Skip to main content

Kegiatan Wajib di Masa Pandemi

Memasuki bulan November, hampir sembilan bulan lamanya pandemi masuk ke Indonesia. Ya, lama sekali. Ibarat sedang mengandung, mungkin sebentar lagi akan lahiran. Mulai dari perasaan tidak percaya, santai, khawatir, hingga sangat takut tidak berani ke mana-mana. Lalu bagaimana dengan keadaan mental di masa pandemi? Tentu, hal sepele tetapi wajib diperhatikan kembali.

Banyak hal yang berubah di masa pandemi ini. Mulai dari sudut pandang yang berganti, yang tidak melek kesehatan, sekarang ke mana-mana harus pakai masker, cuci tangan, bahkan tidak berjabat tangan. Padahal jelas adanya apalagi di agama Islam, berjabat tangan dengan orang yang bukan mahram adalah haram. Namun, itupun sulit kiranya dilakukan apalagi kalau yang umurnya lebih tua dari kita menyodorkan tangannya terlebih dahulu, segan, takut tidak enak, yaAllah kami mohon, istiqomahkan...

Kedua, perubahan yang signifikan terjadi pada kebiasaan sehari-hari baik pada diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat dan dunia. Semua orang harus aware dengan kebiasaan mencuci tangan dan pakai masker. Proses belajar beralih ke online. Bahkan kegiatan belanjapun berbentuk online. Bayangkan saja di bulan Oktober tanggal 10 kemarin, berapa banyak orang yang berbelanja? Yang kesulitan ekonominya? Ya ada juga.


Mengubah nilai yang ada. Dari yang tidak peduli akan kesehatan, menjadi sangat peduli hingga khawatir. Dari yang menganggap biasa saja, kini sudah mengerti bahwa ada yang terkena tanpa penyakit bawaan, bisa sembuh, bisa, tetapi ada juga yang meninggal.

Perubahan ini rentan untuk menjadikan kita mudah terpancing emosi. Tinggal bagaimana kita menyiasati emosi yang muncul dihadapi dengan penyesuaian diri yang seperti apa. Bayangkan ketika kamu masuk ke kamar kamu yang berantakan akibat ulah adikmu, apakah kamu senang? Tentu kamu agak merasa kesal, atau bisa marah besar. Karena apa? Kamu tidak pernah membuat kamarmu berantakan. Bukan masalah marah atau tidaknya. Boleh saja marah, tetapi marah yang seperti apa? Pernah ketika ikut kajian di whatsapp dibahas bagaimana marah yang sebaiknya di rumah tangga. Dan pembicaranya bilang, ketika marah, ia buru-buru ke kamar mandi untuk menyikat apapun yang ada di kamar mandi, mau itu lantai, atau pura-pura mencuci baju. Gesekan antara sikat dan lantai itu membuatnya merasa lebih lapang dalam mengeluarkan emosinya. Nah, kalau teman-teman yang lain bagaimana nih? 

Menyikapi keadaan yang tidak pasti, bagaimana? Sadari dulu, bahwa ada perasaan yang membuat nyaman dan tidak nyaman. Setelah kita tahu tidak nyaman, terima emosi yang ada. Pahami, bahwa keadaan semacam covid ini menyangkut banyak orang, bukan hanya kita sendiri.

Selanjutnya, mulai lakukan hal-hal yang menenangkan diri sendiri. Bisa menulis, menelpon sahabat terdekat, jalan-jalan, atau ya sekadar membereskan rumah hehe. Tapi yang paling utama, ingat, kesehatan fisik juga perlu dijaga. Mulai dari makanan, minuman, istirahat, dan pergerakan yang kita lakukan harus tetap seimbang ya.

Jika hal tersebut masih belum menolong, mintalah bantuan orang lain, biasanya yang profesional. Kemudian setelah tenang, terima pesan dari apa yang menjadi masalah kita tersebut. Lalu cek lagi bagaimana strategi yang harus kita tentukan dan lihat lagi hal apa yang membuat nyaman dan tidak nyaman. Diantara strategi yang biasa saya lakukan ialah:

Kulzoom atau webinar. Banyak yang gratis, tetapi yang bayar ada juga. Tergantung sih kamu ikut kelas apa. Biasanya kalau keuangan seperti belajar saham, reksadana, itu bayar. Kalau mau gratis ya cek di youtube banyak kok hehe.


Netflix. Awalnya berat sih memutuskan beli atau tidak. Tapi pada akhirnya saya butuh asupan ilmu baru. Buat nonton korea? Jangan, nanti ketagihan sulit hehe. Saya memutuskan beli ini ya sebagai pengembangan diri sendiri. Beli paket berlima sama teman sekantor, kemudian bisa ditonton di mana dan pakai HP/ gadget apa saja. Itu bisa banget buat yang butuh ilmu pengetahuan baru tapi terbatas di youtube. 

Olahraga. Yang murah meriah sih ini. Bisa dilakukan semua umur, dimana saja. Saya mulai rutin lari semenjak ada pandemi. Kemudian beralih ke sepeda, walaupun sepeda kita mah yang murah-murah aja ye hehe. Tipsnya olahraga di pagi hari, habis subuh, jadi jalanan masih sepi. Olahraga di weekend atau hari libur, biasanya kegiatan di jalanan tidak akan seramai hari biasanya. Bahkan lebih leluasa menghirup udara segar. Biasanya saya gunakan aplikasi Strava buat ngtrack sudah sejauh mana tubuh ini bergerak. Banyak yang bilang, "aduh kurus kering gitu ngapain sih olahraga?". Olahraga adalah hak semua orang. Bukan harus untuk orang gendut lho hehe.


