Skip to main content

Cara Praktis Hemat dari Minim Sampah

Halo semua! Pernahkah kamu menghitung jumlah sampah yang kamu hasilkan setiap harinya? Banyak, banget! Bahkan ya selama puasa, sisa makanan itu bisa sampai 4x lipat banyaknya. Mubadzir banget sih. Seharusnya bulan penuh berkah bisa banyak berbagi ya untuk sesama, tapi kalau sampah jadi banyak gitu, apa kabar lingkungan kita? Alhamdulillah hari ini saya mendapatkan kesempatan join LWL Class bersama lywithless, dengan pematerinya mbak Denia, founder dari Cleanomic. Asik banget! Bahkan waktu 2 jam tuh kurang banget rasanya hahahah mau nanya banyak banget! Gimana bisa tau info beginian? Kalian bisa follow instagramnya lyfewithless, dan Alhamdulillah banget kemarin aku dapat voucher acara ini dari foyya, cek IGnya langsung ya! :D


Oke langsung aja ya, aku share hasil kelas kemarin. Cleanomic adalah platform media sosial tentang pola hidup lestari dan bisnis yang berfokus pada lingkungan. Mulai dari podcast, youtube, instagram, hingga website. Bermula dari keresahan mbak Denia terhadap online shopping packaging yang sangat banyak sekali. Mulai dari bubble wrap, plastik, kardusnya, kebayang dong di data transaksi e-commerce 2018 ada 26,8 juta transaksi yang bernilai 17T terkait pengiriman barang-barang ini. Dan 2020 sudah meningkat hingga 400%. Apalagi kalau seperti saya yang jauh dari ibukota, plastik tuh tebal kurang tebal. Setelah belajar dan baca banyak hal, setiap membeli sesuatu saya selalu menuliskan di catatan pembeli seperti ini, "Halo, boleh minta tolongkah kurangi packagingnya terutama plastik? Terima kasih, sukses selalu seller". Alhamdulillah so far selalu diberikan respon positif dari para seller. Atau sampaikan please no plastic shipping.


Mengapa ya kita berbelanja? Bukankah sudah cukup? Oke, cukup itu pada setiap orang berbeda-beda. Dan tidak perlu hal instan untuk sesuatu yang cukup. Hal yang paling sulit adalah melawan diri sendiri, dan yang terpenting, menerima kenyataan kalau manusia memang tidak akan pernah puas, sehingga kita harus selalu melatih diri.

Media sosial dewasa ini membuat kadang kita mudah sekali merasa iri hati, dengki, hingga baper, dan itu TOXIC. Akibat dari membandingkan dengan diri sendiri dengan orang lain di media sosial, padahal di balik itu semua ada usaha dan pencapaian kita yang belum tentu sama beratnya dengan orang lain yang menjadi pembanding tersebut. Lalu bagaimana mengimbangi hal tersebut? IMBANGI KONTEN RECEH VS FAEDAH dan SIMPLICITY & CREATE A MINDFUL SPACE AND ROUTINE.


Nah, hal simplicity itu gimana aja? Nih ada resep dari mbak Dania:

  • Healthy life = happy life
  • Find the best productivity method for you
  • Journaling
  • Limit screen time
  • Nourish your soul and mental wellbeing
Aset yang paling berharga adalah WAKTU. Jadi, kita semua sudah sebaiknya menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Toh di akhirat yang ditanya juga waktumu digunakan untuk apa saja huhu. NYESSS gak tuh, kalau waktu sebentar gini dipakai untuk hal-hal yang membawa efek negatif ke diri kita sendiri.

Btw, ngomongin barang sustainable, kenapa sih mahal? Well, mbak Denia bilang kalau setiap barang sustainable itu ada dampak lingkungan yang sudah mereka perhitungkan, beda dengan barang lain yang dijual murah meriah, bahkan bisa seribu rupiah di shope*! Dan salah ya kalau memulai dari minim sampah bahkan zerowaste kita harus beli dengan harga mahal tersebut. Yang penting, gunakan yang ada, bukan memaksakan yang belum ada menjadi ada. Kalau sudah ada tempat makan tupperw*re di rumah, yasudah pakai saja, tidak perlu kan membeli capsule khusus wadah makanan dari IK*A hihi. 

Kemudian 70% dari gas karbon yang ada di atmosfir sebenernya hanya dihasilkan dari 100 perusahaan di dunia. Sehingga, 100 perusahaan ini lah yang bertanggung jawab atas 70% emisi gas karbon yang menyebabkan perubahan iklim

Lalu, bagaimana cara mengurangi sampah? Oke, di Indonesia sendiri sudah banyak loh Dropbox yang menerima sampah kita, mulai dari waste4change,(Baca juga: Mudahnya Pilah Sampah); e-waste bisa ke ewastejr, bahkan seperti minyak jelantah, buku, pakaian, make up bisa dikumpulkan ke bank sampah, atau kalau di Medan kamu bisa ke KEPUL.ID hehe.


