Skip to main content

Investasi di Masa Pandemi

 Sering enggak sih ngrasa punya uang, udah dibulatkan tekad tujuannya untuk anak masuk SD 3 tahun lagi. Tapi ditengah jalan, ada diskon gede-gedean, mobil ag*a cuma 50jt aja! Lalu tergiur dan... Yaudah kita sambil nabung aja lagi. Terus aja gitu sampai akhirnya anak semakin besar dan mau masuk SD. Bingung? Jelas. Ujungnya kalau uangnya ada sih gak masalah, tapi kalau berakhir kudu berhutang ke sana ke mari? Wah. Ini masalah.



Beberapa dari kita kurang menyadari munculnya sandwich generation adalah dari keluarga yang tidak paham bagaimana memenej uang. PNS sih, tapi uang pensiunan udah habis duluan buat bayar kredit mobil. See? Banyak loh. Orang tua yang tidak bisa mengatur cashflow keuangannya sendiri, tentu akan berimbas pada anaknya. Ketika berpenghasilan hidup mewah, senang, ketika pensiun, bingung, pemasukan tidak ada tapi gaya hidup jalan terus. Ujungnya? Minta ke anaklah, kan anak sendiri, hitung-hitung balas budi.


Jangan... Bukan berarti saya hitungan ketika memberikan pundi uang ke keluarga saya. Tapi, kita harus pastikan lagi, anak kita juga butuh biaya, belum lagi kalau adik kamu masih kecil dan butuh biaya kedepannya, siapa yang akan menanggung? Inflasi jalan terus, orang tua tidak berpenghasilan. Kakaknya? Hmmm.


Jika kamu berumur 20 tahunan, mungkin ini investasi yang tepat kalau kamu belum punya banyak uang, tetapi uang yang kamu punya belum tau mau kamu ke manakan. Atau tujuan keuangan kamu dalam 3-5 tahun ke depan. Mending diinvestasikan! IH apaan!! Bodong enggak tuh? Sabar...


Jadi gini, Bu Ira punya anak berumur 2 tahun pada saat ini. Sehari-hari ia bekerja sebagai PNS di salah satu kementerian, suaminya bekerja di BUMN. Mereka punya uang sebesar 10 juta rupiah (diluar dana darurat). Akan mereka gunakan untuk biaya masuk SD anak mereka. Kalau diletakkan di tabungan biasa, adminnya perbulan 6500, dikali aja 12 bulan x 3 tahun. Banyak ya? Iya hehe. Deposito? Boleh. Tapi avarage bank itu memberikan imbal hasil hanya sekitar 6% keuntungan dan 20% potongan pajak. Besar ya? Iya :)) Maka dari itu bu Ira harus mencari investasi yang ia percaya pada pemilik dan tau kemana uangnya digunakan.


Surat Berharga Negara atau SBN adalah produk investasi milih negara Republik Indonesia yang sudah ada sejak dulu. Yang sedang masa penawaran ada sukuk ritel 013.  Sukuk ritel ini adalah surat berharga syariah negara yang kehalalannya sudah dijamin oleh tim DSN MUI. InsyaAllah penggunaannya juga untuk membangun fasilitas umum, seperti asrama haji, jembatan, transportasi kereta api, tol, dan lain sebagainya. 


Bedanya apa dengan yang tidak syariah? Beda di akad. Kalau yang biasa, namanya surat hutang negara, artinya kamu memberikan uang dan negara berhutang padamu. Sedangkan surat berharga syariah negara, kamu menyewakan sejumlah uang, lalu dikembalikan pada waktu tertentu. Atas upaya kamu menyewakan tersebut, kamu diberi imbal hasil atau ujrah. 


Sukuk ritel 013 ini memberikan imbal hasil sebesar 6.05% per tahun. Lumayan loh dibandingkan deposito. Kalau deposito pajaknya 20%, kalau ini hanya 15%. Dan peran pentingnya dimana? Kamu sudah turut membantu negara.


Sering enggak denger ibu-ibu ngomong, "Heran sama Indonesia, hutangnya banyak banget sama negara lain, bikin malu", heh heh! Bu ibuuu, ayok biae enggak bikin malu, dikasi modal dong negaranya. Caranya ya dengan investasi ini. Minimal 1 juta rupiah. Imbal bersihnya kamu sudah bisa mendapatkan 4 ribu/ bulan. Sedikit? Iya. Mau banyak? Ya uang kamu investasikan harus banyak dong hehe.


Investasi ini aman, karena sudah dijamin negara dan ada di undang-undang. Kalau negara tidak mampu membayar gimana? Ya, runtuh Indonesia ini, krisis moneter, mau? Enggak kan? Makanya kita bantu negara kita. Lagian negara udah bikin ini itu masa sih kita enggak mau bantu?


Cara belinya gimana? Banyak midis tersedia untuk membeli sukuk ritel 13 ini. Silakan kamu kunjungi bank konvensional/ syariah yang kamu punya. Atau kalau mau mudah pakai bareksa juga bisa. Detilnya silakan lihat foto dibawah ya!







Jadi yuk, investasikan uang kamu di masa pandemi dengan cerdas. Belanja seperlunya, masa depan ada di tangan kita sendiri. Cheers!

Comments

  1. Keren dek Elsa, persiapan menuju keluarga paham manajemen keuangan itu sebuah awal yg serius dan patut di contoh

    ReplyDelete
  2. Yang paling penting sudah ada jaminan halal dari tim dsn MUI ya sa..

    ReplyDelete
  3. Terima kasih infonya, elva baru tahu tentang bareksa

    ReplyDelete
  4. Sukuk Ritel 13 ya, noted Elsa... lebih menguntungkan ketimbang deposito ya, pajaknya lebih rendah lg. Mayan nih buat persiapan anak masuk kuliah hehe. Nice info Sa, makasih

    ReplyDelete
  5. Investaai paling aman, cuma emang blm populer karna blm familiar, termasuk saya hehe
    Makasih penjelasannya ya 🙏😀

    ReplyDelete
  6. Ini investasi yang lebih ke syariah ya els, akadnya lebih jelas. Kalo ama negara lebih terjamin memang. Mudah2an dengan sedikit berkontribusi lewat sukuk ritel ini, kita dapat sedikit membantu Pemerintah Indonesia dalam membangun negara kita tercinta. Amin

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah meluangkan waktu kamu untuk membaca. Tolong jangan komentar dengan link aktif ya! :))

Popular Posts

Mengapa Harus Pilih MRT?

5 Alasan Mengapa Memilih Ruangguru!

Review CoHub Indonesia, Coworking Space di Medan