Skip to main content

10 Ide Menebar Kebaikan Berbagi untuk Sesama



Di pagi itu, saya merasa diri ini tersingkap. Dada penuh sesak, omongan sana-sini membuat semakin tidak tenang. Saya dekat dengan seorang teman lelaki. Dia baik, ibadah lima waktu (sepertinya) selalu dia kerjakan. Hanya saja orang melihatnya jelek, gendut, hitam. Tapi saya tidak melihat kekurangan didirinya. Lama waktu berlalu, saya dan dia semakin dekat. Dia selalu datang mengunjungi ketika di rumah. Tak peduli dengan orang tua saya yang menolaknya.


Positifnya ia selalu pandai mengambil hati. Sebelum dia datang menjumpai, dia menjemput keponakan saya, dia begitu bisa menarik hati orang lain untuk empati dan percaya padanya. Bahkan saya saja heran, kenapa pemuda ini bisa membawa keponakan saya yang ini? Lalu besoknya yang ini? Maklumlah, saya sebelas bersaudara. Keponakan saya begitu banyak, dan kami memang tinggal di daerah yang berdekatan. Saya pikir dia sampai niat begitu, tentu ada maksudnya. Hmm...


Panjang cerita, sampai akhirnya orang tua saya mengizinkan kami semakin dekat dan menempuh jenjang yang lebih serius. Saya terkagum, ternyata di balik itu, dia selalu berusaha memberikan kesan orang lain kepada dirinya melalui pendekatan ke keponakanku itu. MasyaAllah saya terpanah. Lambat laun, saya semakin percaya padanya, toh keponakan saya sendiri (anak kecil) merasa aman dengannya, dia baik hati, selalu riang, dan jarang sekali marah. Hal itulah yang membuat saya semakin yakin untuk mau menikah dengannya.


Setelah mendapatkan izin menikah, kamipun melangsungkan pernikahan dengan begitu sederhana. Maklum, keluarga saya juga sudah lumayan banyak. Pernikahan bahagia? Tidak mungkin semua pernikahan akan selalu bahagia, tentu ada badai yang menerjang di kala pernikahan. Sebelum menikah saya tahu betul suami saya sudah punya sekolah. Sekolahnya menyediakan jenjang SMP dan SMA. Saya salut, di masa begitu dia sudah bisa berani untuk mendirikan sekolah sendiri. Modalnya apa? Ya jadi guru saja. 


Dan juga, sedekah memberi keberkahan pada harta. “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588). Apa yang dimaksud hartanya tidak akan berkurang? Dalam Syarh Shahih Muslim, An Nawawi menjelaskan: “Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup 2 hal: Pertama, yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan. Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.” 
Sumber: instagram/muslimah.salafy

Kami tinggal di rumah warisan orang tuanya. Saya membersamainya sampai akhirnya punya modal untuk membeli tanah, kami mulai membangun rumah, lalu membeli tanah lagi agar sekolah dan rumah menyambung seperti satu bagian bangunan. 

Zakat selalu kami tunaikan, mulai dari zakat fitrah, zakat mal, bahkan lebih dari itu, sedekah yang kami lakukan tidak ingat lagi bahkan ke siapa saja. Entah memang perasaan saya terlalu melankolis sehingga melihat yang susah, langsung sedih, dan ingin membantu. Tapi indahnya kebaikan berbagi memang perlu dipupuk sejak dini, sejak kamu muda. Karena hasilnya bisa kamu tuai ketika kamu sudah dewasa. Dikatain tetangga ini itu, rekan kerja? Bahkan pegawai? Ada... Ya namanya hidup, tapi kembali lagi, berbuat baik ya karena ingin berbagi, niatkan pada Allah.


Karena saya percaya, sedekah itu bermanfaat sekali, dan tidak hanya untuk sekarang, tetapi masa depan dan membantu kelak di akhirat.


