Skip to main content

Mudahnya Pilah Sampah dari Rumah




Apa sih yang ada dipikiran kita jika mengenal kata sampah? Bau, jijik, kotor. Cukup belajar "Buanglah sampah pada tempatnya" seolah-olah permasalahan usai. Padahal tidak. Sampah sisa konsumsi hanya berpindah tempat, bukan hilang. Sampah ini akan memunculkan polusi tanah, pencemaran udara, pencemaran air, bahkan penyakit.

Faktanya, terdapat 150 juta ton plastik di perairan bumi dan jumlah ini bertambah 8 ton lagi setiap tahunnya (World Economic Forum 2016). Bahkan, Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara penyumbang sampah plastik ke lautan di dunia, sebanyak 187,2 ton (Jurnal Plastic Waste Inputs from Land into the Ocean 2015).

Kira-kira apa dampaknya di masa depan? Tentu sumber air semakin tercemar! Tidak jarang membawa penyakit, hingga sulitnya air di masa yang akan datang. Tidak hanya lautan, sungai dan pantaipun sudah mulai tercemar oleh sampah. Sungai Citarum, Jawa Barat-pun sudah mendapatkan predikat sebagai sungai paling tercemar di dunia loh, dengan 20.462 ton sampah organik dan anorganik serta 340.000 ton limbah cair dibuang ke sungai Citarum. Kita bisa apa? BISA PILAH SAMPAH!!!

Hari sampah nasional ditetapkan tanggal 21 Februari, sebagai bentuk pembelajaran bahwa sebelumnya sudah ada 3 desa tertimbun dan ratusan nyawa melayang akibat longsoran sampah di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat. Selain akibat hujan deras, ledakan dari tumpukan gas metana yang dihasilkan sampah semakin memperparah keadaan. Jadi, mau kejadian ini terulang?

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara, Binsar Situmorang menyatakan bahwa "Jumlah sampah yang dihasilkan dari 33 provinsi/kota mencapai 67,8 ton/hari dari 14,4 juta jiwa penduduk Indonesia dan hanya 11% yang mampu dikelola, sisanya tidak." Untuk itu pihak PEMPROVSU membangun satu unit Pusat Daur Ulang di Kecamatan Beringin, Deli Serdang. It's sounds good buat warga Medan, terutama saya.




Hal ini sejalan dengan survey dari katadatacoid Insight Center di tahun 2019, "50,8% orang tidak memilah sampah, dan 79% tidak mau repot". Padahal, pemilahan sampah adalah hal termudah, terawal yang bisa kita mulai dari rumah.

Sebelumnya, yuk kita kenali dulu 5 istilah pengelolaan sampah:
1. Pemilahan sampah, mulai dari tempat sampah, TPA yang berarti tempat pemrosesan akhir, bukan tempat pembuangan akhir, serta komposter sebagai pembuangan sampah organik.
2. Lakukan 6Rrethinkrefusereusereducerecycle; dan rot;
3. Daur ulang, hal inilah yang mampu dilakukan perusahaan pengolahan sampah dengan syarat materialnya dapat dipastikan tidak bercampur dengan material lain.
4. Circular economy atau ekonomi melingkar guna menciptakan sebuah proses yang menyeimbangkan ekonomi, lingkungan, sosial, dengan meminimalisir material yang menjadi sampah serta memperpanjang umur material itu sendiri.
5. Poluter pay principle yaitu seharusnya setiap orang bertanggung jawab pada sampah yang dihasilkan, semakin banyak sampah, semakin mahal biaya yang harus dikeluarkan.

Memang apa saja yang akan terjadi jika kita tidak memilah sampah?
  • Menumpuknya sampah di TPA
  • Meningkatnya impor sampah
  • Eksploitasi berlebihan pada energi dan kesediaan sumber daya alam
Menurut Government of Canada, mendaur ulang 54kg sampah kertas dapat menyelamatkan 1 pohon. Serta mendaur ulang kaleng alumunium, energinya mampu menyalakan TV selama 3 jam. Kalau belum bisa mendaur ulang, kamu bisa memilah bahkan mengurangi sampah dari rumah. Nah, ini dari kegiatan #BijakKelolaSampah yang saya lakukan dan bisa kamu ikuti ya!





