Skip to main content

Dampak Covid-19 pada Milenial




Sejak dinyatakan masuk ke Indonesia, tidak semua masyarakat begitu peduli akan virus ini, bahkan tidak jarang banyak yang menganggap remeh. Sebelum masuk ke Indonesia, saya termasuk orang yang sudah mencari info sebanyak dan sevalid mungkin terkait covid-19 ini. Mulai dari share ke instagram stories, ke status whatsapp, namun ya ada saja, tanggapan sinis dari orang yang menganggap ini lebay, berlebihan.

Umur 24 tahun, masih termasuk milenial, kan? Sebagai milenial yang sedang bekerja, saya merasakan betul dampak dari covid-19 ini. Ah, masa sih? Cuma pindah ruangan kerja aja! Tidak, sungguh ini lebih dari itu. Saya menyaksikan langsung bagaimana orang lain kesulitan mencari uang untuk makan. Keadaan working from home (WFH), tidak didapatkan semua orang. Ada orang yang harus tetap keluar rumah, kalau tidak, mau diberi makan apa keluarganya?

Kepedulian untuk berbagi kepada sesama, adalah hal yang paling kita butuhkan saat ini, solidaritas kita sebagai bangsa Indonesia. Saya paham betul, banyak yang gajinya terpaksa ditunda, dipotong THR-nya, penghasilan menurunlah. Tapi, sadarkah kita, diluar sana masih banyak pengangguran, bahkan orang yang mentah-mentah di PHK oleh perusahaan, dan itu menyedihkan. Ingat postingan saya tentang uang di instagram? Klik di sini! Mereka di pinggir jalan sebegitu marahnya kepada orang lain walaupun temannya demi 15 ribu. Kita? Sudah diberi pekerjaan, hanya disuruh berpindah lokasi kerja, tidak ada pemotongan gaji, masih saja mengeluhkan fasilitas yang tidak diberikan perusahaan? Ya, perusahaan wajib menyediakan fasilitas pekerjanya. Tapi, satu sisi, sosial, tetep harus kita indahkan di masa begini.

Semua perusahaan menghadapi masa genting ini dengan tidak mudah. Semua sales anjlok, namun ingat, setidaknya posisi kamu yang sedang bekerja dan berpindah menjadi WFH, sudah lebih aman, walau rezeki sudah diatur semua sama Allah. Maka, untuk kalian semua yang punya usaha, boleh komentar di postingan instagram post saya tersebut, atau mau insta story, silakan tag saya, nanti saya repost.

Bersyukur, inti dari semua yang kita alami sekarang adalah bersyukur. Silakan baca di Ada Apa dengan Covid-19. Banyak hal yang semoga dapat kita ambil hikmahnya di sana. Kalau disebut dampak, mungkin akan berkonotasi negatif ya? Baiklah, yang penting kalian semua paham apa maksud saya di artikel ini hehe. Perubahan yang saya alami sebagai milenial di tengah wabah covid-19 adalah:


  1. Work from office menjadi work from home. Berat? Tentu. Wifi on terus, baterai juga, padahal di kantor colokan ada di mana-mana. Belum lagi, Medan ini sudah 2x mati listrik. Kebayang, laptop mati, HP mati, pulsa dan kuota tak ada, hendak berusaha ke mana? Kan tidak boleh ke mana-mana. Apalagi sebagai introvert, agak sulit, kalau mau kerja harus suasana tenang, adem. Tidak jarang saya harus pakai AC, jadi listrik bertambah juga huft belum lagi keluarga kita yang menjadi school at home, semuanya mendadak mau tidak mau dan siap tidak siap menjadi online. Holiday juga from home ini, cukup liat via google earth saja hehe :))


  2. Lebih melek teknologi. Jika dulu yang saya tahu hanya skype, google meet (hangout), sekarang sudah ada zoom, microsoft teams. Kebayang dong sebagai milenial, gak boleh gaptek, semua harus dipelajari, di cari ilmunya. (Ini saya yang ambisius atau semua milenial ya wkwk).  Mulai dari mengerjakan pekerjaan secara online, meeting online, kirim soal online, bikin video tugas online, bahkan mulai di tahap kemageran, kirim voice note atau langsung telfon.



  3. Belajar online kini sudah menjadi hal biasa, semuanya laris manis, bahkan ruangguru memberikan akses gratis, baik dari ruangbelajar maupun skill academy, apalagi di brain academy (T&C). Boleh cek diisni ya Brain Academy. Baca juga: Alasan Memilih Ruangguru. Tapi balik lagi, siap tidak sih SDM kita dengan sistem online, begini? Saya sendiri, syukurnya agak melek teknologi. Karena kalau PR adik saya yang kelas 5 SD di handle orang tua, yaaa tentu kewalahan. Semua ada faedahnya kenapa kita WFH.



  4. Waktu lebih banyak dirumah, quality time, jadi lebih kenal anggota keluarga lain. Terbukti semua tabiat orang di rumah kita semakin tahu. Ayah yang jarang marah, marahnya karena apa. Adik yang suka main game cooking fever, dan lainnya. Bahkan jika sudah agak free, saya sering ke dapur! Terutama untuk makanan buka puasa hmmm, laper. Tidak lupa setiap pukul 10 pagi akan keluar rumah untuk berjemur.


