Skip to main content

Momen Berkesan ketika Lebaran

Apa sih yang kalian ingat ketika berlebaran? THR? Makan ketupat, lontong, rendang, lemang? Berkumpulnya sanak famili dari banyak kota? Tidur rame-rame di ruang keluarga hingga menjelang Shubuh. Curhat sama yang gadis-gadis, mulai dari ngbahas kuliah, kerjaan, pacar, sampai ke calon suami. Yaaa gimana ya, belum ada yang menikah diantara cucu perempuan nenek, jadi pembicaraan tidak akan jauh dari pembahasan itu semua. 


Lalu apa momen berkesan bagi saya? Ketika hari Eid nya, di momen ketika seluruh keluarga berbaris untuk bermaaf-maafan. Sebagai cucu tertua, rasanya tanggung jawab keluarga ini sedikit besar ada di pundak saya. Apalagi sebagai cucu pertama dari anak pertama. Berat, iya sepertinya. Semua mencontoh apa yang saya lakukan, jadi saya teliti betul akan hal-hal yang saya lakukan. Takut tiba-tiba ada yang mengikuti jejak kalau saya pacaran. Takut ada yang telminya menurun dari saya. Hal-hal yang sangat saya hindari sebagai seorang visioner dan perfeksionis. Walau ada juga hal-hal yang tidak bisa saya kontrol.

Dosa, ya sebagai yang paling tua umurnya juga dosa saya sepertinya lebih banyak dibandingkan cucu yang lain. Mulai dari kurang bisa menjadi contoh yang baik, membantu orang tua di rumah. Karena bermaaf-maafan adalah momen di mana kedua pasang bola mata saling melihat dan bertatapan. Otomatis, flashback kepada hal-hal yang sudah lewat, hal baik, hal buruk, hal yang bikin kita marah pada orang tua kita, hal yang enggak sengaja melukai hati adik kita. Momen ini seperti momen pengingat dosa bagi saya. Sudah bagaimana saya berbuat selama ini. Tetapi tidak jarang juga kegiatan bermaafan ini sebagai ajang bercandaan oleh sepupu saya, apalagi yang masih anak-anak.

Tidak jarang di momen ini berurai air mata ke pipi, secara tidak sengaja refleks saja begitu. Lebih sedihnya lagi ketika ada anggota keluarga yang berpulang, bahkan sakit, refleks semua menjadi sejadi-jadinya sedih. Karena akan diingatkan pada memori sehat zaman dulu. La tahzan, innallahu ma'ana. Berat memang, mohon doanya untuk tante saya yang sedang sakit ya teman-teman, semoga diberikan kekuatan bersabar akan penyakitnya :))

Comments

  1. Kalo saya momen paling berkesan itu tuker-tukeran lontong ke tetangga dan silaturahmi ke sodara-sodara yang hari biasa jarang didatangi.

    ReplyDelete
  2. Tahun ini paling sedih hiksss.. tahun ini baru terasa jauh dari mama. Jadinya pas lebaran cuma bisa video call doank.

    ReplyDelete
  3. Momen berkesannya pas saling bermaafan di hari raya Idulfitri ya Sa... sama kakak juga, sungkeman sama orang tua dan anak-anak itu bikin mewek karena teringat kesalahan selama setahun ini.

    ReplyDelete
  4. Semoga tante elsa segera sembuh dan diangkat penyakitnya ya. Memang sedih banget kalo ada keluarga yang sakit pas pandemi gini. Elsa dan keluarga yang lain harus tetap jaga kesehatan juga.

    ReplyDelete
  5. Sayang sekali jelang lebaran Ocean si bungsu kami dan uminya (kakak, maksudnya), sakit barengan, hiks... jadi menghadapi lebaran gak seceria tahun lalunya... syukur kami diberi umur saja udah speechless, huhuu... just can say Alhamdulillahirabbil 'aalamiin

    ReplyDelete
  6. nenek-nenekku udah gak ada, jadinya lebaran sepi hiks.. terlebih lagi udah dua tahun ini kami berlebaran jauh dari keluarga besar.

    ReplyDelete
  7. tahun ini gak pulkam jadi di rmh aja kak :( momen kesannya pun berkurang biasanya kumpul di rmh nenek sma family lain thn ini gk lagi..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah meluangkan waktu kamu untuk membaca. Tolong jangan komentar dengan link aktif ya! :))

Popular Posts

Mengapa Harus Pilih MRT?

Review CoHub Indonesia, Coworking Space di Medan

5 Alasan Mengapa Memilih Ruangguru!