  1. Mengganti pembalut sekali pakai dengan pembalut kain, bahkan saya juga jual di bisnis kecil-kecilan saya, RUANGSAYANGBUMI
  2. Menggunakan deodoran ramah lingkungan dan aman untuk tubuh, kalian bisa cek di CeritaJalanShop
  3. Mengganti kapas sekali pakai dengan kapas kain
  4. Meal prep ketika berbelanja, agar tidak membuang makanan
  5. Mengganti plastik dengan totebag
  6. Mengganti sedotan plastik dengan stainless straw
  7. Mengganti tissue dengan lap kain
  8. Membeli sesuatu karena butuh bukan diskon
  9. Mengolah cangkang telur untuk pupuk tumbuhan
  10. Mengolah sampah organik menjadi kompos
  11. Struk dikirim lewat email saja
  12. Membawa tempat makan dan minum
  13. Membuat notes dari kertas bekas
  14. Menggunakan skincare yang nature dan organik, bahkan bisa didaur ulang. Baca juga: Sensatia Botanicals
  15. Barang yang bisa dipakai ulang, dipakai, atau dikirimkan ke pengelolaan sampah

Memilah sampah mungkin terlihat lebih boros air, karena kita harus lebih banyak mencuci, padahal harus dilihat proses produksi hingga masa akhir pakai produk itu sendiri, 150L air dibutuhkan untuk membuat 1 roll tisu toilet, belum listrik dan jumlah pohon yang ditebang (waterfoodprint.org). Bahkan 5-7L air dan 1L minyak bumi untuk botol plastik ukuran 1L (npr.org).



Permasalahan sampah ini mendorong Muhammad Bijaksana Junerosano menciptakan solusi dari permasalahan sampah di Indonesia yang dididirikan tahun 2014 dengan nama waste4change. Sebagai waste management Indonesia yang hadir dalam pengelolaan sampah dari hulu ke hilir dalam bentuk consult, campaign, collect, dan create dengan sumber riset dan rekomendasi terbarukan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Berguna untuk mengurangi jumlah sampah di lingkungan, memperpanjang umur dari tiap material yang kita punya, hingga menciptakan lebih banyak pekerjaan di bidang persampahan yang lebih baik.

2021 waste4change sudah bekerja sama dengan 198 klien, 175 proyek, dan 5.404.041kg sampah sudah terkelola. Visi waste4change sebagai waste management Indonesia menjadi pemimpin dalam menyediakan solusi pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Kolaborasi dan teknologi menuju penerapan ekonomi melingkar serta Indonesia bebas sampah adalah mimpi besar dari waste4change. 



Lalu, layanan apa saja yang disediakan oleh waste4change? Mereka menyediakan layanan untuk individu dan perusahaan. Individu ada recycle with us atau send your waste, artinya kita dapat mengirimkan sampah anorganik kita ke waste4change untuk didaur ulang, mulai dari kaca, plastik, kertas, metal, sachet multilayer, selengkapnya disini ya!  Personal waste management, dimana sampah anorganik bisa dijemput langsung ke rumah! Dan home composting yang menyediakan alat tempur untuk kompos, sudah bisa dikirim ke banyak daerah!





Layanan perusahaan antara lain, Extended Producer Responsibility Indonesia diantaranya responsible waste managementevent waste management, zero waste to landfillin store recyclingdigital EPR, yaitu pengelolaan sampah dari barang bermerk, solid waste management research, yaitu penelitian berupa kerja sama dengan institusi lain, community based implementation, yaitu camp/ pelatihan khusus untuk teman-teman komunitas, 3R school programs, AKABIS yaitu kelas khusus yang dibuat untuk teman-teman yang ingin belajar pengelolaan sampah, dan black soldier fly learning center, ini berupa larva yang dijual guna membantu mempermudah proses kompos kamu semua.



Bagaimana alur pengelolaan sampah di waste4change?


Nah, sudah cukup jelas ya! Waste4change sudah membantu permasalahan sampah kita. Jika daerah kamu belum terakomodasi oleh waste4change, kamu bisa kok mengumpulkannya dengan cara memilah sampah dari rumah dan mengirimkan paket layaknya paket biasa.

