7 Alasan Bangga menjadi Orang SUMUT

Dear anak Medan! Selamat soreee! 

Akhirnya menulis lagi untuk hal-hal yang agak serius di blog. Setelah mayoritas konten ngbahas lokasi bagus di Indonesia ini hahaha. Sebagai anak gadis yang lahir di kota Medan, di umur 24 tahun ini, 19 sampai 20 tahun sudah saya jalani di Sumatera Utara, khususnya kota Medan. Kalau ditanya orang lain, sebenarnya saya juga tidak begitu hafal dan paham akan kota Medan ini. Bahkan kalau diajak ke mall ini itu aja masih pakai google maps, thanks google maps! Yaaa soalnya saya juga lahir di kota yang sudah banyak dipengaruhi oleh orang asing, globalisasi yang begitu besar pengaruhnya, apalagi di pertengahan tahun 90-an, jadi ya paparan sana sini banyak sekali, dan sangat mudah terdistraksi. 



Bersama Keluarga di Taman Buah Lubuk Pakam. Monumen Becak Siantar. Pemandangan Danau Toba.

Sampai umur segini saya juga masih belajar sana-sini, eksplor ke sana, ke mari agar tahu lebih detil tentang bagaimana SUMUT itu sebenarnya. Dikarenakan lahir dikeluarga yang kental akan budaaya SUMUT, sedikit banyaknya ya saya tahu lah info tentang SUMUT ini walau masih suka nanya-nanya juga hehe. Oke, sebenarnya blog ini tidak akan membahas biografi saya ya, soalnya kalian tidak akan begitu tertarik mendengarnya hahaha. Karena saya cuma anak biasa, yang masih beradaptasi kembali setelah berkuliah dan bekerja di ibukota.


Biar pembahasan ini tidak begitu formal, coba deh, apa sih kesan kalian ketika berkunjung ke SUMUT? Yang diingat apa? Cuaca yang panas? Sering mati listrik? Well, dulu saya akui itu, tetapi sekarang bisa terhitung dalam setahun berapa kali mati listrik. And I'm proud to be an North Sumatera's people. 



peta Indonesia.

Pertama, Sumatera Utara dengan luas 72.981km (kuadrat)adalah satu diantara 34 provinsi di Indonesia. Batas wilayah Sumatera Utara itu sebelah utaranya provinsi Aceh dan Selat Sumatera, nah di baratnya berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat dan Riau. Kalau di timur dibatasi oleh Selat Sumatera. Ini alasan mengapa orang Sumatera Utara yaaa sering jalannya ke Aceh atau ke Padang bahkan ke Riau. Kamu juga bisa baca semua perjalanan saya di sini ya; ada tentang Sabang (#ElsaJalanJalan ke Sabang!), Siantar (Ada Kebun Anggrek di Siantar, loh!), Bogor, Jakarta, Bandung, dan lainnya hehe. Dan tidak kalah serunya ada tujuan wisata di SUMUT itu sendiri loh, termasuk Siantar tadi. SUMUT terdiri dari 25 kabupaten dan 8 kota. Banyak, bukan?



Kabupaten dan Kota di SUMUT.

Oke, sampai disini sudah mudah dipahami bukan? Coba kita lihat lagi peta indonesia, lalu peta sumatera, dan peta SUMUT. Dari foto ini kamu bisa ngeh dong betapa luasnya Sumatera itu? Nah, kebayang juga enggak betapa jauhnya itu dari ibukota kita? Kalau jalan darat bisa 4 hari 3 malam loh. Kalau naik pesawat sih bisa hanya memakan 3,5 jam aja di perjalanan, hanya saja agak sulit nih biayanya semakin merangkak mahal.


Kalau teman kuliah saya banyak yang bilang, enak dong di Sumatera dekat ke mana-mana, eh dekat dimana? Peta? Atlas? Sesungguhnya untuk ke Aceh aja bisa seharian penuh, konon lagi ke Lampung, ujung bawah Sumatera! Hahaha.


Selain wilayahnya yang luas, tentunya sebanding dengan jumlah orang didalamnnya. Kedua, banyaknya penduduk ini tentu membuat saya berteman dengan siapa saja. SUMUT dengan jumlah penduduk yang banyak, menurut perhitungan ada 14.908.036 jumlah jiwa, dan peringkat ke 4 di Indonesia. Banyak sekali bukan? Tapi tidak jarang, tiap masuk ke pusat perbelanjaan ketemunya temen SD, SMP, SMA atau bahkan teman les hahahahaha dari situ kadang berpikir seperti, ini jumlah jiwanya banyak tapi kok ketemunya ini lagi ya? Hahahaha.


