Skip to main content

Mudahnya Refund Tiket Air Asia 2020

Tahun lalu, di akhir 2019, di masa pekerjaan masih menumpuk, jalan-jalan adalah hal terpenting yang harus saya raih di tahun depan, saya pikir. Bermodal paspor, google, dan sosial media. Saya mulai mencari dan menyusun itenary sebaik mungkin untuk keberangkatan saya kali ini.




Maklum, ini pertama kalinya saya pergi menggunakan paspor saya, setelah drama pembuatan paspor di kantor pelayanan seperti tahanan, di tanya ini itu, digalakin, sampai akhirnya mereka tau saya bekerja di perusahaan start up pendidikan, lalu mereka berubah senyum manis di depan saya. Agak traumatis, tapi ya begitu adanya. Ini memang SOP pekerjaan mereka begini atau bagaimana sih? 



baca juga: Rabbittown, Tempat Instagramable di Bandung

Saya berencana pergi dengan sepupu saya yang lain. Kami terdiri dari 3 orang. Dan semuanya perempuan. Pesan tiket ketika promo BIG SALE, ya jelas anak baru mulai kerja nyarinya yang hematlah yakaan? Setelah saya (lagi) yang berkutat demi mencari tiket murah, finally ketemu! Dan mereka? Sans kuy aja. Booking tiket dulu, karena penginapan rencananya akan di tempat saudara kami disana.


Seberani itukah kami? Ya, hanya bermodalkan salah satu sepupu saya yang sudah pernah ke sana, baca thread orang di twitter tentang malaysia, sudah gitu aja. Awalnya itenary tidak disusun berhubung berharap si cantik ini akan beneran pergi dengan saya dan sepupu lainnya.



Tiket sudah di tangan, tapi.....



Awalnya ingin ikut bersama rombongan kak Echy, namun disayangkan sepupu saya tidak suka gabung dengan rombongan begitu, apalagi blogger wkwk. Padahal itu sudah tinggal pergi saja, karena penginapan, makanan, semua sudah ditanggung per-paket. Sebenarnya saya lebih excited ikut ke komunitas ini, namun yaaa karena saya juga harus bersama sepupu saya, ya saya tidak jadi bergabung dengan mereka.


Namun disayangkan, sepupu saya batal pergi dikarenakan alasan yang tidak bisa saya jelaskan di sini (wkwkwk). Nah, sisanya hanya tinggal berdua. Saya dan sepupu saya yang satu ini lebih akrab, dikarenakan kami sering ke mana-mana berdua, bahkan dia ikut open trip bersama teman kuliah saya ke Jogja, hebat, LOL.





Kamipun menyusun rencana demi rencana. Berdua, iya berdua. Hanya mengharapkan ridho Allah saja agar semua baik-baik saja. Sebelumnya sudah masuk notif ke email, bahwa kepulangan di reschedule menjadi lebih cepat 1 jam. Ya Allah apalagi ini. Setelah ngobrol ke sana sini, ternyata dari pihak keluarga berat meninggalkan kami pergi berdua saja. Keluarga lain, termasuk ibu sayapun ingin bergabung. Tapi minggu demi minggu, tidak ada kepastian.


3 minggu sebelum berangkat, ternyata amangboru (abang ipar ayah) saya diserang penyakit dan mengharuskannya untuk cuci darah. Ini seperti pertanda agar kami tidak melanjutkan rencana ini.

Oke, berbalik arah, akhirnya saya refund, setelah berlama-lama menghabiskan waktu dan menimbang dari segala arah, sepupu saya tidak ada memberikan jawaban, akhirnya saya putuskan untuk me-refund tiket itu. Awalnya saya kira tidak bisa, sudah nelfon pihak air asianya soalnya, toh kan karena kesalahan sendiri, tapi ternyata qadarullah bisa. 

Kenapa tidak bisa? Soalnya AirAsia ini kan LCC (Low Carrier Cost, sehingga tidak memfasilitasi refund tiket. Tepi, setelah browsing baca sana sini dan download aplikasi Big Sale AirAsia di handphone, ternyata bisa refund, yey!