Jadi, banyak hal sederhana yang bisa kita mulai untuk memilah sampah dari rumah. Daripada bingung weekend mau ngapain, mending pilah sampah! Yuk! :D


Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog Waste4Change Sebarkan Semangat Bijak Kelola Sampah 2021 -ELSA HAYANIN LUBIS-

Comments

  1. Banyak insight baru nih sa.
    Dulu cuma tau 3R. sekarang 6R.
    Dan di Medan bisa kumpul sampah bekas di kepul id ya dek..
    Nanti mau coba ah.. sampah skincare kirim ke situ

    ReplyDelete
  2. Waste4Change ini menggerakkan kita semua untuk aktif turut memilah sampah mulai dari diri sendiri dan keluarga ya Elsa... Kk pun udah beberapa waktu ini ngumpulin sisa tube/kemasan rangkaian skincare kayak Elsa jg,, dulu lgsg buang aja ke tong sampah. Hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah.. awak pun selalu kumpul aja. Gak tau mau dikemanain kak. Sekarang udah tau, udah bisa dianter ke kepul id.

      Delete
  3. Sejujurnya, memilah sampah rmh tangga ni masih blom awak lakukan la Elsa hiks..
    Baru mengurangi sampah plastik aja hiks..

    ReplyDelete
  4. Saya salut sama usaha waste4change ini. Semoga makin menggerakkan dan makin banyak yang terlibat untuk membangun negeri bahkan bumi yang lebih bersih dari sampah. Pelan-pelan, kita coba membiasakan diri ya kak?

    ReplyDelete
  5. Terbanyak untuk sampah di TPA itu sebabkan karena aktivitas rumah tangga alias di rumah. terlebih saat pandemi jumlahnya semakin tinggi. Pengelolaan sampah rumah tangga harus dikelola agar tidak memberikan dampak yang besar dikemudian hari


    ReplyDelete
  6. Keren sekali sih waste4change ^^ Kami masi terus belajar nih pilah sampah dan mengkomposkannya, kemarin gagal karena jadi banyak tikusnya hahaha.. Lubang bioporinya kurang dalam :P

    ReplyDelete
  7. Maa syaa Allaah tabaarokalloh.... Jazakillahu khoiron katsiron Elsaaaaaaah atas ilmunya.... Sejak pindah ke Bogor belum mulai memilah sampah lagi nih. Tapi alhamdulillah bener bener berkurang produksi sampahnya. Tapi karena udah kebiasaan di Bandung dulu, rasanya tuh kalau ada sampah pengen dipilah lagi... Masih menyesuaikan dengan kondisi yang baru di lingkungan baru nih huhu doakan ya sah... Alhamdulillah juga yaa ada banyak solusi yang dihadirkan nih.. bermanfaat banget nih. Bismillah... Lahaula wala quwwata illa billah :))

    ReplyDelete
  8. Saya sendiri juga masih yang tergolong susah memilah sampah els...
    pemalas saya keknya, gak mau repot hiks..
    padahal saya ngakunya pendukung zero waste *malu tingkat tinggi*

    Tapi saya pengen bikin olahan kompos itu lho els...
    walaupun belom terealisasi jugak sampai sekarang, saya pengen banget mulai berkebun, apotek hidup aja gitu, kan pas tu kalo bikin kompos sendiri
    Tapi ya itu tadi, belom mulai begerak...
    haizzz

    ReplyDelete
  9. Keren sekalii mbaaa.
    Bisa ditiru nih. Aku sendiri belum maksimal juga ngolah sampah kek gini

    ReplyDelete
  10. Selain memilah sampah menurutku membiasakan memperbaiki bukan lembiru (lempar barang rusak beli yang baru) juga penting. Bukan perkara uangnya saja tapi sering membeli barang baru pun berarti nantinya akan memperbanyak sampah.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah meluangkan waktu kamu untuk membaca. Tolong jangan komentar dengan link aktif ya! :))

Popular Posts

Mengapa Harus Pilih MRT?

Review CoHub Indonesia, Coworking Space di Medan

5 Alasan Mengapa Memilih Ruangguru!