Skip to main content

Lemari Penuh Sesak? Kok Bisa?

Sudah masuk bulan Agustus. Minggu ke-3 tantangan #MulaiDariLemari balik lagi.⁣ Apa sih yang kamu rasakan ketika melihat lemari pakaianmu? Bingung? Bahagia? Mau marah? Atau... Tak bisa berkata-kata lagi hahaha. Saya cukup tenang di hampir setahun ini tidak begitu konsumtif dengan pakaian. Hanya membeli kalau (terpaksa) karena keluarga besar pakai baju seragam. Selebihnya? Ya karrna mamak saya kasian lihat baju saya kok itu-itu saja. Padahal saya nyaman dengan itu. Toh kalau keluar malesnya, baju yang dipakai yang berada pada susunan paling atas. Hayooo, kamu juga pernah gitu kan? Hahaha.


Kenapa sih lemari penuh? Sebenarnya lemari sendiri enggak penuh sih dibandingkan lemari anggota keluarga lainnya di rumah. Syukurlah, alhamdulillah. Rata-rata karena emang dibeliin, dikasi kantor, atau ada event, atau ya terpaksa terbeli akibat keluarga tadi :))  Sabar sabar... Ini adalah sebuah proses.



Atau kalau mamak-mamak nih paling suka membelikan baju baru buat anaknya. Mulai dari anak yang paling besar sampai yang paling kecil. Padahal ya saya sendiri seringnya bingung kalau mau pergi, pakai baju yang mana. (Sangkinkan banyaknya baju di lemari). Belum lagi jilbab yang warna-warni bunganya macem-macem. Padahal 10 menit waktu untuk mikir mau pakai baju apa itu bisa dipakai buat olahraga wkwkwk. Untuk yang suka mengoleksi, pikir lagi deh, buat apa? Investasi? Kalau kamu ngkoleksi dan suatu saat kamu jual hingga mendapatkan keuntungan ya wajar. Tapi kalau enggak kamu jual? Terus ngendap aja gitu, sisi investasinya dimana ya?

Balik lagi melihat ke pakaian di lemari kita, kita memang butuh atau sekadar ingin?⁣
1. Syukuri bahwa ada hal-hal yang tidak semuanya perlu kita miliki. ⁣
2. Sadari. Hal itu kebutuhan atau sesuatu yang berlebihan. Jilbab hitam ada 4 macam, bahan silk, satin, model pashmina sama versi bergo, banyak sih, tapi buat apa?๐Ÿ˜ญ Hisabpun makin lama nantinya looh ๐Ÿ˜ž⁣
3. Mau dipakai ke mana? Kapan? Terlebih di masa pandemi begini. Keluar aja kalau enggak penting mikir lagi. Jadi banyakin baju tidur aja. Ah gak gitu juga ๐Ÿคฃ⁣
4. Unsubscribe, unfollow akun jualan. Boleh kok kamu saved postingannya di IG, pas gajian cek lagi, terus ujungnya mikir lagi, mau beli sayang uangnya, mending beli RDPU ๐Ÿ™ˆ⁣


Terus gimana tips nya biar enggak konsumtif? ⁣
• Pertama, pakailah pakaian yang sudah ada di lemari.⁣
• Kedua, pinjam. Syukurnya kalau jilbab itu bisa dipakai semua umur ya, bisa pakai punya sepupu, mamak, temen.⁣
• Tukar, nah sama dgn visi @tukarbaju_ atau tukar gamis yg ada di Medan ๐Ÿ‘Œ⁣
• Sewa! Di Jakarta banyak tuh akun penyewaan baju. Kalau di Medan kurang tau sih hehe kecuali jasa sewa baju untuk pakaian adat/ nikah yaaa.⁣
•®Jahit sendiri. Untuk pakaian yg ada rusak di beberapa bagian, biasanya dijahit sendiri dulu, sebelum akhirnya jatuh ke tangan orang lain~⁣
• Dijadikan preloved bahkan dishare aja ke temen-temen di @salingberi jadi siapa yang membutuhkan boleh aja tinggal chat empunya hehe⁣




Paling susah itu nolak pemberian teman? Iya. Cuma makin ke sini saya suka aja ngedukasi orang lain, dibandingkan kamu berikan kamu baju seragam kami, mending kamu beli aja emas antam yang sedang meroket hahah. Karena biasanya momennya ya cuma dipakai pas hari H aja. Setelahnya? Ya kumaha engke weh. Terbukti bahkan baju wisuda sayapun akhirnya terbengkalai enggak pernah dipakai lagi wkwk.


Karena sesungguhnya fast fashion itu susah loh. Mulai dari bagaimana dibuat, siapa yang buat bahkan hingga cara membuat. Tidak jarang pekerjanya adalah perempuan yang hidupnya berkesusahan. Jadi yuk pikirin lagi kalau mau beli baju! Bukan lemarinya yang ditambah, tapi isi lemarinya dikurangi๐Ÿ˜‹

Comments

Popular Posts

Mengapa Harus Pilih MRT?

TRUST ISSUE? sehat nggak, sih?

5 Alasan Mengapa Memilih Ruangguru!