Skip to main content

Posts

Kehilangan di Masa Pandemi

Semua yang bernyawa pasti akan mati. Kata-kata yang sering kali terlontar jika ada sanak kerabat yang berpulang. Lalu bagaimana rasanya? Selama 25 tahun, saya belum pernah merasakan kehilangan yang berarti. Yang meninggal itu bukan orang terdekat, jadi rasanya? Biasa saja, sedih, esok hari hidup berjalan lagi, bahkan saya hampir lupa. Tapi ditinggalkan oleh orang terdekat di masa pandemi membuat saya kembali berpikir dan mensyukuri nikmat yang diberikan Allah pada saya. Sebagai bahan introspeksi diri juga, kalau saya yang dulu bukanlah yang sekarang. 2,5 tahun yang lalu saat memutuskan kembali ke rumah karena ingin melanjutkan studi menjadi awal terungkapnya penyakit yang diderita ibu saya. It's means adik kandung mamak. Saya juga sempat bercerita tentang perjuangan dan mohon doa dari teman-teman semua. Kanker, kata dokter. Bermula dari operasi mium, dan tidak tuntas, tidak dilakukan pengecekan dan pengkontrolan kembali. Sehingga apabila sudah ganas, dia kembali muncul, bahkan menj

Prioritas atau Dihargai, Pilih Mana?

Sebenarnya yang kita butuhkan itu apa? Rasa diprioritaskan atau sekadar rasa dihargai? Beberapa waktu yang lalu, saya all the time chit-chat about life dengan teman saya. She cares so much . Kalau ada apa-apa, dia respon, tetapi ya gitu, terkadang sehari, dua hari setelahnya. Awalnya saya senang, saya masih berasa diprioritaskan diantara kegiatannya sehari-hari. Dia masih mau meluangkan waktunya menghadapi saya yang mungkin kisahnya tidak begitu berfaedah sebenarnya 🤣 tetapi semakin ke sini, tidak jarang jika dia sedang sibuk atau tidak sibuk, sama sekali tidak membalas pesan saya. Kok bisa? Lalu tahun berganti. Saya sibuk, dia sibuk. Saya termasuk orang yang tidak begitu terlihat memprioritaskan seseorang kecuali keluarga dan pekerjaan. Sehingga jika ada hal urgent, saya balas, tetapi hanya sekadar menghargai keberadaannya. Saya menganggap, saya temannya, dia teman saya, dan kita berteman, tidak ada kata mantan teman. Saya menanggapi chatnya tapi ya seperlunya. Ketika balasann

5 Tips Sehat selama Puasa

Welcome Mei! Setelah melalui beberapa minggu puasa, dan mau finish nih, sudah bagaimana keadaannya? Istirahat cukupkah? Kerjaan aman? Hehe. Apalagi di musim hujan begini, rentan sekali kena hujan dan jadinya flu serta kepala pusing. Belum lagi kalau mau ke rumah sakit takut di suruh swab kita mah ya,  terus dikatain positif huhu banyak-banyak vitamin aja deh kalau sudah begitu. Tips olahraga yang membuat sehat? Gampang-gampang susah nih. Soalnya saya pribadi yang masih belajar bagaimana cara hidup sehat. Maklum tiap tahun ada aja sakitnya wkwkwk tapi ya Alhamdulillah aja, karena kan tiap sakit dosa yang sudah ada akan melebur menjadi pahala. Insha Allah. Ini hanyalah tips sehat nan mudah yang bisa dilakukan sehari-hari dan menunjang psikis. Untuk kesehatan fisik, mampir ke sini yuk! Hal Sederhana yang Bikin Bahagia Oke, pertama ! Jauhi stress! Stress ini emang berdampak banget sama kesehatan. Baru pas pagi kepikiran satu hal, eh malemnya udah muncul kemungkinan-kemungkinan lain

Momen Berkesan ketika Lebaran

Apa sih yang kalian ingat ketika berlebaran? THR? Makan ketupat, lontong, rendang, lemang? Berkumpulnya sanak famili dari banyak kota? Tidur rame-rame di ruang keluarga hingga menjelang Shubuh. Curhat sama yang gadis-gadis, mulai dari ngbahas kuliah, kerjaan, pacar, sampai ke calon suami. Yaaa gimana ya, belum ada yang menikah diantara cucu perempuan nenek, jadi pembicaraan tidak akan jauh dari pembahasan itu semua.  Lalu apa momen berkesan bagi saya? Ketika hari Eid nya, di momen ketika seluruh keluarga berbaris untuk bermaaf-maafan. Sebagai cucu tertua, rasanya tanggung jawab keluarga ini sedikit besar ada di pundak saya. Apalagi sebagai cucu pertama dari anak pertama. Berat, iya sepertinya. Semua mencontoh apa yang saya lakukan, jadi saya teliti betul akan hal-hal yang saya lakukan. Takut tiba-tiba ada yang mengikuti jejak kalau saya pacaran. Takut ada yang telminya menurun dari saya. Hal-hal yang sangat saya hindari sebagai seorang visioner dan perfeksionis. Walau ada juga hal-hal

