Skip to main content

Tips Menjadi Lebih Positif Lewat Self-Care



Hello everyone! Sering tidak sih kalian mendengar stigma negatif selama hidup? Seperti merasa tidak berguna, marah, kecewa, khawatir, frustasi, takut, dan hidup penuh banyak kritik serta tidak jarang membuat diri ini merasa seolah BAD, buruk di mata orang lain. Misalnya masih sakit hati karena seseorang dan kesulitan mengapresiasi kebaikan seseorang, padahal kejadian sakit hati tersebut sudah 10 tahun yang lalu. Kemudian lebih mengingat pengalaman traumatis dibanding pencapaian hidup. Dalam hidup banyak hal penting dan positif yang harusnya lebih kita pedulikan, tapi ya begitu, ibarat kertas putih, ada sebuah titik hitam, tentu kita akan fokus ke titik hitam tersebut.

Masih ingat celaan dan cemooh dari sahabat? Lalu dimasukkan ke hati, padahal sahabat juga sering loh memberikan pujian, tetapi kita tidak mengingatnya. Lebih sering berpikiran negatif dibanding  positif, bahkan bisa bereaksi lebih kuat terhadap stimulus negatif. Sehingga tidak jarang lbih senang bergosip tentang  hal negatif dibanding  positif. Hal inilah yang disebut dengan negativity bias. Lalu, apakah kita orang yang memiliki negativity bias tersebut?

Masa karantina adalah masa di mana setiap orang lebih besar kemungkinan untuk stress jika tidak mampu menangkal negativity bias. Wah, apaan tuh negativity bias?

Negativity bias berarti bias dalam berpikir dikarenakan otak kita memiliki kecenderungan memberikan perhatian lebih terhadap hal negatif. Padahal sesungguhnya Negative is killing you slowly. Nah, sadarkah kita bahwa banyak kerugian jika kita memiliki negativity bias?



Tentu kerugiannya banyak sekali! Semoga setelah membaca ini kamu semua jadi berpikir ulang ya untuk memikirkan hal-hal negatif terhadap sesuatu! Apa aja tuh?


Add caption
  1. Pikiran terus-menerus dipenuhi dengan prasangka buruk
  2. Pengambilan keputusan dipenuhi rasa ragu
  3. Tidak dapat menikmati momen dengan nyaman dan tenang karena terus dihantui oleh rasa takut akan munculnya kejadian buruk
  4. Tidak dapat menerima saran dan kritik
  5. Pandangan orang lain kepada dirimu menjadi tidak menyenangkan
  6. Mudah larut dalam kesedihan dan sulit untuk menghibur diri
  7. Tidak merasa yakin dengan kemampuan diri sendiri
  8. Membuat interaksi dengan orang lain menjadi kaku dan awkward, karena membayangkan hal-hal buruk yang orang lain
Peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC) pernah melakukan riset bahwa pada orang-orang yang dikarantina ketika SARS merebak, muncul sebuah pengaruh kondisi psikis pada orang tersebut. Surveinya mencakup 152 pertanyaan terkait hal-hal yang terjadi selama masa karantina. Hasilnya semua koresponden menunjukkan bahwa ada perasaan seperti terisolasi dari dunia luar, yaitu terbatasnya kehidupan sosial dan kurangnya kontak fisik dengan keluarga adalah hal tersulit yang dirasakan selama masa karantina. Info selengkapnya bisa kalian baca di Gangguan Psikologis Rentan Terjadi pada Orang yang Dikarantina.

Perasaan negatif memang berpengaruh terhadap bisa atau tidaknya kita menjaga mental. Karena kita harus #DirumahAja jika tidak ada keperluan mendesak. Bagaimana cara menghindari negativity bias? Tentunya kita harus mengubah mindset negatif menjadi mindset positif. The truth about positive thinking bukan berarti kita harus terus-menerus merasa bahagia dan mengabaikan emosi negatif yang muncul. Jika begitu, itu adalah toxic positivity jatuhnya, tidak sehat dan patut dihindari. Positive thinking adalah sebuah sikap dan pola pikir yang optimis. Dengan mengadopsi pola pikir tersebut, kamu akan tetap berusaha walau dalam keadaan sulit, melihat kebaikan di diri sendiri dan orang lain, serta selalu bersyukur terlepas dari kondisi keadaan yang beraneka ragam.