Penduduk banyak, tapi worth it, tidak? Terbukti orang SUMUT bahkan lebih terkenal ketika sudah menduduki ibukota. Contohnya, pak Luhut Panjaitan, si poltak raja minyak yang kalian pasti tahu siapa namanya, atau bahkan artis sekelas Raline Shah, jadi, tidak ada alasan kalau kita tidak bisa sukses seperti mereka ya.


Banyaknya penduduk tidak serta merta membuat kita bangga dong, harus ada dong sesuatu yang bisa dibanggakan. Nah, salah satunya poin ketiga, yaitu heterogenitas, berarti begitu banyaknya etnis yang ada di SUMUT ini. Sehingga saya bisa berteman dengan siapa saja, berasal dari daerah mana saja, suku apa saja, dan tentunya dengan baik. Beberapa daerah banyak yang sudah saya datangi cuma ya ada saja terlihat bahwa ya provinsi itu didominasi dengan suku A, B, C. Seperti Bandung yang terkenal dengan suku sundanya, ya ketika saya berkuliah di sana juga saya menemukan banyak sekali suku sunda, dimanapun. Ada hal berbeda yang saya rasakan ketika berkuliah di sana. Saya menyatu dengan siapa saja, tapi tidak dengan teman saya yang lainnya. Ada yang hanya klik dan berteman dengan si A saja, si B, dsb. Hal seperti itu yang saya rasakan sangat berbeda dengan saya ketika di SUMUT.


Teman SD, SMP, SMA saya jangan ditanya, ada yang dari daerah kota, sampai ke daerah yang saya sendiri baru mendengarnya sejak teman saya yang memberitahu, termasuk daerah Sipiongot. Atau juga saya baru sadar ada daerah bernama Siborong-borong setelah ada lagu yang ramai dinyanyikan dua orang anak kecil di youtube. Canggih sekali abad ini ya. Sangkinkan banyaknyalah daerah di SUMUT itu. Teman saya ada yang suku batak, minang, jawa, betawi, bahkan aceh. Dan bagi saya pribadi saya tidak membeda-bedakan mereka. Mungkin karena kedua orangtua saya (guru PKn) juga mendidik untuk menyamaratakan semuanya ya. Tidak melihat kulit putih, hitam, bahkan agama maupun sukunya.



Etnis ini terdiri dari penduduk asli dan penduduk asing. Kalau yang asli ya seperti melayu, batak, karo, simalungun, toba, dairi, mandailing, pesisir dan nias. Lalu, jawa, sunda, bali, ambon, minahasa, banjar, palembang, riau, minangkabau. Eits jangan lupa! Ada juga penduduk asing, yaitu arab, india, dan cina.

Keempat,transportasi. Sumatera Utara merupakan provinsi dengan jumlah tol terbanyak diantara provinsi lain di pulau Sumatera Utara. Dikarenakan luasnya, jumlah penduduk juga banyak, perlu adanya jalur transportasi yang memadai. Tidak hanya sebagai transportasi bagi manusia, tapi kebutuhan akan daerah lain, seperti pertanian, perkebunan, minyak bumi, Sumatera Utara memiliki kesemuanya, dan untuk memperluas sumber daya tersebut dibuatlah jalur darat, laut, udara. Sebagai kemudahan juga untuk memperluas jaringan ekonomi provinsi Sumatera Utara ini.


Tol di Sumatera.

Tidak hanya itu, di Bandara Kualanamu Deli Serdang, bandara ini terintegrasi langsung dengan kereta bandara. Di awal pembangunannya saya juga tidak kepikiran kalau bandara ini dipilih untuk adanya kereta, mungkin ada potensi di Sumatera Utara sendiri. Mengingat lokasinya juga tidak berada di kota Medan. Kamu harus menempuh perjalanan sekitar 45 menit kalau dari pusat kota. Kalau mau tepat waktu ya naik kereta bandara hahaha, namanya railink. Tidak masalah tidak ada MRT, SUMUT punya RAILINK hehe.



Transportasi ini juga berkaitan dengan kondisi jalan yang baik, aman, tidak berlubang, angkot ada, becak, kapal laut, apa sih yang tidak ada di SUMUT ini? Hehe. Mungkin masukannya lebih ramah lagi terhadap disabilitas di SUMUT ini.