Nastar, Kue Lebaran yang Wajib Ada

 Lebaran sebentar lagi. Enggak kerasa banget emang sih. Tau-tau sudah beberapa hari lagi. Lalu bagaimana persiapan kita? Sebenarnya tanpa persiapanpun Idul Fitri tetap datang, hanya kitanya saja yang diberikan umur sampai Idul Fitri atau tidak. Nah, ngomongin soal kue di masa lebaran, kalau kalian apa sih favoritnya di keluarga kalian? Kalau keluarga saya sih, nastar. Ya kue yang didalamnya ada lapisan selai nenas ini enggak tau mengapa sebelum lebaran juga sudah habis hehe. Walaupun memang tidak jago kalau urusan kue. Tapi setidaknya kami jago ketika makannya hahaha. Kadang kue habis ya gitu dicemilin aja gitu serumah wkwk. Tapi kenapa sih kok harus nastar? Pertama, tampilan nastar yang simpel bikin kebayang sama isinya dan enggak mau ribet, tinggal ambil, masuk ke mulut, selesai. Kedua, ada sensasi yang bikin shock ketika dia masuk ke mulut. Mulai dari lapisan nenasnya yang bikin geli akibat manisnya selai bikin kerasa banget lagi makan kue mahal, LOL. Ukurannya menyesuaikan dengan l

Rutinitas Sebelum Berbuka

Di hari-hari menjelang lebaran tiba, banyak banget nih kegiatan yang sebenarnya sudah sangat rutin kita laksanakan. Mulai dari bangun sahur, tahajud, puasa, ngaji, kajian, taraweh, hingga persiapan berbuka dan begitu selanjutnya. Tapi makin mendekati lebaran biasanya nih anak gadis disuruh beberes rumah, mulai dari ganti gorden, taplak meja, ngisiin kue lebaran, bahkan sampai decluttering dan bagi-bagiin hasil decluttering ke masyarakat yang membutuhkan. Kayaknya emang menyambut hari nan fitri harus dengan hati dan lingkungan yang bersih hehe supaya lebih sejalan aja. Tapi kalau sebelum berbuka kira-kira ngapain aja ya? Pertama, mempersiapkan diri untuk berbuka puasa. Mulai dari menghidang makanan di meja makanan, lengkap dengan snack dan minuman, sehabis sholat maghrib cus menghidang makanan beratnya. Kalau sudah tersaji gitu, kita juga enggak akan kerepotan pas mau buka puasa, sudah tinggal duduk tenang menunggu adzan hehe. Bingung mau buka pakai apa? Cobain Bolu Toba Medan ! Membaca

Sayur Sop, Favorit Keluarga Saat Sahur

Selama puasa sering banget nih ibu-ibu bingung mau masak apa. Ya karena saya belum jadi ibu-ibu mungkin saya enggak bisa banyak komentar hahahaha cuma ya gitu, dari yang saya jalani sebagai anak yang membantu orang tua di rumah, ibu saya selalu jarang ke pasar, kalau bahasanya di Medan itu pajak. Nah, palingan seminggu 2 atau bahkan hanya sekali. Jadi, sekali belanja itu banyak banget. Nah dari yang banyak itu, mulailah kita pilah dan atur sedemikian rupa di kulkas, persiapan inilah yang disebut dengan meal-preparation . Mulai dari mengupas bawang, lalu dimasukkan ke wadah dan dilapisi tisu. Memetik bayam, lalu memasukkan begitu saja di tupperware. Nah, yang begini juga masih saya pelajari sih hahaha. Cuaca kota Medan yang tidak menentu kadang siang panas terik dan sore hujan turun sederas-derasnya bikin imun tubuhpun bingung, harus banyak makanan yang mengandung air dan tentunya bervitamin. Termasuklah sayur sop yang membuatnya tidak perlu ada adegan menggoreng haha. Soalnya lagi meng