, kan? Gak perlu ribet cari buku tabungan segala. Terus caranya gimana nih kok bisa gituuu? Yang pertama, dan terutama tentu kamu harus bikin rekening dulu di bank BCA, ya iya dong kalo enggak yaaa, apa yang mau di tarik tunai! Itu juga udah bisa online dong, kece abis kan? Apalagi buat kamu yg selalu sibuk kerja sampai tidak sempat ke bank, kamu bisa cek disini caranyaaa ya.


Sesudah daftar, jangan lupa sekalian bikin bca mobile nya ya! Lalu set-lah itu m-BCAnya di handphone kamu. Setelah selesai gimana nih cardless nya? Begini, pertama kamu buka aplikasi m-BCA lalu masukkan password m-BCA kamu.



Nah setelah muncul akun kamu, silahkan pilih cardless, ajibbb baner! Nah setelah itu muncul tiga pilihan fitur, kamu tinggal pilih nih mau yang mana, dan tinggal klik (kalau saya sendiri kebetulan ingin tarik tunai).


Untuk tarik tunai minimal 50ribu ya. Kemudian masukkan pin kamu dan taraaa akan ada informasi seperti ini berupa waktu maksimal kapan kamu bisa tarik tunai dimana saja. Maksimal sejam ya. habis itu sudah deh uang kamu keluar secara otomatis! Gampang bangetkan?

Nahhh, keisengan dan ketidakpercayaan ini melanda. Setelah baca dari website BCA-nya, saya dan teman sayapun langsung mencoba fitur tersebut. Ya, kalau secara pribadi saya sendiri agak ragu dan takut  kalau salah nanti malah rugi sendiri hehehe makanya minta bantuin temen juga. Tapi dari websitenya emang udah jelas banget sih, kamu langsung ngerti hanya via infografis ini.





Setelah kami melakukan transaksi di BCA mobile, kamipun mengunjungi bank terdekat, kebetulan tidak ada haha. Kami berusaha mencari sepenuh hati. Dan ketemu! ATM-nya berada di salah satu minimarket di arah mau pulang ke rumah. mumpung limitnya hanya sejam, kita diharuskan disiplin waktu dalam menggunakan metode cardless ini.

Masuklah kami ke mini market tersebut, tidak seperti biasanya, jika ke mini market harus jajan, kali ini tidak, kami butuh uangnya saja jadi tidak perlu mampir ke rak etalasenya hehe please be mindfull, beli yang memang kamu butuhkan tidak sekadar ingin apalagi hanya karena diskon hehe.




Setelah memilih transaksi tanpa kartu, masukkan nomor handphone, lalu kode transaksi yang dikirimkan lewat aplikasi tadi. Jika sudah sesuai maka mereka minta kita konfirmasi apakah benar jumlah yg ingin diambil? Jika sudah benar tinggal oke dan uangnya pun keluar.



Metode cardless ini mengurangi worry, yaaa karena tidak perlu takut kartu ATM ketinggalan. Karena transaksi sudah tidak menggunakan kartu lagi hehe. Karena sering sekali nih, sehabis ambil uangnya, ya sudah lupa gitu seolah oleh lebih membutuhkan uangnya daripada kartunya wkwk.

Resiko banget emang kalo kartu ketelan tidak bisa transaksi kecuali via mobile. Harus ke kantor cabang. Kalau tidak ketika ATM hilang, kudu lapor kehilangan lagi ke kantor polisi, ribet amat emang sih nah, daripada begitu pas banget niih emang BCA bikin fitur cardless apalagi buat yang suka lupa eh kartu ATM-nya mana ya hahahaha atau mau setor tunai gak bawa kartu ATM hffft daripada kamu emang udah butuh banget tapi karena enggak ada kartu jadi malah enggak jadi kan, rugi di kamu.

Jadi, kapan beralih menuju cashless tanpa kartu di ATM? Yuk sekalian lebih peduli pada diri dan lingkungan dengan #JoinGenerasiSimpelIDN! 🤗



sumber:

infografis dari BCA
dokumentasi pribadi

Komentar

  1. Tapi kalau ini udah jadi budaya semua orang dan akhirnya uang tunai tidak ada lagi yang pakai apa yang terjadi ya. Hehehe...

    BalasHapus
  2. eh mantab kali BCA ini ya, udahlah cashless sekarang cardless, tak pala kartu ATM penuhin dompet lagi sekarang ya.

    BalasHapus
  3. luarbiasa memng BCA, selalu terdepan kalau mengenai pengembangan teknologi demi kemudahan para penggunanya/nasabahnya. tfs dek sa.

    BalasHapus
  4. Benar sekali sih, lebih menghemat waktu malahan.

    BalasHapus
  5. Jadinya kalo gak bawa dompet, atau ketinggalan, it's not a big deal ya..

    Btw sa, pernah baca begini :

    Segitiga Bermuda katanya menelan apapun, kenapa kita gak buang sampah ke situ aja.. wkwkwk

    BalasHapus
  6. Wah padahal saya pengguna bca belum pernah pake mode cashless, next pen coba deh

    BalasHapus
  7. Pantes sekarang BCA lagi gencar-gencarnya promoin fasilitas baru mereka ini ya. Memang menarik menurut saya, kayaknya beberapa tahun ke depan eranya cardless. Ke atm tanpa kartu, tinggal masukin nomor HP ala-ala login akun gitu.

    BalasHapus
  8. Cashless bagus, banyak sisi positifnya, tp tetap mesti bijak mengontrol nafsu olshopping, wkwk. Jangan sampe jd si shopaholic yeyy. Okay,, tfs yaa Sis

    BalasHapus
  9. Makasih kak atas Informasinya, Ini sangat berguna banget karena saya termasuk orang yang ngak pengenya ribet. Semoga kedepannya Cashless menjadi pengetahuan bagi banyak orang dan semakin berkembang.

    BalasHapus
  10. saya udah pernah bikin yang cardless ini pas BBW. tinggal pake dari HP hehe. kalo mau minta kartunya sih bisa ke bank aja. tapi ya males. biar aja khusus untuk transaksi cardless. jenis tabungan tanpa buku.

    BalasHapus
  11. Ternyata bahaya ya kertas struk itu...aih...selama ini seringnya dikoyak n dibuang saja sih. Bagus juga beralih ke cardless

    BalasHapus
  12. Saya termasuk orang yang nggak suka banyak uang cash di dompet. Takut bablas. Kalo mau transaksi cukup pake handphone. Tapi kartu masih lumayan banyak nih. Harus coba juga cardless. Makasi infonya elsa...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TRUST ISSUE? sehat nggak, sih?

5 Alasan Mengapa Memilih Ruangguru!