  5. Lebih minimalis. Budget transportasi tentu lebih aman, sehingga bisa dialokasikan ke hal lain. Eh tapi jangan buat jajan ya! Hehe. Baju terpakai sedikit, baju sehari 2 set aja, cucian dan air untuk nyuci lebih hemat dong, kan? Sepatu tidak pernah di pakai, tas apalagi, jilbab rapih masih di lemari. Yuk, decluttering aja! Minimalis ini juga besar sedikit pengaruhnya kepada konsumsi. Ada yang stok makanan sebanyak mungkin, ada yang secukupnya saja. Yaa, konsumsi kita berubah, jadi hidup sehat, minum empon-empon, mie sehat, frozen food dari sayur. Dan tentunya, semakin banyak yang peduli akan kesehatan.


  6. Suka berkebun, yang dulunya cuma tahu siram-siram aja. Sekarang jadi tahu beli bibit, tanah, perkomposan. Hampir sebulanan ini diantaranya: kangkung, mint, anggrek, udah jadi santapan saya terus wkwkwk atau kalau mau cuci mata liat anggrek, boleh lihat di kebun anggrek ini!


  7. Faktanya konten semakin banyak ketika covid-19 ini, Karena orang banyak berdiam di rumah, ya hal yang paling sering digunakan terutama milenial pastilah browsing, maka dari itu, konten adalah hal penting dan memberikan efek besar bagi branding sebuah perusahaan atau orang. Tapi jangan salah, terkadang pikiran juga semakin ruwet, apalagi tentu ada kecemasan kan, bertanya-tanya sampai kapan ini berakhir. Dan baru saya sadari, sepertinya medsos saya lebih rama ketika wabah ini ada. Check them out >>> @elsahlbs


  8. Semakin sering menggunakan jasa e-commerce, ya gimana. E-commerce juga ambil peran di saat semua lagi di rumah aja, banyak diskon berhamburan. Belanja juga bisa hanya lewat whatsapp, line. Traffic belanja meningkat walau mungkin proses pengiriman barang terganggu. Oh ya, kalau belanja jangan lupa berikan pesan: "packagingnya minim sampah ya bu/pak" hehe. Baca juga di Hidup Tanpa Plastik


  9. Lebih awareness ketika dengan uang cash tertular, semua beralih ke digital payment, mulai dari gopay, ovo, dana, dll. Sebagai pengguna digital payment ini seharusnya kita memang lebih dimudahkan. Yang terpenting kontrol diri. Karena di situasi pandemi begini, dana darurat harus 10x pengeluaran perbulan harus ada deh kayaknya. Saya juga ulas mengapa kamu harus beralih ke cashless!


  10. Sering memberikan tips kepada ojol/donasi. Banyak banget cara kita membantu orang lain. Salah satunya dengan ojol tadi. Sedikit sih mungkin tidak sebanyak yang bisa diberikan pemerintah, tapi yaaa, mudah-mudahan berkah hehe.

Selama covid-19 yang tidak berubah apa saja? Yaaa, banyak juga! Nonton live, dulu juga suka sih, cuma sekarang frekuensinya mungkin bisa jadi sehari 1-3 live instagram saya tonton untuk menambah ilmu. Tapi apakah itu efektif? Kalau sudah lelah sih, tidak saya paksakan, toh tidak semua ilmu harus kita ambil, kasian juga, tubuh butuh istirahat. Selanjutnya, proyek pribadi semakin bertambah, ya jelas! Dari dulu setiap hari saya menuliskan to do list saya, jadi jelas seharian ingin mengerjakan apa saja, selama covid-19 ini alhamdulillah semakin meroket, apalagi dengan adanya challenge dimana-mana, bahkan merasa kekurangan waktu, astaghfirullah.

Betah di depan laptop? Ya! Malah jadi lebih lama, jam kerja jadiii melebihi jam kerja. Apakah kalian juga? Suka mager, ya yaaa dari kamar ke dapur aja mager, padahal demi isi minum aja. Maka dari itu saya stok sebotol air untuk di ruang kerja. Waktu untuk membaca berkurang, iya lebih suka ngeblog, karena ada challenge wkwk. Oh ya, untuk kalian semua ini ada kumpulan e-book gratis, silakan di cek di:
  • www. gutenberg.org, archive.org/details/texts;
  • cambridge.org/core/what-we-publish/books;
  • atau mau versi indonesia? ada? iPusnas milik perpustakaan nasional, bisa meminjam selama 3 hari, kalau habis waktu ya otomatis hilang dari rak bacanya;
  • sama dengan iJakarta, yg dikembangkan pemprov DKI Jakarta, selain bisa pinjam buku, bisa donasi juga loh!
  • gramedia digital;
  • teman baca;
  • storial.co;
  • cabaca;
  • google play books;
  • lets read; dan
  • storyline online.
Banyak yaaa? Iya, tapi waktunya ada tidak? Hehe. Dari sekian dampak di atas, yang mana yang paling kalian rasakan? Covid-19 ini berat, serius, jadi yuk dari sekarang sadar diri, jika dirumah terapkan pola hidup bersih, makanan bersih dan sehat. Cuci tangan dengan sabun ya jika di rumah. Tetapi jika kamu keluar rumah, jaga jarak minimal 2 langkah kepada orang lain, gunakan masker. Dan tidak lupa, kita berdoa kepada yang maha menyembuhkan, asyyifa, Allah. Semoga covid-19 ini segera berlalu. Aamiin!