 Sedekah dapat menghapus dosa. “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614). Diampuninya dosa dengan sebab sedekah di sini tentu saja harus disertai taubat atas dosa yang dilakukan. 
Sumber: instagram/muslimah.salafy

Sepanjang waktu berjalan, rezeki mengalir dari mana saja. Terlebih, sekolah suami saya termasuk sekolah tertua dan favorit di daerah kami. Banyak orang yang berbondong datang untuk bersekolah, dari mampu hingga tidak mampu. Tidak jarang, banyak yang datang meminta pertolongan. Sebagai orang yang tidak mementingkan materi, saya senang sekali bertemu dan mengajak orang untuk tinggal bersama kami. Bukan karena kami merasa kesepian. Di awal menikah hingga punya keempat orang anak, jika ada sanak saudara yang membutuhkan bantuan, insyaAllah kami siap berada di garda terdepan. Biasanya sanak saudara yang membutuhkan bantuan terkendala di bagian tidak mampu menyanggupi kehidupan ekonomi hingga menyekolahkan anaknya. Lambat laun waktu berlalu anak saya juga sudah semakin dewasa, mereka pada memilih SMA di pusat kota, maklum, agar lebih mudah diterima di PTN.  Saya maklumi, berpuluh tahun saya dan suami berusaha untuk mendorong akademik mereka, tidak lupa dengan perkembangan sekolah kami. Dan terpenting membantu orang. 

Mungkin jika dibandingkan ke sepuluh saudara saya, saya termasuk yang beruntung. Walaupun di masa sebelum menikah, banyak yang memandang sinis dan tidak percaya dengan kemampuan suami saya. MasyaAllah Allah baik sekali kepada kami. Mobil ada, jikalau ada yang membutuhkan, bisa meminjamnya. Bahkan hingga sekarangpun, tak terkecuali.

Dikatakan loyal mungkin iya, tapi begitulah saya dan suami selama bertahun-tahun. Diajarkan untuk tidak hitungan terhadap apa yang kami berikan kepada orang lain. Jangan diingat, jangan diungkit. Indahnya memang tidak begitu langsung didapatkan. Tetapi di kemudian hari. Hingga akhirnya anak pertama saya menikah, Alhamdulillah diberikan menantu baik hati, dan tentunya sekufu dengan kami. Begitu pula dengan yang kedua. Mohon doanya untuk dimudahkan jodoh bagi yang ketiga dan keempat.




Rezeki memang tidak melulu soal materi, tentang uang, ada kebaikan di tiap perjumpaan, ada waktu yang direlakan demi bertemu. Dengan adanya covid, kita semakin merasakan bahwa kita membutuhkan pertemuan, perjumpaan untuk menebar apapun, baik kisah suka, cita, barang, uang. Hal yang selama ini biasa kita lakukan tapi ketika hilang kita lupakan, memang begitu ya, pas ada dibiarkan, ketika tidak ada dicari-cari. Jika ada sanak saudara kita yang belum menikah, tebarlah kebaikan dengan menanyakan sepenuh hati, apa kendala yang bisa dibantu terkait proses untuk menikah? Bukan kita paksakan orang untuk menikah namun kita tidak tahu apa alasan kenapa beliau belum menikah. Terkadang kita hanya butuh mendengarkan tanpa butuh bertanya.

Semakin banyak yg kita punya seharusnya kita semakin dekat kepada Allah dan berkeinginan untuk berbagi, tetapi termasuk golongan yang kedua, ada juga yang hartanya semakin banyak, malah semakin jauh dari Allah. Semoga kita semua dijauhkan dari sifat tersebut.