Secepat apapun transportasi kalau tidak ada yang mendorong untuk pengunjung datang, yaaa tentu kota itu akan sepi ya. Namun tidak bagi SUMUT. Provinsi dengan sejuta wisata kuliner, sebagai poin kelima merupakan hal yang patut dibanggakan! Mulai dari rempah-rempahnya, makanan olahannya sampai ke makanan tradisional yang hanya ada di hari tertentu. Dan jangan dilupakan kopi sidikalang. Mau tahu selengkapnya? Kamu bisa cari referensinya dimana aja kok hehe, atau yang paling terkenal saya buatkan di gambar dibawah ini ya!

Makanan Khas SUMUT.

Nah, wisata kuliner ini juga berpengaruh dari etnis yang ada. Kalau ditanya oleh guru dikelas, apa makanan khas SUMUT? Jujur saya sendiri bingung, karena yaaa banyak sekali etnis di sini yang membawa budaya dan warisan kuliner. Mulai dari di batak kamu akan menemukan ikan arsik, daun ubi tumbuk, atau dari orang minang, kamu hanya akan menemukan rumah makan padang di SUMUT, bukan di SUMBAR, kenapa begitu yaaaa?Hmmm. Atau buat yang non-muslim, di daerah seperti Jamin Ginting banyak dijual Babi Panggang Karo (BPK), I don't know what it is. 


Kopi khas Sidikalang, SUMUT.

Di daerah lapangan Merdeka ada martabak gapa buatan etnis India yang enak sekali. Bingung kan, yang khas yang mana? Hihi dan semua rasanya tentu enak di lidah. Kenapa? SUMUT punya ciri khas tersendiri, terlebih karena rempahnya yang banyak. Jadi, jangan heran semua makanannya menggugah selera! (tapi hati-hati untuk yang kolesterol ehehe). Fyi nih ada namanya andaliman, rempah khas SUMUT loh. Ada infografisnya nih!


andaliman, rempah khas SUMUT.

Keenam, wisata yang beragam! Selain makanan, terkadang kita juga butuh tempat untuk refreshing. Banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di SUMUT ini. Mulai dari pemandian air panas belerang, pemandangan sejuk sekaligus memetik strawberi di Berastagi, atau mau melihat luasnya danau toba dari atas? Bisa dong! Jangan salah. SUMUT juga punya wilayah konservasi hutan dan gajah di Tangkahan, dan itu sebagus itu. Bahkan dijadikan lokasi video clip Tulus, Yovie Glenn - Adu Rayu. Kalian harus ke sana pokoknya ketika berkunjung ke SUMUT.



istana maimun. koleksi pribadi

Atau ingin fokus menikmati sejarah kota Medan? Bisa sekali dong! Kalian bisa mengunjungi Masjid Raya Al-Mashun Medan, lalu Istana Maimun, (Istana Maimun, Worth it, Enggak?), bahkan sampai ke rumah Tjong A Fie, asli etnis Cina juga ada! Saya sudah menulis reviewnya di sini, #XperienceSeru di Tjong A Fie!dibaca yuk! Hmmm ingin lebih jauh? Kalian bisa berkunjung ke pulau samosir, kalian bisa menyeberang dari danau toba. 


danau toba. sumber: kumparan.

Disana kalian akan bertemu dengan patung sigale-gale, yang bisa menari dengan sendirinya, enggak percaya? Kalian juga akan melihat keindahan berbagai macam ulos serta disambut dengan tari tor-tor di sana.


wisata di daerah danau toba. koleksi pribadi.

Mau ke pantai? Tenanggg, mau yang bagus di Sibolga ada! Atau mau kemah cantik di atas gunung? Kita punya semua! Mulai dari sibayak, sinabung. Sungai juga ada sungai asahan, deli, dll.  Dan di asahan jangan lupa ada air terjun sigura-gura juga sebagai bentuk proyek pembangkit tenaga listrik. Mau lihat kawah putih? Juga tidak perlu jauh ke Bandung sana. Di SUMUT ada, di tinggi raja, kabupaten simalungun. Untuk 
flora juga terdiri dari hutan kayu, damar dan rotan dan seperti padi bahkan sayur-sayuran. Tidak lupa ada karet dan sawit ya!