Webinar ini juga membahas buku mbak Denia ada banyak tips hemat yang bisa dilakukan mulai dari rumah. Di mulai dari membeli shampoo botolan, bisa loh kita ganti menjadi lidah buaya dan shampoo bar. Kalau sekiranya belum bisa, biasakan reduce, reuse, recycle, hingga rot. Selengkapnya: Ngemil Minim Sampah

Terkait tips simplicity saya tertarik sekali bagaimana mbak Denia melaksanakan semua pekerjaan secara keseluruhan mulai dari sebagai istri, ibu, pengacara hingga CEO Cleanomic, ternyata jawabannya adalah yang pertama, buat to do list, sehingga kita tahu kegiatan yang menjadi milestone kita ke depannya, ketika ingat akan sesuatu, ya harus dicatat, apalagi seperti email yang pacenya banyak sekali dan kalau tidak fokus, info itu bisa ke skip. Dan yang terpenting jangan sampai skip pekerjaan! Serta biasakan untuk bilang TIDAK pada hal yang kamu tidak interest dan tidak meluangkan waktu untuk itu. Karena kebiasaan sih menjadi orang yang tidak enakan, padahal capeknya untuk diri sendiri, tapi sambatnya ya sendiri juga huhu. Membatasi waktu untuk melakukan sesuatu, misalnya pukul 8 hingga 9 membalas email kantor, 9 hingga 10 meeting, dan 10-12 fokus untuk mengerjakan hal yang memang harus dikerjakan. Dan jangan lupa istirahat, jangan tau-tau tipes dah!

I think that's all. Semoga kedepannya ada webinar yang bisa langsung saya bikin resumenya di blog ya. Semoga bermanfaat. Thank you LYFEWITHLESS, CLEANOMIC, dan FOYYA STUDIO 😍

Comments

  1. Wah seru banget acaranya mbak. Aku paling seneng nih webinar semacam ini. Boleh ah kucontek untuk request kurangi packing plastik me seller kalau belanja online.. Duh bener sih, jangan sampai tiba2 tipes :( mesti jaga kesehatan dan istirahat yg cukup

    ReplyDelete
  2. To do list itu awalnya saya lihat sepele padahal ternyata penting banget ya ... kadang ada yang ke-skip memang kalo gak menerapkannya.

    ReplyDelete
  3. Hebat pengelolaan waktu mbak Denia. Saya juga selalu bikin to do list sih. Tapi masih kurang tegas sama batasan waktunya, jadi seringnya molor2 ngerjainnya hihi. Perlu belajar nih sama mbak Denia.

    ReplyDelete
  4. Memang semua harus diawali diri sendiri kalau ingin lingkungan sehat....paling susah itu belanja telur minta kresek dobel haha

    ReplyDelete
  5. Soal sampah ini memang bikin sakit kepala semua kalangan untuk itu muali dari hal kecil kita lakukn agar dapat menjaga lingkungan dari sekitar kita dulu

    ReplyDelete
  6. Bagus banget ya, menghemat penggunaan barang sehari-hari supaya nggak kebanyakan nyampah di planet ini. Oh iya, aku jadi kecolek eh sama kata-kata jangan mengiyakan semuanya, ntar tipes.

    ReplyDelete
  7. Duh, ini temanya nampar banget ya. Bahwa setiap keputusan memang seharusnya harus seimbang dengan kondisi di sekitar kita, diantaranya lingkungan & kesehatan.

    ReplyDelete
  8. Aku juga sudah mulai memakai shampoo dan sabun bar kak. Alhamdulillah cocok. Dan lebih suka sihh hasilnya ke kulit dan baunyaa hihi

    ReplyDelete
  9. Limit screen time memang sudah awak terapkan sejak kecil. Ehhh karena orangtua juga yang menerapkan disiplin. Makanya udah gede gini gak mau nyia-nyiain waktu. sekarang masih jadi pe er nih ke anak-anak soal waktu dan kelola sampah. Tapi dikit-dikit mereka udah bisa diajarin untuk menghemat penggunaan plastik

    ReplyDelete
  10. Bulan Ramadan bulan berbagi malah 4x lipat banyaknya kita membuang makanan ya Sa, hikss self reminder ini agar disiplin menerapkan meal plan & food prep agar gak keluar jalur belanja makanannya

    ReplyDelete
  11. jadi pengen ikutan seminarnya niy, saya selalu tertarik semua kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan, salah satunya adalah tentang sampah

    ReplyDelete
  12. Bagian mencatat pekerjaan2 ini menohok sekali, aku masih sering keteteran karena ya tidak mencatat pdhl kalau udah terjadwal jd beresan jg hehe. Anyway iya nih guilty kl belanja online, kdg plastik pembungkus yg gabisa digunakan lg lumayan banyak dan ada jejak karbonnya, skrg cukup secukupnya aja kl akuu

    ReplyDelete
  13. Masalah sampah nih masalah sepanjang zaman ya mbak terutama masalah sampah makanan. Kadang suka prihatin kalau lihat jalanan depan perumahan sya berceceran sampah sisa makanan tak termakan yang di - eker2 hewan kucing .. itu artinya kan penghumi rumah sengaja membuang makanan sisa ya.. duh ..pdhal diluar sana masih bnyk yg butuh makan,,ehh ini dibuang2

    ReplyDelete
  14. Saat ini meminimalisir sampah adalah salah satu goals yang harus jadi tujuan dalam menjaga keseimbangan bumi. Jadi gak cuma happy refreshing aja

    ReplyDelete
  15. Senang banget udah banyak yang ikut kampanye-kampanye positif seperti ini. Saya yakin akan semakin cepat membiasakan masyarakat kita untuk memilah sampah, bukan sekadar membuang sampah ke tempatnya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah meluangkan waktu kamu untuk membaca. Tolong jangan komentar dengan link aktif ya! :))

Popular Posts

Mengapa Harus Pilih MRT?

Review CoHub Indonesia, Coworking Space di Medan

5 Alasan Mengapa Memilih Ruangguru!