Orang yang bersedekah merasakan dada yang lapang dan hati yang bahagia.
“Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari no. 1443)

Sumber: instagram/muslimah.salafy

Yaaa, ketenangan yang begitu jelas saya lihat didapatkan oleh adik atok (di suku Melayu, nenek disebut Atok) saya tersebut. Tidak bingung, mengeluh bahkan panik tentang bagaimana hari esok. Seolah yasudah besok tentu ada rezeki yang menghampiri selagi masih berusaha. Banyak sekali saudara saya yang tiba-tiba sakit lalu membutuhkan biaya banyak. Atas izin Allah, melalui perantara beliau, uang untuk operasi sudah beliau sediakan, tinggal kejujuran dalam menjalani pengobatan tersebut. MasyaAllah, pengen tidak sih kita semua menjadi orang baik? 😭

Sampai akhirnya di 2019, sekolah atok sudah memiliki gedung dengan 3 lantai. Laboratorium komputer, dan ya di kampung pengadaan laboratorium begitu kan sulit ya. MasyaAllah. Rezeki itu memang sudah ada jalannya. Terbukti mungkin dari yang dulu beliau suka kerjakan. Duka dalam
 hidup tentulah ada. Apalagi setelah suami adik atok diberikan cobaan melalui penyakitnya, hingga harus menggunakan kursi roda. Qadarullah sekarang sudah lebih membaik, mohon doanya teman-teman.






***
Kisah ini terinspirasi dari adik atok saya di kampung. Alhamdulillah sekarang beliau sudah memiliki empat orang cucu. Tiga anaknya stay di jakarta, hanya satu yang tinggal bersamanya di kampung. Bahkan sekarang beliau dan suami sudah mulai mendalami ilmu agama, dan penjadi donatur tetap pesantren tersebut. Subhanallah.


Artinya menebar kebaikan berbagi itu boleh ke siapa saja, kapan saja, dimana saja, dan jangan berhenti di kita. Bahkan dengan apa saja, tidak perlu harus memberikan satu juta rupiah, tetapi, dengan senyuman sajapun kalian biasa menebar kebaikan. Menebar kebaikan mudah sekali, dengan teman di kantor, di rumah, tetangga, bahkan dengan supir ojol yang berbeda tiap kita tumpangi. masyaAallah. Nah, kalau kamu merasa berat melakukan kebaikan berbagi dari kisah di atas boleh banget nih kamu cobain 10 ide menebar kebaikan untuk sesama! 



  1. Tersenyum. Kebaikan termudah dan termurah adalah tersenyum. Hanya bermodal menaikkan bibir membentuk arah senyuman, saya yakin kamu semua pasti bisa! 
  2. Membantu ojol, tukang becak, karyawan cafe / berdonasi. Bagian ini banyak sekali bentuknya. Kamu bisa langsung ke ojol. Tips juga kamu bisa berikan langsung melalui aplikasi karena kita tidak pernah tahu seseorang itu kebutuhannya apa saja. Dan perlu teman-teman ketahui, ojol itu juga ada sistem melalui aplikasinya dimana tidak semua dapat orderan, aplikasi memprioritaskan ojol yang memang membutuhkan pekerjaan, bukan yang menjadikan gojek sebagai side-job. Tidak hanya ojol, banyak sekali pekerjaan lain yang tergerus dampak covid-19 ini. Satu persatu, semoga covid-19 ini segera membaik.
  3. Membantu tetangga. Misalnya, share info dari teman-teman sekalian terkait ada tetangga yang memang membutuhkan. InsyaAllah penyalurannya aman, karena kita juga sudah mengenal siapa pengelolaannya.
  4. Lewat alim ulama, dari Ustadz Syafiq Riza Basalamah, atau Ustadz Nuzul Dzikri. InsyaAllah penyalurannya tepat.

  5. Tidak keluar rumah, ini membantu sekali teman-teman yang bekerja di dunia kesehatan. Dengan begini, kita bisa mengurangi proses pertemuan dengan orang yang bisa saja membawa virus secara carier, mengurangi kontak sosial. Karena petugas kesehatan terbatas, kita di rumah aja sudah menolong mereka dan sesama agar tidak lebih banyak yang terjangkit virus.