Selain berpikir negatif, tentu berpikir positif juga berdampak ya. Ada keuntungan yang akan kita dapatkan jika berpikir positif. Diantaranya:


Keuntungan berpikir positif.
  1. Memiliki rentang hidup yang lebih panjang
  2. Dapat menjalani lebih banyak hubungan yang baik
  3. Meningkatkan rasa percaya diri
  4. Jauh dari stress dan terhindar dari depresi
  5. Menurunkan tingkat kecemasan
  6. Menaikkan tingkat kesuksesan dalam kinerja
  7. Lebih enjoy dalam menghadapi masalah
  8. Mendorong potensi diri sehingga mampu melampaui target
  9. Lebih bahagia
  10. Lebih terasa sehat secara fisik dan mental
Wah, banyak sekali yaaa? Jadi, masih ada keraguan mengapa harus berpikir positif? Setelah tahu semua keuntungan yang didapatkan setelah berpikir positif, kita perlu memikirkan nih langkah apa saja yang bisa kita lakukan agar bisa menjadi lebih positif.


Langkah agar Lebih Positif
  1. Lakukan kegiatan outdoor misalnya jalan-jalan di taman, atau yaaa di komplek sekitaran rumah saja sepertinya sudah cukup.
  2. Berikan dirimu positive self – talk dengan mengatakan “aku hebat” , “aku kuat” dan         “aku mampu” kepada diri sendiri.
  3. Kurangi penggunaan media sosial dan kurangi membandingkan diri dengan orang lain.
  4. Kelilingi dirimu dengan support system yang memiliki sikap positif.
  5. Percayalah bahwa kebaikan yang kamu lakukan akan memberikan balasan kebaikan pula.
  6. Rayakan setiap pencapaian yang kamu raih, meskipun kecil.
  7. Latihan bersyukur dengan menulis gratitude journal setiap hari.
  8. Be kind to yourself dan luangkan waktu untuk melakukan self-care.
  9. Forgive often. Maafkanlah orang yang menyakitimu dan coba untuk melihat sisi terbaik didalam diri orang lain.
  10. Ubah bahasamu. Gunakan kata-kata positif dalam kalimat-kalimatmu.
Nah, bagaimana cara menjadi positif lewat self-care? Tentunya harus dengan #DirumahAja dan #DengarkanHatimu ya! Sulit enggak sih? Tentu tidak. Jika kamu memang sudah berniat ingin menerapkan berpikir positif dalam kehidupan sehari-hari kamu. Dan tentunya bisa banget! Kalian bisa melakukan apa saja dengan bebas selama #DirumahAja, gimana tuh? Oke, saya bagi berdasarkan lokasinya ya.


Minum air putih, tidur nyenyak, kurangi smartphone.

Pertama, kamar tidur. Di kamar tidur ini, kita bisa memulia self-care dan #DengarkanHatimu dengan memiliki tidur yang berkualitas, dan tidur yang berkualitas dimulai dengan tidur nyenyak ya. Bisa juga dengan pakai masker atau luluran sebelum tidur, minum air putih, dan mematikan smartphone.


Mandi dan keramas.

Kedua, kamar mandi. Kebersihan sebagian dari iman, kan? Karena merawat tubuh itu seyogyanya di mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dari kamar mandilah kita bermula untuk bersih, dengan bersuci, berwudhu. Seperti hadist nabi yang berbunyi:
"Dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu." (HR. Tirmizi)."
Di kamar mandi juga kamu bisa memulai konser tunggal, ya tidak masalah toh kan yang mendengarkan hanya kamu sendiri! Hihi. Untuk yang suka bernyanyi, dengan bernyanyi ketika mandi bisa mengurangi stress kamu hehe. Cuci tangan. Jelas ya, kalian bisa baca postingan saya tentang cuci tangan disini.

Lalu, mandi yang bersih. Hmmm nampaknya ini sulit bagi orang yang hobinya terburu-buru. Haha. Tetapi selama masa karantina #DirumahAja yuk sisihkan waktu kita paling tidak untuk merawat tubuh kita dengan mandi. Selain itu keramas. Saya juga sering jika overthinking akan mandi ke kamar mandi lalu keramas dan menangis di bawah shower ketika keramas tadi. Mungkin bagi kalian tidak terlalu berpengaruh, tetapi dengan begitu saya menjadi lebih plong, lebih bisa menerima kenyataan bahwa hidup juga tidak selalu bahagia. Nah, keramasnya tentu dengan Emeron Hijab Clean and Fresh. Dikarenakan saya punya masalah rambut rontok, tidak jarang saya berganti dari satu shampoo ke shampoo lain. Maklum anaknya suka nyoba-nyoba. Alhamdulillah dengan emeron saya merasa ketika keramas rambut saya tidak pedih, beberapa shampoo terasa pedih, biasanya karena ada kandungan menthol atau mintnya, dan kulit kepala saya termasuk yang tipis jadi mudah terkelupas jika cuaca begitu panas.