Oke, bisa refund, berapa banyak? Ya kalau 10% sama saja hehehe :)) Btw, AirAsia menyediakan refund sebanyak airport tax nya saja. Kebetulan tax kuala lumpur international airport itu sekitar 35 MYR, (check disini!) 127 ribu-an. Ya Alhamdulillah, karena nyari uang itu susah guys, apalagi di masa pandemik seperti ini T.T


Akhirnya 27 februari, masuk lagi notif di email dan di suruh check in, tidak. FIX. Sepupu saya dua-duanya tidak melanjutkan perjalanan ini. Sedih? Iya tentu. Saya sudah mengajukan cuti dari jauh-jauh hari, tetapi harus dibatalkan. Bener ya, tidak boleh terlalu menyukai dan berlebihan akan sesuatu, biar kalau mereka tidak sesuai keinginan kita, kita tidak begitu patah, goyah, sakit.



Akhirnya saya putuskan untuk REFUND.

Selang seminggu setelah batal berangkat, saya ajukan untuk permohonan refund, Alhamdulillah uang refund berhasil dikirim ke rekening saya. Saya pikir akan lama. Karena saya baca di salah satu postingan orang lain, bisa 30-60 hari untuk pengirimannya. Kebetulan waktu itu saya transfer via mbanking, agar lebih mudah. Nah ternyata, refund itupun harus menggunakan rekening yang kita gunakan ketika membeli tiket tersebut. Alhamdulillah dulu enggak nebeng pakai kartu orang lain. Karena baca di websitenya, pembelian hanya bisa by CC. Apalah saya yang CC-pun tidak punya.


Refund bisa diproses setelah hari keberangkatan ya, itu juga ada batasannya. Tidak bisa setelah setahun setelah keberangkatan kalian baru ngajuin refund huhu.


Cara refund AirAsia di tahun 2020 gimanaaa?

First step, Kamu harus login dulu ke akun AirAsia Big Sale kamu. Kebetulan saya download aplikasinya di handphone. Awalnya pakai chat with AVA di aplikasi, tapi tiap aplikasinya ketutup, ngulang lagu chatnya, huft capek, jadi saya putuskan pakai web browser dari hp aja. Buka di airasia.com/member. Lalu pilih support, kemudian klik kanan bawah, chat with AVA.

Kedua, atau klik di website AirAsianya langsung di sini





Selanjutnya pilih masalah kamu. Kalau karena covid-19, langsung saja ya pilih perubahan penerbangan covid-91. Nah kalau saya memang kebetulan bukan karena covid, karena ada alasan kesehatan keluarga. Jadi saya pilih Pengembalian Dana. Kemudian Bisakah saya meminta pengembalian dana? Nanti dia akan mengarahkan ke website petunjuk tentang pengembalian dana.





Setelah kalian baca semua petunjuknya, kembali ke chat sebelumnya, browsernya jangan ditutup yaaa, biar tidak rechat. Kemudian nanti AVA akan bertanya banyak hal, semacam isi form gitu.




Pertanyaannya banyak, alasan pengembalian dana, ada airport tax, pengembalian dana, dll. Kalian harus isi nama lengkap, email, kode booking, airline code, flight number. Setelah semua data di isi, buka bagian profil kalian, lalu muncullah case/masalah terkait pengaduan kalian. Nah itu terlihat IN PROGRESS, artinya proses refund kamu masih di proses.


Dan bonusnya karena kemarin saya beli sekaligus untuk 3 orang, berada di satu kode booking, ternyata proses refundnya juga bisa untuk 3 orang sekaligus! Canggih!





Oh iya sebelum selesai, kalian pilih metode pembayarannya sesuai dengan metode pembayaran ketika membeli tiket AirAsia.


