Skip to main content

Momen yang Dirindukan di Masa Lebaran

Lebaran sebentar lagi..
Baju baru sudah ada? Persiapan untuk hari lebaran, mulai dari makanan, mukena, sofa baru, kulkas baru? Wahahaha kebayang kalau Allah mewajibkan semuanya di satu waktu. Padahal yang terpenting adalah zakat ya! Kita harus membayar zakat fitrah kita, bahkan untuk yang sakit harus membayar fidyah selama tidak dapat mengikuti puasa.



Banyak sekali momen yang sudah dipersiapkan ketika sebelum lebaran. Tapi apakah momen itu bisa diciptakan secara virtual? Oke, berikut momen dan perubahannya di kala wabah pandemi menurut saya.

Pertama, saat antre sholat dan untuk maaf-maafan ke orang yang lebih tua. Secara virtual tidak bisa digantikan. Kebetulan saya memang tinggal dekat dengan keluarga besar, jadi masih bisa antre untuk maaf-maafan. Yang sedih sih adik saya yang sedang merantau, tidak bisa salam ke kami semua.

Pembagian THR. Jelas ini bisa virtual ya, mulai transfer via bank, OVO, Gopay, banyak macemnya lah! Jadi biar enggak ribet ke ATM juga ngambil uang cash, saya transfer ke sepupu saya via transfer bank saja. Karena semakin banyak yang diambil di ATM, semakin sulit menahan keinginan ke sanak saudara sekalian huhu.

Malam idul fitri bareng, nah ini dari tahun ke tahun saya dan sepupu lakukan dengan berkeliling di daerah kota di kampung menaiki mobil, ya hanya ingin mencari kehangatan suasana berlebaran antar sepupu saja. Tidak ada orang tua yang ikut, agar kami semakin erat, paham satu sama lain. Tapi sekarang berbeda, semua sibuk dengan urusan masing-masing dan, tidak akan seleluasa itu kan untuk bercanda riang lewat video call? Hehe.

Pakai baju seragam, ini berkaitan dengan baju lama vs baju baru. Perlu enggak sih sebenarnya? Saya dan keluarga sudah menyiapkan mencari bahan dan mulai menjahit pakaian untuk lebaran kemarin dari beberapa bulan yang lalu. Sehingga, dengan tidak adanya pertemuan, ya sudah semua pakaian kami pakai ketika sholat ID, selepas zuhur yasudah pakai kaos dan baju tidur lagi. Apalagi saya, termasuk yang tidak betah ketika bergamis ria namun mencuci piring, agak repot ya sepertinnya.

Selanjutnya bertamu ke rumah lain, umumnya ke tetangga. Namun untuk menjaga keadaan agar cepat penyebarannya berhenti, terpaksalah menunda mengunjungi siapapun di lebaran kali ini. Semoga pandemi ini segera berakhir. Karena komunikasi dua arah dengan temu langsung dan bermaafan tanpa sekat membuat kita semakin merasa bahwasanya benar kita makhluk sosial dan membutuhkan orang lain.

Kalau kamu, yang bikin lebaran ini berbeda, apa?

Comments

Popular Posts

Mengapa Harus Pilih MRT?

5 Alasan Mengapa Memilih Ruangguru!

Review CoHub Indonesia, Coworking Space di Medan