Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2020

Cerita Keluarga dari Hutan

Sering sekali dalam hidup ini kita dibebankan pada hal-hal yang berhubungan dengan lingkungan. Mulai dari buang sampah sembarangan, penggunaan kapas sekali pakai, hingga pembalut sekali pakai yang mungkin memudahkan, tapi tidak dapat diuraikan menjadi zat terkecil. Malah menambah frekuensi sampah di TPA. Apakah kita merasa bersalah? Ya, beberapa orang mungkin tersadar lalu berubah, tetapi yang lain? Menjalaninya begitu saja, lalu yasudah dipakai lagi. Concern yang rendah akan lingkungan membuat saya mencoba mulai sharing tentang pentingnya mengganti pembalut plastik menjadi pembalut kain. Kalian penasaran? Boleh cek di RuangSayangBumi, selain menyediakan menstrual pad, saya juga menyajikan cotton pad sebagai pengganti kapas, dan wetbag, pengganti pouch plastik untuk membawa apapun yang bersifat mudah bocor, contohnya untuk tempat menstrual pad yang belum dicuci.
Hutan yang ada di Indonesia tidak sekadar hanya pohon, banyak sekali barang yang bisa kita jadikan jika berasal dari pohon. M…

#IniUntukKita - 5 Kesalahan Keuangan Generasi Milenials

Milenial menurut Wikipedia adalah orang yang lahir di antara tahun 1980-1990. Kamu termasuk juga, kan? Hehe. Oke, first step untuk semua milenial yang ada diluar sana, kita harus memahami dulu sebenarnya seberapa penting keuangan dalam hidup kita. Hal ini tentu erat kaitannya dengan literasi ekonomi, sebagai alat untuk mengubah mindset dari tidak tahu menjadi tahu mengenai ekonomi. Lalu dari mana adanya indikasi milenial tidak melek literasi ekonomi? Mudahnya, masih sering kan kita mendengar berita investasi bodong puluhan juta. Ngeri memang, tapi begitulah kenyataan minimnya literasi kita. Apalagi setelah indonesia merdeka ke 75 tahun ini, bagaimana nasib milenials ke depannya? Itulah perlunya melek literasi ekonomi, sebagai upaya preventif untuk terjadinya hal buruk di kemudian hari (lihat infografis dari validnews). Perlu adanya kemerdekaan keuangan, dimana ada keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. 
Gaya hidup dinamis tapi minimnya literasi ekonomi membuat milenials sulit …

Lemari Penuh Sesak? Kok Bisa?

Sudah masuk bulan Agustus. Minggu ke-3 tantangan #MulaiDariLemari balik lagi.⁣ Apa sih yang kamu rasakan ketika melihat lemari pakaianmu? Bingung? Bahagia? Mau marah? Atau... Tak bisa berkata-kata lagi hahaha. Saya cukup tenang di hampir setahun ini tidak begitu konsumtif dengan pakaian. Hanya membeli kalau (terpaksa) karena keluarga besar pakai baju seragam. Selebihnya? Ya karrna mamak saya kasian lihat baju saya kok itu-itu saja. Padahal saya nyaman dengan itu. Toh kalau keluar malesnya, baju yang dipakai yang berada pada susunan paling atas. Hayooo, kamu juga pernah gitu kan? Hahaha.


Kenapa sih lemari penuh? Sebenarnya lemari sendiri enggak penuh sih dibandingkan lemari anggota keluarga lainnya di rumah. Syukurlah, alhamdulillah. Rata-rata karena emang dibeliin, dikasi kantor, atau ada event, atau ya terpaksa terbeli akibat keluarga tadi :))  Sabar sabar... Ini adalah sebuah proses.



Atau kalau mamak-mamak nih paling suka membelikan baju baru buat anaknya. Mulai dari anak yang p…