Skip to main content

Cerita Hari Minggu



*semoga memotivasi*
Kecewa itu biasa
Berhasil itu biasa
Doa itu luar biasa

By: yg ktm nya udah bolong :“)




Senin sore itu, aku bersemangat pergi ke kampus berharap aku bisa sidang bulan ini. Sangat bersemangat. Bertemu dosen satu, bercengkrama, deg-deg-an. Alhamdulillah di ACC sidang. Sampai ke hari Selasa. Aku menghubungi dosen pembimbing keduaku, dan jleb. She said that “kamu tuh ya, suka maksa”. Well, aku setelah itu aku pasrah, nggak mau maksain ibunya, sidang sekarang Alhamdulillah, nggak juga yasudah. Hari itu aku melewati hari begitu random, berasa salah ‘format’ sms yg menyebabkan beliau sakit hati dan terkesan memaksa.


***


Rabupun datang, aku menghubungi lagi, berharap kami bisa bertemu agar masalah ini tidak berkepanjangan. Di satu sisi, aku takut, karena aku mengaku salah, aku terkesan memaksa. Tapi di sisi lain, aku punya hak untuk “sekadar bertemu dgn dosen pembimbingku”. Aku bertanya lagi, “ibu, saya ingin bimbingan dgn ibu, baiknya kapan ya bu?” beliau membalas, “titipkan saja draftnya”. Aku membalas lagi, berharap kalau langsung ke rumah beliau, hatinya akan luluh atau lebih baiklah. Tapi tidak, beliau tetap menjawab, “titipkan saja ya”.


Oke, baiklah biidznillah. Aku ingin menitipkan draft itu. Tapi disuruh besok saja, akhirnya aku memutuskan pergi ke rumah dosenku itu saja, setidaknya draftku lebih cepat sampai.



Sesampainya dirumah beliau, aku menitipkan draft itu ke pembantu beliau.

***



Kamispun datang, ternyata draftku belum diberikan oleh pembantunya Ibu. Masha Allah. Aku semakin deg-deg-an. Sudahlah pasrah saja dalam kepala, tapi hati nyuruh “doa terus doa doa doa aja lagi, semoga hatinya dilembutkan, dilapangkan”. Sampai kabar itu datang, aku menghubungi lagi dosenku itu,

M: ibu, maaf mengganggu, saya sudah menitipkan draft saya ke pembantu itu kemarin sore

I: kok pembantu ibu nggak bilang ya? Pembantu yg mana?
M: yang agak gemuk bu, kebetulan ada yg benerin teras rumah ibu juga saat itu
I: baiklah, nanti ibu tanya kalau sudah dirumah.
Aku pasrah, sepasrah-pasrahnya, kapan lagi itu akan diperiksa? Sementara terakhir pendaftaran untuk sidang hari Jumat. Keep calm, dalam hati berdoa terus menerus, istighfar. Walaupun menggerutu, tapi tetap istighfar 😂 ya Allah maafkan hamba. Tilawah, minta doa ke saudara2, bersyukur, istighfar lagiii.

Kejadian itu sudah H-1 pendaftaran. Apa hendak dikata, aku tak bisa cek plagiarisme karena belum ada ACC sidang dosen 2. Baiklah, istighfar lagi, istighfar terus. Malamnya aku geregetan ingin menghubungi lagi perkara draftnya sudah sampai atau belum, tapi aku…tak berani :(.

***

Sampai di hari Jumat, DEADLINE pendaftaran sidang. Pagi, pukul 7 pagi aku hubungi. Mencoba memberanikan diri.
M: Assalamualaikum, ibu maaf mengganggu, mengenai draft saya apakah sudah sampai di ibu? Terima kasih bu.
I: Sudah, ibu revisi senin saja ya.
-Read by me-

Aku terdiam. Tak berkata, keluarga terus menelfon menanyakan bagaimana kabar dari ibu dosenku. Aku diam, lalu berbicara secara terbata-bata menyampaikan isi balasan ibu tadi. Keluargaku geram, mereka memaksa aku mendatangi rumah sang dosen.

Tapi aku sudah lemas tak berdaya *lebay*. Udah males, antara niat dan nggak niat, mau dan tidak mau sidang. Yasudahlah, ikhlaskan saja, itu akhirnya. Aku pulang Selasa, fix. Tapi kala itu hati ini tak menggerakkan jempol ke tr*veloka, entah kenapa. Malah buka online shop, mungkin dia tau otakku lagi butuh itu.