Setelah itu klik SUBMIT, kemudian tunggu saja email balasan dari pihak AirAsia. Email balasannya seperti foto Refund #4. Saya buat surat pengajuan refund di 5 Maret, 11 Maret di respon lewat email, lalu tanggal 16 Maret 2020, uang saya kembali!. Secepat itu! MasyaAllah. Padahal mereka menjanjikan 10-15 hari kerja.





ps: Tolong diingat ya, ini berlaku untuk perjalanan internasional, tidak untuk domestik hehe. 


baca juga: Nginap di Hotel Kapsul?! Review MYPODROOM BANDUNG

Uang kembali tentu tidak 100%. Pemesanan awal kami 2,8jt. Nah uang kembalinya sekitar 1,1jt. Yaaa kalau di hitung per orang lumayanlah dapat 300 ribu, enggak banyak, tapi daripada hangus gitu aja hehe.


Kegalalan ini menjadikan saya tau, bahwa pergi tanpa non mahram, setidak boleh itu. Allah menegur saya, Alhamdulillah dengan cara yang baik. Sesungguhnya hal itu menjaga kita dari fitnah dunia.

Muncul Covid-19 di Indonesia muncul di akhir Maret sekitar tanggal 16 Maret, bahkan di Medan sendiri, beberapa sekolah mulai full school at home sejak 20 maret 2020. Sementara di Malaysia, sudah semakin luas, sebagai negara Asia pertama yang diisukan terkena corona, semakin parnolah keluarga. Alhamdulillah, Allah sebaik itu. Mungkin kalau saya tetap memaksakan sendiri, bisa jadi tubuh saya tidak sekuat itu menahankannya. MasyaAllah.





Pas hari H, saya buka lagi aplikasi AirAsia, dan ternyata pesawatnya sudah berada di pertengahan jalan hiyaaaa. Refund berhasil, setelah itu membaca email dari Tony, taulah ya siapanya AirAsia, dan sesedih ituuu bacanya. Nyatanya kita semua berusaha agar penyebaran covid berhenti, mari berdoa covid diangkat, dan sampaikanlah kita semua ke bulan ramadhan yaAllah. Aamiin.


Jadi, sudah siap untuk jalan-jalan lagi sehabis covid-19? Yuk. Hehe


Comments

  1. Wah ternyata lumayan juga ya refund-nya walau tiket promo. Iya, sedih banget sama ceritanya Tony, mudah mudahan pandemi ini segera berakhir ya biar bisa jalan jalan lagi

    ReplyDelete
  2. Lumayan juga bisa refund ya els, 300ribuan di kalikan 3 tiket. Semoga next time jalan-jalannya tergantikan ke tujuan wisata yang lebih oke lagi ya

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah, bisa direfund ya dek. Air Asia syukurnya mengerti.
    Tengkyu infonya sa, kalo suatu saat mengalami hal yang 11-12 sama, pasti berguna kali info Elsa ini

    ReplyDelete
  4. Profesional banget ya air asia, kondisi begini memang tidak memungkinkan untuk berpergian. Aku kmrn juga dapat email yang menginfokan jika ingin merefurn karena pandemi ini akan dipermudah teryata emang mudah ya

    ReplyDelete
  5. Nice info Kak Elsa... semoga next time bisa menggunakan paspornya yaa

    ReplyDelete
  6. Makasih infonya ya, emang sih walaupun kecil tapi kalau bertiga lumayan juga tuh

    ReplyDelete
  7. AA ni kewalahan juga karena banyak sekali yg refund. Mrekapun terimbas kerena pandemi ini. Tapi salut, mreka profesional dan memudahkan customer unt refund or reschedule flight 👍👍👍

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah masih bisa direfund ya elsa, takdir Allah siapa yang tahu kan? Semoga bisa menikmati jalan-jalannya dengan mahramnya nanti :)

    ReplyDelete
  9. Aih uang segitu wajib refund lah walo gak full, Alhamdulillah yah ❤️ wabah berakhir, cus jalan jalan lagi, yeay

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah meluangkan waktu kamu untuk membaca. Tolong jangan komentar dengan link aktif ya! :))

Popular Posts

Mengapa Harus Pilih MRT?

5 Alasan Mengapa Memilih Ruangguru!

Review CoHub Indonesia, Coworking Space di Medan