  6. Membantu mempromosikan jualan teman, kalian bisa cek di highlight PRODUCT
  7. Membantu membeli tetapi jangan konsumtif ya!
  8. Membayar zakat fitrah ketika malam Eid Fitri dan zakat penghasilan
  9. Sharing info itu bisa melalui instagram, whatsapp, dan platform lainnya, ya termasuk melalui blog ini kan ya? Hehe. 
  10. Sedekah, membantu memberikan masker, sembako, mulai dari orang tua, adik, di rumah yang ada PR, membantu orang lain. membantu tidak hanya ketika masa pandemi. contoh tiap bulan menyisihkan 2,5% untuk orang yang membutuhkan.
Nah, banyak banget cara kita menebar kebaikan berbagi ke sesama? Masih merasa ribet dan bingung mau berdonasi lewat apa? Tenang aja, sekarang sudah ada Dompet Dhuafa!
Dompet dhuafa adalah lembaga nonprofit milik Indonesia yang bertugas untuk mengangkat harkat sosial kemanusiaan dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat Infak Sedekah Wakaf). Lembaga ini bersifat independen untuk menjaga kepercayaan publik. Dananya tentu dikelola secara profesional ya. Halal, legal, dan masuk akal kita tentunya. Dompet dhuafa juga mendapat penghargaan NGO Islam terfavorit dari IKADI (Ikatan Dai Indonesia) di 2020.

Dompet dhuafa datang sebagai solusi dengan lima program menarik yang bisa kita semua ambil peran didalamnya.




Tidak hanya itu, dompet dhuafa sejak hadir di tahun 1993 semakin meroket karyanya dengan program baik yang mereka luncurkan. Bahkan, jika kalian lihat di websitenya, banyak banget loh fiturnya. Mulai dari fitur chat, kalian bisa konsultasi langsung melalui fitur secara gratis dan tanya jawab dengan ustadz. InsyaAllah jawabannya valid ya.




Kedua, tersedia berita atau artikel yang menunjang terkait pemahaman masyarakat terlebih tentang infaq, zakat, sedekah, wakaf. Karena umumnya fiqih ini begitu banyak ya ilmunya.


Selanjutnya di bagian profil, ada organisasi struktural yang semakin meyakinkan bahwa ini valid, tanpa orang dan akad yang tidak jelas. Ada juga laporan yang mereka sediakan, sehingga bisa kita lihat bagaimana penyebaran dana yang disebarkan lewat mereka. Mulai dari buku terbitan laporan publik (biasanya tiap tahun), publikasi data, dan hasil penelitian.






Cabang dompet dhuafa tersedia di dalam dan luar negeri dengan visi misi yang berkeadilan, bahwa perlu keadilan di masyarakat ini. Baik dalam bentuk pelayanan, pembelaan, dan pemberdayaan. Lalu di dompet dhuafa tersedia fitur lembaga semi otonom dimana jelas diperlihatkan sekumpulan bencana yang terjadi di Indonesia, dan program siaga dari dompet dhuafa terkait bencana tersebut. Hal ini berguna sebagai garda terdepan dalam pengelolaan kebencanaan.

Lalu, social enterprise sebagai unit bisnis dompet dhuafa dengan stakeholder sebagai bentuk kolaborasi dan bekrontribusi bersama. Contohnya program kesehatan mandiri, zona madina, karya masyarakat mandiri, digdaya dinamika publika, DD medika farma, wasila nusantara; manajemen properti wakaf, dsb. Bahkan ada fitur kalkulator zakat yang sangat mudah sekali untuk digunakan!




Caranya kamu hanya perlu klik layanan, lalu pilih zakat penghasilan. Silakan masukkan nominal penghasilan kamu. Kemudian, berapa zakat yang harus kamu bayarkan akan muncul di layar kamu. Mudah bukan? Jadi, tidak ada alasan lagi ya untuk tidak menebar kebaikan :)




“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”




Comments

  1. Alhamdulillah, jadi terinspirasi untuk berbuat baik. Terima kasih Mba Elsa udah sharing pengalaman keren ini!

    ReplyDelete
  2. Terima kasih Kak Elsa. Sharing tentang keluarga dan kemudahan menunaikan ZISWAF di Dompet Dhufa.