Sampai pukul 10 pagi. Hp ku berbunyi, si ibu dosen tercinta menelfon. Ya Allah apalagi ini? Pikirku. Sambil menjawab dgn malas-malasan, karena hati sudah patah. Kira-kira begini:
I: kamu dimana?
M: dikosan, ibu
I: dimana kosannya?
M: di xxxx bu
I: oh sok atuh sini ke kampus
M: ha? Iya bu?
I: iya, ini kapan pendaftaran sidangnya?
M: hari ini bu *makin males jawabnya*
I: oh hari ini, ya sok sini ya ke kampus ibu tungguin
M: iya bu, siap. Terima kasih ibu. Assalamualaikum.
I: waalaikumsalam.
10.15 aku sampai di kampus, daaaaaaaan…….
I: sok, urusin dulu syarat2nya apalagi yg belum neng?
M: cek plagiarisme bu
I: naha nggak dari kemarin2?
M: iya buuu, nggak bisa kalau blm ada ACC dari dosen 2
I: oh gitu ya, ya sok atuh kerjain dulu
M: iya bu, terima kasih banyak. Lalu sungkem.
Aku bergegas mengurus ini itu setelah proses cerita dan kehidupan yang drama banget itu.

Alhamdulillaaaaah terima kasih untuk semua doa-doanya.
Intinya: siapapun kalian, serumit apapun, Allah penulis skenario paling hebat, ada saja jalannya kalau kalian bersungguh-sungguh. Ingat, kembali ke niat awal, berusaha mati-matian buat sesuatu untuk apa? Cuma biar nggak bayar UKT? Atau biar bangga sama mantan karena lulus duluan? Bukan, tapi biar makin dekat sama Allah sama biar bahagiain orang tua. Insha Allah.


Luruskan niat. Bismillah. Kalian juga bisa, dan tiap orang punya cerita yang berbeda, jangan iri sama keberhasilan orang lain. Kekecewaan dan cerita perjuangan kita justru lebih bermakna dan berkesan dibandingkan yg hidupnya normal-normal saja 😂🙏👌




Tetap semangat walau covid-19 melanda bumi ini. Sesudah kesulitan, tentu ada kemudahan.


Comments

  1. Luruskan niat, maksimalkan ikhtiar dan tawakallah
    InsyaAllah dpt yg terbaik hehe
    Pande jugak awak hihi

    ReplyDelete
  2. Kalo baca cerita yang kayak gini, seperti ingin ngomong ke ibu itu...

    "Bu,ibu gak tau apa .. siapa yang menyusahkan orang lain, kelak akan disusahkan pula oleh Allah?"


    Kalo masik bandel trus ngomong
    "Bu,tau gak usah berapa banyak dosen yang terbunuh karena skripsi?"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengen bilang gitu sih. Tapi mikir-mikir lagi. Belajar mencoba mengerti dan bersabar. Oh, ibu itu memang seperti itu orangnya. Tapi enggak nyangka aja. Skripsi adek susah dikerjain eh malah dapat penguji yang susah juga.

      Delete
  3. Jadi pinisirin itu dosennya bukan orang Medang mungkin ya, pake "sok-sok" gitu ngomongnya. Hmm, ini jadi masukan juga buat saya. Cemana ya... karena udah 2x ngalamin jd mhsw (di S1 dan S2) apalagi yg S3, jd sedikit-banyaknya berempatilah sm mhsw. Boleh sharing sm eks mahasiswa bimbingan saya, ada gak lama2 kl berurusan dg sy. Insyaallah gak ada. Krn diusahakan yg bikin lama itu si mshw sendiri. Skripsi sebisa mungkin gak boleh nginap di rumah. Berpegang banget ama hadist Rasulullah SAW," yassiruu wa tu'assiruuu (permudahlah, jangan dipersusah). Ya kali di masa depan anak2 kami bakal jd mshw dpt dosen yg bersahabat jg. Pinginnya anak2 gak dipersulit dosennyalah. Saya suka blg ke mhsw, tp ingat ya mentang2 mudah ama sy, jgn digampang2in, sepele itu namanya, ahaha.... seru ceritanya Elsa...semangat yaa

    ReplyDelete
  4. Tetap semangat ya, memang kadang skripsi atau tesis itu selalu ada jalannya dan cerita yang buat up and down. Semangat ya semoga sukses.