Mengapa Emeron Hijab Clean and Fresh

Emeron Hijab Clean and Fresh dengan kandungan MOC Parfume dan kandungan nutrisi alami dari Tee Tree oil sehingga rambut menjadi wangi dan lebih kuat jadi tidak rontok. Sebagai hijabers, tentu shampoo ini membantu saya dengan yang ke mana-mana berhijab menjadi lebih mindfull dengan hasil keramas yang mudah dibilas dan cepat kering. Hasilnya juga tidak kalah dengan shampoo lain. Saya gunakan khusus hijab yang warna biru. Wanginya memang tidak semerbak parfum masa kini, tapi efek setelah keramas itu, masyaAllah rambut bener-bener wangi. 


Mengapa Emeron Hijab Clean and Fresh

Dan itu bagi saya adalah satu self-care dan #DengarkanHatimu termudah agar terhindar dari negativity bias dan kekhawatiran berlebih. Karena saya sendiri termasuk orang yang tidak bisa tidur kalau keadaan badan atau rambut sedang bau hehe. Dan tentunya selain mudah didapatkan, harganya juga murah meriah, hanya dengan Rp13.000 kamu sudah bisa mendapatkan semua manfaatnya. Buat kamu yang merasa kurang cocok, banyak kok produk Emeron lainnya, cek disini ya! Emeron Hair Care.


Mencoba resep baru dan decluttering kulkas.

Ketiga dapur, nyobain resep baru, bikin kue favorit, sampai ke decluttering isi kulkas tentu sudah sering saya lakukan. Banyak loh hal yang bisa kita explore dari dapur. Bahkan biji cabai dan tomat juga bisa kita olah lagi dengan cara ditanam menjadi tanaman baru hihi. Hal ini menyangkut ke bagian halaman rumah dimana aktivitas berkebun, menanam adalah hal baru yang kita lakukan selama pandemik ini. Nah, kalau kamu self-care-annya bagaimana?


Menanam dan berkebun.

notes: beberapa ilustrasi berasal dari canva.

Comments

  1. Wah, akhirnya di detik-detik terakhir keluar juga artikel ini. Hehehe.. semangat elsa. btw kita sama loh aku juga pake emeron varian clear & fresh juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi iya kaaak gak bikin pedih di kepala itu sihhh bikin suka 💚

      Delete
  2. Kak kalau toxic positif ini sebenarnya bagus nggak sih buat kita yang sedang memiliki negatif dalam diri? Misalnya yang sudah terlanjur galau karena ditolak. Tapi kok saya malah semakin sebal ya kalau ada yang bilang bersabar dan ikhlasin saja. Tapi ini kasusnya pas hati lagi panas-panasnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini tuh harus selesai dulu di diri kitanya sendiri. wajar sih ada rasa negatif, lumrah. diiterima aja negatifnya. tp jangan stuck disana. berpindah ke hal positif. smgt kaaak! 💪

      Delete
  3. Wah sama nih sampo kita yaa, Elsa... Kl sy pake yg Aloe Vera. Hnm wanginya bikin kita berpikir yg baik² yaa... Jd tambah semangat menjalani puasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak hihi bikin seger ya jadi gak ngantuk walau puasa hehe

      Delete
  4. Alhamdulillah saya baru-baru ini baru menggenggam erat think positive lagi. Ternyata membuat kita jauh lebih bahagia dan sehat. Auto semangat lagi deh.

    ReplyDelete
  5. Sampai sekarang aku belum bisa atasi kebiasaan nethink kak. Gimana dong huft, bisa mati perlahan karena pikiran yang susah sekali positif

    ReplyDelete
    Replies
    1. negatif thinking itu wajar dan lumrah. cuma gmn kita menyikapinya. apa mau dibiarin terus menerus atau mencari hal lain sbg opsi kerjaan baru biar gak keinget sama negatif thinking td hehe

      Delete
  6. Saya suka juga sih di dapur. Suka bersih2nya. Kl istri saya suka acak2 nya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. kok kebalik ya bang wkwkwkwk tapi apapun itu semoga berkah, udh halal mah bebas wkwk

      Delete
  7. Emeron hijab ya sa? Aku tertarik sama emeron hijab karena pake habbatussaudah. Emeron pun sekwranh lebih lengkap karena sudah punya vitamin rambut

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kaaaak, udahlah sepaket gitu enak juga di rambut yaaa 💚

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah meluangkan waktu kamu untuk membaca. Tolong jangan komentar dengan link aktif ya! :))

Popular Posts

Mengapa Harus Pilih MRT?

TRUST ISSUE? sehat nggak, sih?

5 Alasan Mengapa Memilih Ruangguru!