    ReplyDelete
  3. Di awal gw mikir ini kisah siapa,
    Oh si elsa lagi deket sama cowok,
    Etapi kok akhirnya menikah, berati bukan kisah elsa,
    Terus pertanyaan nya kisah siapa lelaki berkulit hitam tapi berhati baik diatas? Ortumu kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. atok kak atoook, semacam nenek gitulah. adiknya nenek gitu. hmmm kalo elsa dah sold out diundanglah wlwk

      Delete
  4. Banyak cara yang bisa kita lakukan ya sa untuk menebar kebaikan. Salah satunya ikut berdonasi dan berzakat di dompet dhuafa.

    ReplyDelete
  5. Tapipun perkara sedekah Dan berbagi ini dibutuhkan latihan serius. Kalau gal diasah sense of berbagi itu bisa ilang tergerus aktivitas ..
    Semangat berbagi Elsa..

    ReplyDelete
  6. Makasih sudah kasi ide berbuat baik. Kadang kl ga sering diingatkan kita lupa. Apalagi dimasa sulit kan, jika berbuat baik maka akan dimudahkan urusan kita. Amiin

    ReplyDelete
  7. Jadi senyum termasuk juga menebarkan kebaikan ya kak? Mulai sekarang aku akan rajin senyum ah. Just a smile ����

    ReplyDelete
  8. Inspiratif sekali atok ya sa..
    Bermanfaat untuk umat bahkan terlihat sejak muda sudah begitu peduli dengan sesama.

    ReplyDelete
  9. Wuah keren juga ya ada fitur zakat penghasilan. Jadi gampang deh. Bisalah nih kalau saya sudah memiliki penghasilan suatu hari nanti menggunakan aplikasi dompet duafa ini. Btw, tadi sempat kecelek gitu pas baca ceritanya di awal. Bener nggak ya Kakak sudah nikah? Eh, inspirasi cerita seseorang. Tapi memang kebaikan yang dipupuk itu bagus banget buat dicontoh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum nikah beluuum kak T_T ini kisah atok, adiknya nenek hehehehe iyaa alhamdulillah

      Delete
  10. Kisah yg sangat inspiratif kak. Semoga perjalanannya bisa dijadikan teladan bagi saya utk hari ini dan esok hari

    ReplyDelete
  11. Setuju dengan semua idenya, apalagi tidak keluar rumah ya, itu juga termasuk menebarkan kebaikan. Hrsnya berbagi sedekah ya bukan virus

    ReplyDelete
  12. Awalnya saya fikir itu cerita elsa.
    Ternyata cerita atok.
    Semoga Elsa juga berjodoh dengan orang soleh yang senang berbagi juga ya, Aamiin ya Allah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Allahumma Aamiin ya Allah diberikan jodoh sevisi misi dunia akhirat 🙏🏻

      Delete
  13. Saya lebih mengutamakan membantu tetangga. Karena setiap saat kita berjumpa dengan mereka. Dan jika kita butuh pertolongan pun. Bisa saja mereka yang membantu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa tetangga adalah orang yg patut kita dahulukan sblm org yg jauh di sana ya bang hehe

      Delete
  14. Berbuat kebaikan nggak harus ribet ya. Seuntai senyuman aja udah jadi kebaikan, apalagi sedikit rejeki yang digunakan juga untuk berbagi dengan orang lain. Makin berkah rejekinya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah meluangkan waktu kamu untuk membaca. Tolong jangan komentar dengan link aktif ya! :))

Popular Posts

Mengapa Harus Pilih MRT?

5 Alasan Mengapa Memilih Ruangguru!

TRUST ISSUE? sehat nggak, sih?