    ReplyDelete
  5. MasyaAllah cakep banget dah niatnya dan aku setuju banget. Waktu skripsi emang perlu banget buat ngelurusin niat dan dekat ma Allah, Alhamdulillah pasti ada saja kemudahan yang Allah berikan.

    ReplyDelete
  6. Suka deh dengan paragraf terakhir luruskan niat, bismillah. Allah akan berikan jalan buat yang bersungguh-sungguh

    ReplyDelete
  7. Semangat els, perjuangan akhir menyusun skripsi emang melelahkan. Tapi InsyaaAllah jadi bagian yang bakalan gak terlupakan

    ReplyDelete
  8. Agak deg degan juga baca ending tulisan elsa. Pas ada telp dosen di unjury time, berasa ikutan lega juga...ahhh...alhamdulillah ya sa...rimantika mahasiswa tinggal nunggu sidang yak...

    ReplyDelete
  9. Aku teringat saat aku kuliah dulu, capek juga terkadang mengambil hati dosen ini padahal kita ingin cepat selesai tapi disisi lain mereka kadang punya kesibukan juga. Pengertian sajalah biar semangatnya tetap stabil

    ReplyDelete
  10. aku dulu mba, ngejar dosen sampe ke kampus sukarno hatta, aku gak ingat nama kampusnya, pokoknya kampus itu dari ujung ke ujung dari kampusku dan rumahku.
    pembimbingnya sih baik, tapi ya itu jauhhhhhh buat bimbingan aja.
    pernah sekali si bapak dosen tu tanya, ini teh TA kamu bikin sendiri?
    ya iyalah pak, kalo bukan saya sapa yang bikin?
    sapa tau pacar kamu, gitu katanya..

    awak pun mencak2, pak, dilarang pacaran pak, dosa.
    padahal awak tiap semester ganti pacar kekkwkwkwkwkwkwkwkwkwk hust

    ReplyDelete
  11. Tiap orang pasti punya cerita masing-masing terkait skripsi dan sidang. Dan orang yang bersungguh-sungguh lah yang akan berhasil mengakhiri cerita itu dengan baik. Semangat Elsa!!!

    ReplyDelete
  12. Pengalaman skripsi setiap mhs pasti berbeda-beda ya kak. Kalau saya, kembali lg saya tanamkan ke diri sendiri kalau semua proses ini nantinya utk saya jg. Pahit dan lelahnya, tantangannya, segalanya harus menjadikan diri kita lebih baik lagi. Dan satu lagi, pasti ada saja jalan keluar dr setiap masalah

    ReplyDelete
  13. Dulu pembimbing tesis kakak matre sa.. sukaknya tinggal dijakarta. Kalau mau bimbingan harus kirim draft tesis pake tiki kejakarta plus transferan katanya ongkos taksi PP buat jemput tesis itu yg gal diantar kerumah oleh pihak tikinya. Itu terjadi berkali Kali sampe tesis selesai. Terakhir minta ticket pesawat Garuda PP kalau kk mau beliau hadir di sidang tesis plus suit beli baju terbaik yg akan dipake pas sidang tesis kk itu. Habis sidang trus kk dapet A dia minta beliin BB torch waktu itu sebagai ucapan terima kasih karena katanya tanpa dia kk gak berarti apa apa..


    Giliran guwek jadi dosen, kk gak mau kekgitu Kan. Berusaha on the track jangan sampe mahasiswa gak terlayani. Sampe sampe pernah bimbingan TA mahasiswa di mall pas lagi Ada event Blogsum. Saking gak mau ngecewain mahasiswa yg serius ngejer dosennnya. Eh, malah skrg banyak kecewanya. Kalau sekarang malah dosen banyak kecewa. Mahasiswa kalau gak "diundang" utk bimbingan ya Masa bodoh. Berharap tugas akhirnya bisa selesai tanpa dikerjain huft.

    ReplyDelete
  14. adek nangis kak baca ini. Belum lagi sidang. Pas acc mau penelitian aja penuh drama. Auto patah semangat dan enggak mau ngelanjuti lagi. Adek jadi cengeng dan pengecut gitu. Tapi sekarang mau mulai berjuang lagi deh.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah meluangkan waktu kamu untuk membaca. Tolong jangan komentar dengan link aktif ya! :))

Popular Posts

TRUST ISSUE? sehat nggak, sih?

Mengapa Harus Pilih MRT?

5 Alasan Mengapa Memilih Ruangguru!