Comments

  1. Kayaknya selama liburan ini jiwa kewarasan saya malah semakin enggak teratur. Hiks. Tapi itulah tantangan. Apalagi teringat ingin berkebun malah hasil kebun saya yang di pot selama seminggu di makan ayam. Jadi nyerah adudu.

    ReplyDelete
  2. Iya bener. Hampir sama kita, kak. Tapi kalau Saya selain WFH, ada juga datang ke sekolah 2 kali seminggu. Alhamdulillah, bersyukur masih bisa bekerja.
    Semoga yang kesulitan bekerja dimudahkan pekerjaannya, kita semua diberikan kesehatan, serta doa terbaik untuk kita semua.

    ReplyDelete
  3. Saya jadi kepikiran sebuah fenomena yang menarik akibat covid ini. Pertama, yang muda saya lihat kebanyakan mulai menyibukkan diri dengan berkebun. Mulai mempelajari pembibitan, belajar tanaman herbal dll. Nah yg tua justru sedang sibuk2nya belajar teknologi baru. Iya, biasanya kerja di kantor, sekarang harus via online semua, alhasil masih gagap diawal-awal. Tp sebenarnya itu bagus lah ahaha

    ReplyDelete
  4. Kenapa yg no 3,harus fotoku yg bersanding dengannya,, hahahahaha

    ReplyDelete
  5. Tapi ya, secanggih2 nya wfh, enakan wfo huhu
    Apalagi kondisinya begini. Kekgini ya rasanya jd burung yg di kandangin, hiks

    ReplyDelete
  6. dan banyak yg jdi chef dadakan loh dek. hahahaha. emang kadang ujian belum brrti bakal absolit menyengsarakan yey.

    ReplyDelete
  7. Memang kondisi saat ini kita harus tetap produktif dan berkegiatan yang positif. KArena kalau mikirin negatifnya saja bisa stres

    ReplyDelete
  8. Ya kita patut bersyukur bagi yg masih bisa kerja... Bagaimana dengan orang2 yg kesulitan untuk kerja mencari nafkah untuk anak istri... Ya semoga saja pademi covid-19 semua cepat berlalu dan normal seperti biasanya.

    ReplyDelete
  9. Aplikasi belajar online selain Zoom, Skype, Hangeout/Google Meet n Gform, juga ada Edmodo dan Mooc, wuih asyik beud yah ga perlu keluar rumah lg. Tp tentu ada plus-minusnya yaa, kl boleh milih ya pinginnya yg ga ada Covid-19 lah hehehe

    ReplyDelete
  10. Oweee, lengkap ya dek.
    Btw kakak pun masih masuk milenials kok. Milenials itu kan yang kelahiran 80 sampe akhir 90.
    Kalo kelahiran tahun 2000 baru beda lagi sebutannya

    Kalo kakak, di rumah sibuk sama urusan sekolah anak 🤣

    ReplyDelete
  11. Kok sama saya ma adeknya elaa ya. Suka game cooking fever.
    Blom lagi emily, dan lainnya. Hihihi

    ReplyDelete
  12. Seneng dengan kondisi ini. Kami sekeluarga ber 4 jadi lebih kompak. Justru lebih banyak melakukan Hal berfaedah tanpa pusing. Bisa menyediakan Makanan buat keluarga dengan lebih teratur, sempet ngapdet Hal Hal menarik, ngajar juga online lebih terpelihara diri pribadi dari banyak Hal.. alhamdulillah

    ReplyDelete
  13. Jadi daripada mengeluh tidak karuan mending melihat sisi positif dan dan menyesuaikan diri dg keadaan. Semoga pandemi ini cepat berakhir

    ReplyDelete
  14. Covid ini walaupun berdampak sangat luar biasa pada ekonomi sebagian orang, tapi yang paling luar biasa nya adalah kemampuan survival manusia jadi bertambah dan kreativitas tanpa batas

    ReplyDelete
  15. Dari banyaknya dampak covid ini, lebih enak mikir yang positifnya aja. Bisa lebih dekat ama keluarga, bisa sering masak, berkebun, dan melakukan Hal menyenangkan lainnya.

    ReplyDelete
  16. Kalo urusan produktivitas mah, blogger macem Kak Elsa gini ngga bakalan mati gaya. Yakin deh. Kalo kayak aku mah paling kalo ngga ngeliatin spreadsheet tugas kantor, ya ngeliatin anak :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah meluangkan waktu kamu untuk membaca. Tolong jangan komentar dengan link aktif ya! :))

Popular Posts

TRUST ISSUE? sehat nggak, sih?

Mengapa Harus Pilih MRT?

5 Alasan Mengapa Memilih Ruangguru!