Decluttering. Ya! Ini sering terlewat tapi penting. Maklum kalau mau penyimpanan besar ya harus upgrade HP lagi. Rapihkan file di laptop dan HP adalah hal wajib apalagi yang foto di whatsappnya banyak banget. Tidak hanya secara digital, bisa juga loh pakaian, sepatu, dan peralatan sehari-hari. Coba cek lagi, berapa banyak pakaian yang tidak dipakai selama pandemi?


Bersyukur. Sebenarnya ini langkah awal sih. Tapi harus terus diingatkan. Cobalah tutup mata, duduk, dan hayati anak nikmat yang ada saat ini. Rumah tempat berlindung, kuota untuk belajar. Makanan yang selalu ada. Di balik kita yang capek dengan keadaan begini, diluar sana banyak yang sedih belum dapat pekerjaan, orang tua meninggal, suami melarikan diri, dll.


Kalau kamu, kegiatan apa yang sering kamu lakukan di masa pandemi? Share dibawah yuk!





Comments

  1. Kalau saya sih kegiatannya ngegalau hiks. Lebih banyak termenungnya dibandingkan dengan aksi. Palingan kalau di rumah nyetrika aja setiap hari. Pengen ikutan seminar online. Kuota tak ada. Kalau sekarang, alhamdulillah baru ada. Itu pun dapat bantuan dari pemerintah.

    ReplyDelete
  2. Decluttering.. kalau bisa rutin melakukannya hidup bisa lebih rapih ya...

    ReplyDelete
  3. Dari kemarin penasaran sama Netflix. Kirain Netflix cuma bisa buat nonton film doang.
    Ternyata nggak ya🤣

    Decluttering itu ide bagus banget Els.

    ReplyDelete
  4. Dek els,, yuk sama2 dan sering dukung lingkungan dan jaga bumi.

    ReplyDelete
  5. Nonton drakor bisa kok gak ketagihan, hihi.. Hanya nonton yg highly recommend aja, jd gak sayang waktu kita trial error. Selamat hari bloger ya Elsa...semoga tetap tinggi semangat belajar SEO nya.. Sukses selalu Elsajalan-jalan!

    ReplyDelete
  6. Decluttering udah dilakuin semasa pindah pas pandemi kemarin dek. Tapi anehnya...
    Kenapa baju anak-anak masih beranak Pinak ya? Wkwkwk
    Ini peer lagi buat emaknya nih biar ngajarin anaknya proses decluttering.

    ReplyDelete
  7. Rerata pandemi semua blogger upgrade ilmu semua ya. Btw baru tahu kalau Netflix itu berbagi. Mau juga buat nambah ilmu, Drakor dikit gak apa-apa kan? Biar lebih berwarna gitu suasana nontonnya

    ReplyDelete
  8. Kesehatan mental ini ya kan Mbak yang perlu diperhatikan. Henny pun juga terkadang rentan sama kesehatan ini. Duduh, kebanyakan enggak bahagia sebenarnya. Jadi rindu gimana rasanya bahagia. Kalau misalnya nih kita udah melakukan hal-hal yang ingin kita lakukan di masa pandemi ini. Tenang sudah termasuk bahagia nggak ya?

    ReplyDelete
  9. Iya memang bersyukur-syukur sebanyak-banyak wajib ya Elsa..
    Sekeluarga sehat dan berkumpul. Anak-anak masih terdaftar sekolah. Sumber nafkah keluarga masih masuk dengan rutin. Dan Maaaasssih banyak lagi.
    Fabiayyi 'ala i Robbikuma Tukazzibaan... lah

    ReplyDelete
  10. olahraga ini lah yang sampe sekarang awak belum jadi-jadi melakukannya. olahraga random aja di rumah. keluar serius olahraga gitu hampir ga pernah. dulu rutin renang tiap minggu sebelum mamak kami sakit. sejak mamak sakit, agak susah mau kemana-mana.

    selama pandemi, kegiatan zoom dan webinar jadi lebih fleksibel karena daring ya. jadinya ini bikin awak sering ikut dan belajar. alhamdulillah, di balik musibah selalu ada hikmah ya.

    ReplyDelete
  11. Akhirnya belajar saham juga ya dek di Ipot kakak malah belum pernah ikut kelas zoomnya wkwk, sejak kk pindah decluttering ini works banget lho mudah2an tetap menerapkannya di tempat yang baru :)

    ReplyDelete
  12. Olahraga baru saya lakukan seminggu ini. Gara-garanya saya didiagnosa mengalami penyakit gangguan lambung karena pola makan dan pola hidup yang nggak sehat sejak pandemi. Sejak di rumah aja kerjaannya buat makanan melulu, gimana nggak teriak2 tubuhnya, wkwk..

    ReplyDelete
  13. Iya bener... Olah raga ini salah satu refresh time yang murah meriah n sehat ya kan...Selama aeal pandemi nggk berani pergi2 jauh. paling nyempatkan plga aja di sekitar rumah

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah meluangkan waktu kamu untuk membaca. Tolong jangan komentar dengan link aktif ya! :))

Popular Posts

Mengapa Harus Pilih MRT?

5 Alasan Mengapa Memilih Ruangguru!

Review CoHub Indonesia, Coworking Space di Medan