Last but not least, ketujuhbiaya hidup murah! Di SUMUT, kalian masih bisa makan enak ala nasi padang dengan ayam sambal dan berbagai jenis sayur hanya dengan 10 ribu rupiah. Kenyang? Pasti. Berkah? InsyaAllah. Dengan biaya hidup yang masih terjangkau, angka kemiskinan masih bisa diredam. Ya salah satunya dengan bantuan kita juga ya sebagai warga biasa untuk mengembangkan UMKM yang ada. Dan jangan lupa gunakan produk dalam negeri hehe.


Banyak lagi sebenarnya yang bisa diceritakan dari SUMUT ini, karena yaaa rumah saya sendiri. Seburuk apapun kata orang, saya tetap bangga. Karena dibalik semua gemerlap berita buruk tentangnya, masih banyak anak muda seperti saya dan teman-teman yang lain yang bermimpi untuk memajukan SUMUT. Dan tentunya terhindar dari KKN ya! Tidak boleh mendarah daging. Karena yang boleh mendarah daging itu hidup bersih mengurangi penggunaan plastik hihi.

Baca juga disini: Ngemil Minim Sampah


Terima kasih kepada semua pembaca! Semoga kalian semua bisa berkunjung ke sini ya. Bisa kontak ke saya kalau mau dibawa open trip jalan-jalan hihi. Jadi, apalagi alasan untuk tidak bangga menjadi orang SUMUT? Komen dibawah ya! 😏

Komentar

  1. Benar tu apa yg dikatakan elsa..kalau artis. datang k medan ...pasti mereka cari tu kuliner medan yg tak afa d kota lain. Bika Ambon d ambon aja ngak ada ..ucok durian contohnya....Pejabat aja pasti singgah ...udah terkenal tu...makanya aq bangga jadi anak medan.

    BalasHapus
  2. Aku ingin jalan-jalan ke Sumut hehehe


    Salam blogger Bekasi

    BalasHapus
  3. Kau menyinggung orang Melayu anak muda 😏
    Tak menyebutkan halua (manisan) sebagai makanan khas Melayu Deli 🙄
    Lontong, teri Medan, durian juga bisa menjadi ciri khas Medan sayangkuuuhhh,
    Yah walau daerahku masij sering mati lampu, aing tetep harus bangga kan 🙄🤣

    BalasHapus
  4. Baca tulisan ini bikin rindu sumut, terutama Medan.. Pengen cepat2 pulang kampung..

    BalasHapus
  5. Waahh akhirnya rilisss lagii, d tunggu2 niih ceritanyaa..akhirnya keluar lagii..mantaapp suka bgt alur nyaa

    BalasHapus
  6. Harus bangga jadi oranga medan...😘

    BalasHapus
  7. Asyiik artikelnya. Wah, jadi pengen ke Sumut. Aku orang Jawa, Mbak. Jadi bangga juga dadi wong Jowo. Hihi..

    BalasHapus
  8. Bangganya jd orang Sumatera Utara, terutama jd orang Medaaan... Ahooiii

    BalasHapus
  9. Bangga bangetlah sebagai anak Medan ini 🤗 saya mah udah capek keliling medan ini 😂😂 tapi ga bosan tinggal disini dari kecil smpe sebesar ini skrg🙄

    BalasHapus
  10. Saya berasal dari Lampung dan bangga sekali bisa tinggal di Sumut dengan danau Toba yang sangat indah

    BalasHapus
  11. Guwek mandailing, jualannya makanan melayu, sukanya kopi khas sumut, Dan makanan makanan yang ditulis elsa sukak semua...

    BalasHapus
  12. Awak dari smp sampe kul gak tinggal di Medan, tapi selalu menantikan mudik ke Medan.
    Alhamdulilah selalu dikasi rezeki mudik tiap lebara.
    Sekarang tinggal di Medan, Alhamdulillah lagi

    BalasHapus
  13. Bumbu atau rempah yang awak rasakan kehadiran nyata nya setelah menikah adalah andaliman. Hahaha

    Satu lagi, asam cikala.

    BalasHapus
  14. Aku bangga banget jadi orang SUMUT kak, karena lahir dan besar di sini walau melalang buana ke beberapa pulau tapi tetep Sumut jadi idola dan kebanggaan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TRUST ISSUE? sehat nggak, sih?

5 Alasan Mengapa Memilih Ruangguru!

Artivator: Cafe dengan Sentuhan Art di Depok